Nadia, gadis berusia 20 tahun yang tidak tahu bahwa dirinya adalah reinkarnasi Sang Pelindung Teratai Biru, Putri Nadi.
Saat sedang menginap di sebuah penginapan milik seorang kakek tua, Kakek San. Secara tidak sengaja Nadia telah membaca sebuah mantra yang membuat dia dan keempat sahabatnya masuk ke sebuah dunia asing.
Saat sudah mengetahui bahwa dirinya adalah reinkarnasi Sang Pelindung, Nadia harus menyelesaikan tugasnya yang belum usai, mengembalikan keseimbangan Negeri Resyam seperti sedia kala.
Di bantu keempat sahabatnya dan petunjuk dari Buku Resyana, Nadia harus membentuk kembali Pedang Emas Sang Pelindung yang terpecah.
Melewati dunia yang penuh bahaya dan melawan monster mengerikan. Bukan hanya itu, akan ada banyak misteri yang akan terpecahkan
Dimulai dari Naga kejam Man Black di Hutan Hitam, Monster Silver Death Worm di Dunia Kebalikan, hingga musuh terbesar Sang Pelindung, Perdana Menteri Basilia yang licik dan tamak. Dialah yang mengambil paksa tahta ayah Putri Nadi dan mengambil keseimbangan di Negeri Resyam.
Akankah mereka berhasil?
Skuy Simak...Happy Reading...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon GPS_17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Si Mata Hijau(2)
EPISODE SEBELUMNYA
Mata hijau itu bermunculan di kegelapan dan semakin banyak.
"Ssss!!"
Nadia menghadapkan obornya kedepan.
"Apa-apaan ini?" batin Nadia gelisah.
Mata hijau yang bermunculan makin banyak itu pun mulai menampakkan diri mereka secara serentak. Terlihatlah pasukan ular bertanduk yang siap memangsa mereka.
"Ssss!!!"
Bunyi desisan ular berada dimana-mana. Pasukan ular itu mulai mendekati Rio dan Nadia. Nadia dan Rio panik, mereka mundur perlahan.
"Bagaimana ini Di?" kata Rio.
Nadia terdiam sejenak, lalu ia melihat Obor yang berada ditangannya.
"Aha! aku tau harus bagaimana" kata Nadia.
"Bagaimana?..tunggu..apa kau.." kata Rio memikirkan hal yang sama dengan Nadia dan melihat ke arah obor.
"Ya, kau benar" kata Nadia.
"Baiklah..kita mulai" kata Rio melihat ke arah pasukan itu dan tersenyum tipis.
Rio lalu berlari mengumpulkan benda yang mudah terbakar di sekitarnya. Lalu ia membentangkan benda-benda tersebut. Nadia membakarnya dengan obor yang ada ditangannya. Kini benda benda itu terbakar dan menjadi pagar api untuk melindungi mereka dari pasukan ular bertanduk itu. Nadia dan Rio bertos senang.
"Haha..mereka tidak akan bisa menyentuh kita sekarang" kata Nadia.
"Ya kau benar" sahut Rio.
"Tapi bagaimana pun juga api itu akan padam, bukan?" kata Rio.
"Ya, maka kita harus pergi dari sini, sekarang juga" kata Nadia.
Rio mengangguk.Ia dan Nadia lalu membangunkan Fikram, Manda, dan Dina. Dina dan Manda sudah bangun. Hanya Fikram yang belum bangun.
"Fikram..bangun...bangun" kata Rio sambil menepuk-nepuk pipi Fikram.
"Bangun payah!" kata Dina dengan menyiram air yang ia ambil di sungai menggunakan tangannya.
BYURR..
"Hah?!...banjir!!" kaget Fikram terbangun.
"HAHAHAHA..." tawa Manda dan Dina.
"Hmm..akhirnya kau bangun juga" kata Manda.
Nadia dan Rio hanya tersenyum.
"Keterlaluan kalian...siapa yang menyiramku tadi" kesal Fikram.
Manda menunjuk ke arah Dina.
"Eh..e..ya memang aku, tapi itu berhasil kan?" kata Dina.
"Hah kau ini!!" geram Fikram pada Dina.
Fikram berdiri dan mengejar Dina.
"Awas kau ya!!" kata Fikram mengejar.
"Ampun, Fi" kata Dina berlari.
Tanpa mereka sadari api yang melindungi mereka telah padam.
"Hey, sudah-sudah berhenti..kita harus pergi dari sini!" kata Nadia.
Fikram tidak menghiraukan kata Nadia dan terus mengejar Dina.
"Ya betul itu Fi, jadi berhentilah mengejarku seperti ini" pinta Dina masih berlari.
"Ssss.."
"Suara apa itu?" kata Manda.
Manda berbalik.
"Hah?! teman-teman" kaget Manda.
Rio dan Nadia berbalik.
"ada apa d-_" kata Rio.
Rio dan Nadia melihat pasukan ular bertanduk itu lagi, tapi kali ini pasukan ular itu ditemani ular raksasa berkepala tiga dan bermata merah.
"Tuh kan apa ku bilang" kata Nadia ketakutan dan mundur perlahan.
"Ssss!!"
Ular raksasa itu melilit Nadia, Rio, Manda, dan Dina (yang sedang dikejar oleh Fikram) menggunakan ekornya yang besar.
"Hey, kemana hilangnya anak itu?" tanya Fikram kebingungan.
"Waa!!" teriaknya saat ia ditangkap oleh ekor ular raksasa itu.
"Ihh lepaskan kami!!" teriak Manda.
"Lepaskan aku gendut!" kesal Dina.
"Ssaaaa!!!" Marah ular raksasa itu.
"Oke, oke kau tidak gendut" kata Dina menciut.
Lilitan Ular raksasa itu semakin erat.
"Tolongggg!!!!"teriak mereka bersamaan.
Mereka kesulitan untuk bernafas dan akhirnya mereka pingsan.
Nadia yang masih setengah tidak sadar melihat seseorang sedang melawan ular raksasa itu. Namun ia tak tau persis siapa orang itu, pada akhirnya ia juga ikut pingsan.
Bersambung..
masa baca juga sambil mikir artinya/Chuckle//Chuckle//Chuckle//Chuckle/
/Smug//Smug//Smug/
senior galak hadir lagi , maaf lama tak mampir ..
biar syantik😍
kalau ada waktu luang mampir juga dikaryaku😅