Indonesia
NovelToon NovelToon
Dari Pembantu Jadi Mantu

Dari Pembantu Jadi Mantu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Cintapertama
Popularitas:124.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: Momoy Dandelion

Tangan Scarlett gemetar, ia berusaha meraih celana yang lelaki itu kenakan sambil memejamkan mata.
"Aaa ...," jerit Scarlett. Ia terkejut saat tangannya tanpa sengaja menyentuh sesuatu yang keras.
"Kenapa?" Ethan ikut-ikutan terkejut mendengar teriakan Scarlett yang memekakkan telinga.
"I ... itu! Ada yang keras," ucapnya sambil menunjuk sesuatu yang dimaksud dengan ekspresi malu bercampur takut.

***

Akibat hutang yang ditinggalkan sang ayah, Scarlett harus bekerja keras melakukan apa saja yang dia bisa, termasuk menjadi pelayan di klab malam. Karena sering membuat kekacauan, ia diberi pekerjaan lain untuk merawat seorang kakek tua bernama Kakek Adam. Siapa sangka lelaki tua kaya raya itu akan menjodohkan Scarlett dengan cucunya. Tidak disangka, Cucu sang kakek adalah Ethan, mantan pelatih panahan saat SMA dan merupakan cinta pertamanya. Namun, kondisi Ethan ternyata lumpuh.

Scarlett kira orang lumpuh tidak akan punya hasrat apapun. Ternyata ....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Momoy Dandelion, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9: Main Kuda-Kudaan

Scarlett mengetuk pintu ruangan Pak Arnold. Setelah mendapatkan ijin dari dalam, ia membuka pintu dan masuk ke dalam.

Arnold tampak terkejut melihat kehadiran Scarlett di sana. Pasalnya, beberapa hari yang lalu hubungan merek sempat kurang baik. Scarlett bahkan menolak ajakannya untuk balikan. Bahkan yang lebih mengejutkan, wanita itu ternyata sudah menikah.

"Kenapa, Scarlett? Kamu berubah pikiran?" tanya Arnold.

"Saya kan sudah menikah, Pak!" jawab Scarlett dengan tegas.

Ekspresi wajahnya seolah seperti orang yang sudah melupakan kisah lamanya. Ia menemui mantan kekasihnya dengan berani tanpa beban. Membuat Arnold semakin penasaran sebenarnya apa yang ia inginkan.

"Duduklah!" pinta Arnold.

Scarlett lantas menarik kursi di depan meja Arnold dan duduk di sana.

"Jadi, ada perlu apa, hm?" Arnold memberikan tatapan fokusnya pada wanita itu. Tak bisa dipungkiri, ia masih menaruh hati meskipun perasaannya mendapat pertentangan dari ibunya.

"Saya ingin menanyakan obat-obatan ini, Pak! Tapi saya hanya membawa bungkusnya saja."

Scarlett mengeluarkan bekas bungkusan obat yang ia pungut dari belakang rumah Ethan saat mengejar pelayan aneh itu. Ia sudah berusaha berkeliling ke apotek untuk menanyakan obat yang dimaksud, namun tidak ada yang tahu. Harapan satu-satunya, ia bertanya kepada Arnold yang memang sesuai dengan bidangnya. Arnold merupakan salah satu dosen di fakultas farmasi.

Arnold mengerutkan dahi. Bungkusan yang Scarlett bawa sudah tidak utuh dan agak buram tulisannya.

"Kamu pikir aku cenayang? Ini sudah susah sekali terbaca, Scarlett!" protes Arnold. Sampai ia memincingkan mata, berusaha mendapatkan petunjuk dari bungkusan obat itu.

"Kalau aku bisa membaca, rasanya tidak perlu repot meminta bantuan Pak Arnold," jawab Scarlett dengan entengnya.

Arnold rasanya sampai gemas dengan mahasiswi di hadapannya. Padahal hubungan mereka tidak sebaik dulu, tapi Scarlett bersikap sangat biasa seakan tidak ada masalah di antara mereka. Ia sedikit kecewa, merasa Scarlett tak ada lagi rasa kepadanya.

Arnold berdecak. Ia dibuat pusing untuk menebak-nebak jenis obat apa yang ada di tangannya. Ia masih berusaha memicingkan mata untuk bisa melihat tulisannya.

"Aku tidak bisa memastikan kandungan obat-obat ini. Tapi, salah satu kandungannya aku rasa ada kratom." Arnold menunjukkan sebagian tulisan yang agak bisa dibaca.

"Kratom itu obat apa?" tanya Scarlett penasaran.

"Ya, macam-macam fungsinya. Bisa untuk melemaskan otot, mengatasi kecemasan, juga menambah stamina."

Scarlett mangguk-mangguk mendengarkan penjelasan Arnold. Menurutnya, masih wajar ada manfaatnya untuk kondisi suaminya.

"Tapi, obat ini tidak boleh sembarangan dipakai. Dosisnya harus tepat. Kalau tidak, bisa berakibat fatal."

Lanjutan penjelasa. Dari Arnold membuat Scarlett cemaa. "Memangnya, obat itu ada bahayanya?"

"Semua obat kalau dipakai sembarangan pasti ada akibatnya. Untuk jangka panjang kalau obat ini dikonsumsi bisa menyebabkan kecanduan."

Scarlett mengerutkan dahi. "Kecanduan?"

"Ya, kecanduan. Karena efeknya hampir sama dengan narkotika. Makanya harus hati-hati sekali menggunakannya. Paling fatal bisa menyebabkan kelumpuhan, kerusakan otak, sampai kematian."

Penjelasan dari Arnold benar-benar menakutkan. Wajah Scarlett sampai tegang. Ia membayangkan Ethan yang sudah mengkonsumsi obat tersebut selam tiga tahun pasti ada efek sampingnya.

"Memangnya siapa yang mengkonsumsi obat-obatan ini? Apa ayahmu?" tanya Arnold.

"Ah, bukan, bukan ...." kilah Scarlett. Ia jadi panik sendiri mendapat pertanyaan itu. "Pokoknya ada saudara yang rutin mengkonsumsinya. Karena penasaran, jadi aku tanyakan saja."

Arnold keheranan dan tidak bisa sepenuhnya percaya. Scarlett seperti menyembunyikan sesuatu. "Kalau kamu ingin tahu pasti kandungannya, lebih baik bawa sampel obatnya. Nanti aku bantu melakukan uji laboratorium."

***

Scarlett melangkah memasuki rumah dengan lunglai. Ia masih memikirkan perkataan Arnold di kampus. Ia semakin yakin ada yang tidak beres dengan obat itu.

Saat memasuki kamar, tampak Ethan sudah lebih dulu pulang. Seperti biasa, seorang pelayan tengah memberikan obat untuk Ethan.

"Eh, tunggu!" seru Scarlett dari arah pintu dengan ekspresi wajah yang panik. Ia bahkan sampai berlari menghampiri.

Sontak Ethan dan sang pelayan terlihat heran.

"Kamu kenapa? Memangnya harus teriak-teriak?" ketus Ethan. Ia sangat heran wanita itu selalu mengagetkannya.

Scarlett berusaha menenangkan diri dengan senyum lebar di wajahnya. "Jangan minum obat dulu sebelum berciuman. Aku benci bau obat!" ucapnya.

Ethan keheranan dengan ucapan sang istri. 'Apa dia gila?'

Scarlett berhadapan dengan pelayan yang semalam ia lihat keluar lewat pintu belakang. Ia merasa tidak boleh gegabah untuk bertindak. "Em, bisa tidak kamu keluar dulu. Aku mau mengajak suamiku ciuman dulu. Biasanya juga lanjut kuda-kudaan sebelum dia minum obat. Soalnya aku tidak suka bau obat," pintanya dengan sopan.

"Ah, tapi .... " Pelayan itu tampak ragu seakan tidak mau keluar sebelum memastikan Ethan minum obat.

Sementara, Ethan hanya bisa tercengang dengan kelakuan istrinya.

"Kamu tenang saja, aku akan memastikan suamiku meminum obat setelah main kuda-kudaan selesai. Soalnya aku sudah tidak tahan ingin bermesraan dengannya. Ya?" bujuk Scarlett memasang wajah penuh harap.

"Tuan ...," pelayan tersebut mencoba meminta pendapat Ethan.

Ethan menganggukkan kepala, membuat pelayan tersebut lantas meletakkan nampan di atas meja lalu pergi dari kamar tersebut.

Setelah sang pelayan keluar, buru-buru Scarlett menguncinya dan kembali berlari merebut butiran obat yang masih Ethan pegang.

"Hah! Kamu ini kenapa? Setelah mengatakan kita mau kuda-kudaan, sekarang obatku juga diambil?" Ethan benar-benar tidak mengerti dengan tujuan wanita itu.

"Aku rasa ada yang tidak beres dengan obat ini. Lalu, kenapa jumlah obatnya bertambah?" tanya Scarlett keheranan. Sebelumnya Ethan paling hanya meminum dua butir obat. Sekarang, ada empat butir obat untuk Ethan.

"Kamu itu bukan mahasiswa kedokteran, tahu apa tentang obat? Dokter bilang ada obat tambahan yang harus dikonsumsi supaya mempercepat kesembuhanku. Kemarikan obatnya!" pinta Ethan.

Scarlett menggeleng. Ia tetap yakin ada yang tidak beres. "Aku akan membawa obat ini untuk dicek di laboratorium. Sementara, kamu tidak boleh meminumnya," larangnya.

Ethan tersenyum kecil. Ia menarik tangan Scarlett hingga jatuh ke pangkuannya. Wanita itu tampak terkejut.

"Apa kamu mengkhawatirkanku?" tanya Ethan dengan tatapan yang mendalam.

Jarak yang dekat di antara mereka membuat Scarlett merasa sedikit malu. Apalagi posisi mereka terlihat sangat in tim.

"Tentu saja aku khawatir padamu. Kakek sudah mempercayakan aku untuk mendampingimu. Aku tidak mau sesuatu yang buruk terjadi padamu," ucap Scarlett menahan rasa malunya.

Ethan mengambil kembali obat di tangan Scarlett. Ia langsung menelannya dengan cepat. Hal itu membuat wajah Scarlett terlihat kesal. Wanita itu bangkit dari pangkuan Ethan.

"Aku bilang jangan diminum! Memang susah ya, percaya padaku?" gerutu Scarlett. Ia benar-benar kecewa dengan sikap Ethan.

Ethan dengan santai meminum air dari gelas untuk memastikan obatnya masuk ke dalam tubuh. "Dengarkan aku, Scarlett. Obat ini diresepkan oleh dokter kepercayaan keluarga. Jadi, tidak ada yang perlu kamu khawatirkan," ucapnya lembut.

"Memang apa salahnya kalau waspada? Toh sudah tiga tahun juga kamu belum sembuh, artinya obat itu mungkin tidak berguna, kan? Kayaknya memang salah ya, kalau aku mencemaskanmu!" Scarlett benar-benar kesal. Padahal ia sampai mengikuti pelayan itu semalam, tapi niat baiknya diabaikan oleh Ethan.

"Ya sudah! Aku tidak akan peduli dengan apapun lagi di rumah ini!" gerutu Scarlett.

Namun, saat ia hendak melangkah pergi, Ethan meraih tangannya.

"Aku tidak bermaksud begitu. Maaf kalau membuatmu marah," ucap Ethan.

"Sudah! Lepaskan! Aku mau mandi!" Scarlett terlihat cuek. Ia ngambek.

"Oke, oke ... Besok kamu boleh membawa jatah obatku tanpa ketahuan pelayan," kata Ethan.

Barulah kekesalan Scarlett mulai mereda. Ia mau berbalik dan menatap suaminya.

"Lain kali kalau mau melakukan sesuatu, berhati-hatilah! Jangan sampai ada orang rumah yang tahu. Di sini bahkan dinding bisa memiliki telinga. Kamu tidak boleh sembarangan bicara atau bertindak. Apa kamu mengerti?" tanya Ethan.

Scarlett mengangguk. Kekesalannya kini telah hilang.

1
Lusy ani
q suka alur ceritanya
Jelita S
lanjut thor suka banget ceritanya
Arnad
kak author aq ikut baca ya
Dian Soedarminto
kok gak dilanjut lg critanya?
semoga sehat2 ya
Momoy Dandelion: cari waktu buat bisa lanjut 😊
total 1 replies
Arif Arif
Digi sama iklan dong biar semangat
Arif Arif
lanjut 1 hari 1 capter
Dian Soedarminto
duh kirain
ceritanya tamat...ternyata belum to?
ayuk Thor...ojo sue2...aq menunggu lanjutannya♥️
Momoy Dandelion: belum, kak. lagi malas up 🫣
total 1 replies
Dian Soedarminto
bagus ceritanya
lanjoottt
sara sara(^◇^)
apa??? matthias??
Berliana Marpaung
lanjuk
Bunda alzatafa
ceritanya bagus
Angel nirwana Desvino anggara
lanjut kak...ga sabar nunggu kelanjutannya
Angel nirwana Desvino anggara
ayo kak kelanjutannya....aeru banget
Susy Wahyuni
😍😍
Uswatul Khasana
lanjut
reza indrayana
Luar biasa
reza indrayana
Lanjuaiutatt....👍🏻👍👍🏻💛💙💛😘😘😘
reza indrayana
Mampir Thor....👍🏻👍💙💛💙😘😘
Nayosha
ko blm up date jg ya🤔
Bunda Ida
bahasanga bagus dan ceritanga cukup menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!