Kami sudah menikah selama 2 tahun , namun kami belum di karuniai seorang anak.
Selama ini rumah tangga kami baik-baik saja, hanya saja mertuaku selalu menanyakan kapan kami akan memberikan seorang cucu.
Selama ini mas arya tak pernah mengeluh dan mempermasalahkan hal ini.
Karena kebencian mertuaku yang selalu mencari gara-gara denganku tak sehari saja dia mencaci-makiku dan menghinaku karena belum memberikan seorang cucu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jelantik Jelantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9
Ceklek
Begitu dibuka bukan salam yang ku dengar malah Omelan yang kudapat
" Kenapa kamu yang membuka pintunya!!, Mana Arya?! " Pekik nya.
" Mas Arya lagi sarapan "
Tanpa di suruh masuk , wanita tua ini sudah berjalan menuju meja makan di mana suamiku sedang sarapan.
" Kenapa pagi-pagi ibu sudah teriak-teriak " ucap Arya yang masih meneruskan sarapan pagi nya.
" Ibu minta uang Ar dua juta aja untuk bayar arisan " pintanya
Mertuaku menadahkan tangannya sambil bertolak pinggang.
Ku putar bola mata malas melihat tingkah laku yang membosankan.
Seperti nyonya besar saja pikirku.
Aku mendadak kaget karena pagi-pagi ibu datang minta uang dengan membuat ke gaduhan di rumahku.
Sedangkan aku selalu memberikan uang bulanan ibu setiap bulannya, sekarang baru tengah bulan duit ibu sudah habis ??.
Dua juta bukan uang yang sedikit, untuk apa ibu meminta uang sebanyak itu ??! ,
aku hanya kasih Ros uang belanja bulanan cuman lima ratus ribu saja dia tak pernah meminta lagi , sekarang ibu meminta lagi uang sebanyak dua juta !!.
" Buat apa uang sebanyak itu Bu ?!" Tanya mas Arya pada ibunya.
" Ibu bayar arisan " jawab mertuaku tanpa beban.
" Tiap bulan kan Arya kasih ibu buat jajan dan arisan masa sekarang kurang ?! , Ini baru setengah bulan loh Bu !!, Ros aja aku ka....." Belum tuntas Arya ngomong, ibu sudah memotongnya.
" Jangan kamu bandingkan ibu dengan Ros, kalau kamu gak mau kasih bilang aja , gak usah membanding-bandingkan dengan istri mu , ibu gak suka !! " Ucap ibu sedikit emosi.
" Bukan begitu Bu , Arya hanya heran kenapa uang ibu cepat habis ?!, Memang nya ibu ikut arisan berapa banyak ??"
" Kamu Kan tau kalau ibu ikut arisan dengan ibu-ibu sosialita, terus " gank ibu-ibu cantik", sama arisan di RT " jawab ibu bangga.
Haaa.... Aku yang mendengarnya terkejut.
" Gak ada Bu, uang Arya juga sudah habis Bu " kata mas Arya, ibu mertuaku tentu saja tidak percaya lalu dia menatapku dengan tatapan entahlah.
" Apaa !!?, Mana mungkin uang kamu habis ?!, bukan kah gaji mu itu besar Arya?! , Di kemana kan saja uang kamu selama ini ?!! " Ucap mertuaku keceplosan.
Kali ini mulutku terbuka lebar karena hampir tak percaya dengan apa yang di ucapkan oleh wanita tua itu.
Haaa.....
Lantas aku mengalihkan pandangan ku kepada suamiku .
Lelaki itu terlihat salah tingkah , apa benar mas Arya memiliki gaji yang besar ?! Kenapa aku sebagai istrinya tidak tahu selama ini ?.
" Mas apa benar yang di katakan oleh ibu ?! Tanyaku pada laki-laki yang terlihat gelagapan ia tak berani menatapku secara langsung , sedang mertuaku terlihat membungkam mulutnya .
Aku tahu ibu keceplosan berbicara seperti itu. Apakah selama ini ibu dan mas Arya bekerja sama untuk menutupi penghasilan dari diriku ?!.
Ya Allah benar-benar sudah tak sehat keadaan rumah tanggaku.
" Jawab mas !, " Aku bertanya kepada lelaki yang berada di hadapan ku, sehingga membuat lelaki itu menatap ku takut-takut.
" Kenapa kamu menutupi besarnya gaji kamu ke aku ?, Aku ini istri mu mas !! " Dengan keberanian aku kembali bertanya, meskipun sebenarnya jauh di dalam sana jantung ku berpacu lebih cepat dari biasanya .ini pertama kalinya aku berkata lantang dengan suamiku di depan mertuaku. Biasanya aku hanya diam dan banyak mengalah. Kini aku harus lebih kuat dan aku harus lebih berani
" Kalau gaji Arya memang besar terus kamu mau apa hah ?!" Terdengar jelas suara mertuaku di telinga ku.
" Kamu benar-benar keterlaluan mas !, selama ini aku memutar otak agar kebutuhan sehari-hari tercukupi selama satu bulan dengan uang lima ratus ribu." Kataku dengan emosi.
" Ros, kamu ini kenapa sih ?! " Ucap suamiku dengan wajah polosnya.
Dengan sekuat tenaga aku mencoba menenangkan hati dan pikiran.
" Aku benar-benar kecewa , Aku sudah benar-benar capek dengan semua ini, aku muak dengan sifat dan tingkah ibu selama ini yang selalu menghinaku, sekarang aku di bohongi oleh suamiku "
" Sekarang juga aku minta kita cerai !! "
Degh !! Perasaan Arya seketika bagai disambar petir disiang bolong.
Tidak ada angin tidak ada hujan tiba-tiba istrinya minta cerai hanya karena masalah gaji .
" Bagus , itu yang ibu inginkan " mertuaku merasa senang .
Seketika Arya memandang ke arah ibunya.
" Tidak, sampai kapanpun mas tidak akan menceraikan mu " ucap Arya tegas.
" Ros kita bicarakan baik-baik ya ! " Mas Arya memohon.
Sebenarnya aku juga tidak ingin bercerai dengan suaminya tapi ini sudah keterlaluan.
" Baik aku beri satu kesempatan sama kamu mas , tapi kamu harus jawab dulu pertanyaan ku."
" Iya, apa itu ? "
" Sebenarnya berapa jatah ibu setiap bulannya? " Tanyaku
" Apa hak kamu nanya itu Ros !" Sahut mertuaku sambil menatapku tajam.
" Karena aku istrinya" jawabku ketus.
" Jawab mas "
" Eh...itu..." Belum selesai jawab, ibu memotong
" Kenapa kamu ingin tahu,hah ?!" Pekik mertuaku.
" Jelas aku ingin tahu karena aku istrinya dan aku penasaran dengan jatah yang di berikan oleh suamiku kepada ibu, karena ibu selalu bilang kalau jatah yang mas berikan tiap bulan selalu kurang "
" Jawab mas !! "
" Hanya sejuta "
Sebenarnya Ros tidak tau pasti berapa banyak uang yang di berikan pada ibunya, karena melihat Arya menjawab dengan gugup rospun tidak percaya.
" Bohong "
" Emm...dua juta " akhirnya mas Arya bilang juga
" Apa !!, Mas memberi ibu jatah uang bulanan dua juta ?! "
" I-Iya "
" Hebat kamu mas, kamu memberikan ibu uang bulanan dua juta, sedangkan mas hanya memberikan aku uang belanja cuma lima ratus ribu , CK...CK.., benar-benar gila kamu mas "
" Kanapa gila ?!!, Apa salah mas memberikan uang untuk ibu sendiri ?! "
" Gak...gak salah mas tapi gak adil !! " Ucapku penuh emosi.
" Seorang suami itu harus mengutamakan kebutuhan istri terlebih dahulu baru kemudian orang tua ".
" He...Ros , kamu jangan mencuci otak suamimu sehingga dia tidak lagi memberikan uang kepada ibunya " terdengar suara amarah mertuaku.
" Ros tak pernah melarang mas Arya untuk memberikan uang kepada ibu, itu haknya mas Arya, cuma Ros minta bersikap adil kepada istri "
" Mas tau, kewajiban seorang suami kan ?!, Ada lima yang harus mas penuhi , makan, pakaian, tempat tinggal, pendidikan dan perhatian, apa mas masih ingat ?!! "
Arya pun terdiam, ia baru menyadari semuanya.
" Kenapa kamu diam mas ?!! , apa Mas baru ingat lagi ?! "
" Diam kamu Ros !!, Semakin lama kamu semakin kurang ajar " suara wanita tua itu terdengar , tatapan matanya tertuju padaku , seketika suasana menjadi hening.
" Aku sudah capek dan muak dengan semua ini , sekarang aku ingin bercerai , ceraikan aku sekarang juga ! "
" Tidak !, Aku tak akan menceraikan mu, tolong maafkan mas "
" Kalau mas tidak ingin bercerai denganku maka mas harus adil , aku ingin mas memberikan uang belanja untuk kebutuhan sehari-hari sama rata dengan ibumu " kataku tegas.
" Cukup Ros !!, Kamu sekarang sudah berani mengatur suamimu " mertuaku tak setuju dengan persyaratan yang ku minta.
" kenapa, aku hanya ingin keadilan , selama ini aku mati-matian berhemat supaya uang itu cukup sampai akhir bulan "
" Roos..!!! , Jaga ucapanmu !! " Teriak mertuaku.
" Terserah ibu, mau terima atau tidak, yang penting aku minta keadilan
" Kamu menyuruh Arya mengurangi jatah uang bulanan ibu kan Ros !!" Pekik wanita tua ini.
" Kenapa Bu ?!, ibu marah karena jatahnya ibu di samakan dengan jatah bulanan Ros ?! , Harusnya aku yang marah karena Aku ini istrinya bukan pembantu " kataku tak mau kalah dengan mertua.
Arya tak bisa berkata apa-apa dia terdiam seribu bahasa, selama ini dia memang tak bersikap adil kepada istrinya, istrinya hanya di beri jatah lima ratus ribu per bulannya sementara ibunya lebih banyak daripada istrinya Selama ini dia telah menelantarkan istrinya.
Ibunya Arya sangat marah , karena Arya mengabulkan keinginan istrinya dan dia tak mendapat dukungan dari anaknya, dengan rasa sangat marah lalu dia meninggalkan Arya dan Ros Tanpa mengucapkan apapun .
Setelah kepergian mertuaku mas Arya menghampiri ku
" Sayang, mas minta maaf ya, mas janji akan berubah dan akan bersikap adil sama kamu "
Perasaan amarah Rospun mulai pudar.
" Sayang, mas minta maaf ya, mas janji akan berubah dan akan bersikap adil sama kamu " mendengar permintaan maaf dari suaminya Perasaan amarah Rospun mulai memudar karena dia lihat suaminya begitu tulus meminta maaf pada nya .
" Kamu mau kan memaafkan kesalahan mas selama ini "
" Iya mas , aku akan memaafkan mu, tapi ingat kalau kamu gak adil lagi aku langsung minta cerai " ancamku
" Terimakasih sayang "
Sebenarnya Ros tidak pernah mempermasalahkan Arya memberi uang kepada ibunya , Ros hanya minta keadilan pada dirinya.
Ros juga ikhlas jika suatu hari harus merawat ibu mertuanya jika sudah tua nanti asalkan ibu mertuanya baik pada diriku
Author....jadi bikin penasaran aja