Indonesia
NovelToon NovelToon
Koki Kesayangan Raja Naga

Koki Kesayangan Raja Naga

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Romansa Fantasi / Fantasi Wanita
Popularitas:37.7k
Nilai: 5
Nama Author: Risa Jey

Li Yunru tiba-tiba berpindah ke zaman kuno setelah mengenakan cincin naga perak misterius yang memiliki ruang spiritual. Di sana, ia menjadi koki spiritual dan bertemu dengan Bai Muzhi, raja naga putih penguasa wilayah utara berhati dingin yang jiwanya terluka akibat perang masa lalu.

Sebagai satu-satunya orang yang mampu menyembuhkan luka jiwa Bai Muzhi melalui makanan spiritual, kehadiran Li Yunru bagi pria itu perlahan mengubah sikapnya hingga benih cinta mulai tumbuh di antara mereka.

Namun, kedatangan Li Yunru juga membangkitkan rahasia lama yang telah terkubur ribuan tahun lalu. Saat kekuatan tersembunyi dalam dirinya mulai menarik perhatian musuh, ia harus menghadapi berbagai bahaya dan mengungkap kebenaran di balik takdirnya. Mampukah Li Yunru melewati semua cobaan tersebut sampai akhir?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risa Jey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sepupu

Li Yunru memotong kue dadar itu menjadi beberapa potongan sekali suap. Setiap potongan dibuat hampir berukuran sama.

"Nama makanan ini disebut kue dadar daun bawang karena bahan utamanya adalah daun bawang. Sebenarnya, bisa juga ditambah dengan potongan udang atau wortel," jawabnya.

Setelah selesai menyiapkan potongan makanan, dari ruang spiritualnya, Li Yunru mengeluarkan sebuah meja kayu kecil, lalu meletakkan empat piring berisi potongan kue dadar daun bawang di atasnya. Semangkuk saus cocolan ia letakkan di tengah. Aromanya samar, tetapi tetap menggugah selera.

"Selamat makan!"

Tanpa menunggu lebih lama, Li Yunru menjadi orang pertama yang mencicipi masakannya. Begitu potongan pertama masuk ke mulutnya, bagian luarnya terasa renyah, sementara bagian dalamnya tetap lembut. Gurihnya daun bawang berpadu dengan saus asam-manis hingga ia segera mengambil potongan berikutnya.

Melihat Li Yunru mulai makan, Ruu juga segera mengambil sepotong kue dadar dengan cakar kecilnya. Mata merahnya langsung berbinar begitu menggigitnya.

"Ini makanan terenak yang pernah kumakan!" teriak Ruu tanpa menahan diri.

Hei Sanfeng juga tidak kalah cepat. Dalam wujud elang, ia terus mematuk potongan kue dadar daun bawang. "Enak, enak!" pujinya.

Dalam waktu singkat, Hei Sanfeng menghabiskan bagiannya. Saat hendak mengambil potongan yang tersisa di piring lain, Ruu ternyata juga mengincar potongan yang sama. Keduanya langsung saling menyipitkan mata. Cakar mereka beradu cepat memperebutkan potongan terbesar.

"Aku mengambilnya lebih dulu!" teriak Ruu.

"Jelas raja ini dulu yang meletakkan cakar!"

Li Yunru hanya memutar bola matanya. Meski begitu, sudut bibirnya tetap terangkat tipis. "Tidak usah berlebihan. Ini hanya makanan biasa. Masih banyak makanan enak lainnya di dunia."

Berbeda dengan kedua makhluk berbulu itu yang sibuk berebut, Bai Muzhi memegang sumpit dengan gerakan anggun, layaknya seorang bangsawan. Selama ini, ia memang tidak terlalu tertarik pada makanan biasa. Baginya, meminum ramuan spiritual sudah cukup untuk menjaga tubuhnya.

Ia mengambil sepotong kecil kue dadar daun bawang, lalu menggigitnya perlahan. Saat rasanya menyebar di lidah, sesuatu di dalam ingatannya terusik. Kenangan lama yang telah terkubur perlahan muncul kembali.

Rasa makanan ini mengingatkannya pada seorang gadis kecil dari ras peri hutan yang pernah memasakkan hidangan spiritual ratusan tahun silam. Saat itu usianya masih sekitar sepuluh tahun. Meski waktu telah berlalu sangat lama, ia yakin gadis itu bukan Li Yunru.

Li Yunru memiliki darah campuran ras peri hutan di tubuhnya, sedangkan gadis kecil itu adalah keturunan murni ras peri hutan. Dari mana pun dilihat, keduanya tidak memiliki kemiripan.

"Ada apa? Apakah kamu tidak suka?" tanya Li Yunru yang hampir menghabiskan bagiannya. Ia memperhatikan Bai Muzhi yang tiba-tiba terdiam.

"Bukan begitu. Ini enak," jawab Bai Muzhi singkat. "Aku hanya teringat sesuatu."

Mendengar jawabannya, ia segera menekan pikirannya, berusaha menyingkirkan kenangan lama itu. Gadis kecil tersebut menolak dijodohkan dengannya, lalu pergi tanpa jejak. Bahkan sebelum pergi, ia masih sempat berpamitan—tanpa beban maupun penyesalan.

"Little Zhi, jangan menungguku." Gadis kecil itu tersenyum lembut. "Suatu hari nanti, kamu pasti bertemu seseorang yang lebih cocok berada di sisimu."

"Hah ..." Bai Muzhi menghela napas pelan.

Memikirkan hal itu saja sudah cukup membuat kepalanya terasa berat. Tanpa berkata apa-apa lagi, ia kembali fokus menghabiskan potongan kue dadar daun bawang di hadapannya.

Begitu potongan itu ditelan, Bai Muzhi merasakan aliran hangat menyebar dari perutnya. Energi lembut itu perlahan mengalir ke seluruh tubuh, bahkan menyentuh bagian terdalam jiwanya. Rasa sakit yang selama ini menggerogoti jiwanya tiba-tiba berkurang. Ia sedikit terkejut, tetapi ekspresinya tetap tenang.

Di sisi lain, Hei Sanfeng dan Ruu juga merasakan hal yang sama. Tubuh mereka terasa lebih ringan dan segar. Luka-luka kecil akibat pertarungan sebelumnya perlahan membaik.

Ruu bahkan melompat kecil penuh semangat. "Ini—ini luar biasa!"

Mata Hei Sanfeng ikut berbinar. Ia menatap Li Yunru seolah baru menemukan harta karun. Sayapnya langsung terbentang penuh semangat.

"Manusia, tidak kusangka kamu bisa membuat makanan spiritual! Tinggallah di sini bersamaku! Istanaku jauh lebih menyenangkan daripada wilayah naga putih sakit yang dingin itu!" katanya tanpa malu-malu, jelas berniat membawanya pergi.

"Jangan pernah memikirkannya." Suara Bai Muzhi langsung memotong. "Dia pasangan raja ini. Tentu dia harus kembali bersama raja ini ke utara."

Hei Sanfeng memutar mata elangnya, lalu menatap sisa makanan di piring dengan ekspresi serius. "Kalau dipikir-pikir ... seandainya bisa makan seperti ini setiap hari, aku rela jadi selirnya."

Tatapan Bai Muzhi langsung terkunci pada elang berkepala botak itu. Mata merahnya menyipit tajam. "Sepupu," ucapnya pelan, tetapi penuh tekanan. "Apakah kamu ingin melanggar aturan hubungan darah?"

Hei Sanfeng langsung tersedak. Ia terbatuk beberapa kali sebelum akhirnya berhasil menelan makanannya. "Aku hanya bercanda. Mengapa kamu begitu serius?"

Namun, Li Yunru justru tampak terkejut mendengar percakapan mereka. "Kalian masih sepupu? Naga dan elang?"

Kepalanya langsung dipenuhi tanda tanya. Ia memang tidak memahami hubungan antar ras manusia setengah binatang di dunia ini, tetapi tetap saja terasa aneh. Bisakah naga dan elang menikah lalu memiliki keturunan?

"Aku lupa memberi tahumu. Aku memang sepupu Bai Muzhi," jawab Hei Sanfeng santai. "Ibuku dan ayah Bai Muzhi bersaudara. Jadi kami adalah sepupu meski sudah berbeda suku."

Hei Sanfeng malas membahasnya lebih jauh dan langsung menghabiskan potongan terakhir kue dadarnya dengan puas.

Dalam aturan manusia setengah binatang, kerabat sedarah tidak boleh memiliki pasangan yang sama. Karena itu, Bai Muzhi sama sekali tidak menganggap ucapan Hei Sanfeng sebagai lelucon.

Bai Muzhi lalu menjelaskan sedikit tentang keluarga besar suku naga putih. Kakeknya sekaligus leluhur suku naga putih, Bai Shenzhen, memiliki dua istri di masa lalu. Salah satunya adalah Nenek Caolan, nenek kandungnya dari suku naga putih berdarah murni. Sementara nenek kandung Hei Sanfeng adalah manusia biasa yang melahirkan seorang putri berdarah setengah naga.

"Bisakah pria dan wanita memiliki selir atau pasangan kedua, ketiga, dan seterusnya?" tanya gadis itu.

"Bagi pria, itu hal yang lumrah. Namun bagi wanita, harus ada alasan khusus jika ingin memiliki pasangan lain."

Nenek Caolan tidak memiliki identitas istimewa, sehingga Bai Shenzhen dapat mengambil istri lain. Namun Li Yunru berbeda. Apa pun alasannya, Bai Muzhi tidak akan pernah membiarkan gadis itu memiliki pasangan lain. Ia tidak suka berbagi sesuatu yang sudah menjadi miliknya.

Li Yunru mengangguk pelan. Lalu ia menatap Hei Sanfeng cukup lama. "Syukurlah kamu tidak terlahir sebagai elang berkumis naga. Bayangkan saat terbang, kumismu ikut melambai-lambai."

Hei Sanfeng langsung tersedak makanannya. "Uhukk—!"

Ruu yang masih sibuk makan juga hampir tersedak. Ia seketika berguling-guling di atas rumput sambil tertawa tanpa henti.

"Elang berkumis naga ... hahahaha!"

Membayangkan seekor elang hitam dengan kumis naga panjang yang melambai di wajahnya benar-benar terlalu absurd. Bagaimana jika kumis itu tersangkut ranting saat terbang?

Elang hitam jelmaan Hei Sanfeng akhirnya menatap Li Yunru dengan tatapan tidak suka. "Jangan memikirkan hal-hal aneh! Bagaimana mungkin elang terlahir dengan kumis naga?!"

Hanya membayangkannya saja sudah membuatnya tidak nyaman. Namun demi makanan spiritual yang luar biasa di masa depan, ia memilih menahan diri untuk tidak protes lebih jauh.

Li Yunru hanya memutar bola matanya, lalu mulai membereskan peralatan memasaknya. Semua alat dimasukkan kembali ke dalam ruang spiritual dengan rapi.

Tak terasa hari semakin sore. Matahari perlahan condong ke barat, sementara bayangan pepohonan memanjang menutupi sebagian halaman. Bai Muzhi memperhatikan langit yang mulai gelap, lalu menatap Li Yunru dan berbicara dengan nada tenang.

"Kita harus segera kembali ke utara. Mari bicarakan beberapa hal setelah sampai nanti."

Nada suara pria itu tidak memberi ruang untuk penolakan. Li Yunru tahu ia memang tidak punya pilihan lain. Dengan sedikit enggan, ia akhirnya mengangguk. Hei Sanfeng segera memerintahkan seekor elang hitam raksasa untuk mengantar mereka kembali ke wilayah Baiyun di utara.

Perjalanan pulang berlangsung lancar. Saat matahari hampir tenggelam, elang hitam raksasa itu akhirnya mendarat di halaman depan Istana Shing. Setelah berpamitan singkat, Hei Sanfeng ikut turun bersama mereka.

Di sisi lain, Kepala Pengurus Istana melihat Hei Sanfeng yang masih berwujud elang hitam diam-diam menyelinap ke aula samping istana seperti penyusup. Ekspresinya perlahan berubah dari bingung menjadi terkejut.

"Maaf, Yang Mulia," ucapnya tiba-tiba.

"Ada apa?" tanya Hei Sanfeng tanpa menoleh padanya. Ia sepertinya sengaja menghindari tatapan para pelayan dan penjaga.

"Soal kepala Anda—"

"Ada apa dengan kepalaku?" tanyanya cepat, sedikit tersinggung saat menatapnya dengan tidak suka.

Kepala Pengurus Istana berdeham kecil. "Ehem ... tidak apa-apa. Hanya ... kepala Yang Mulia tampaknya sedikit botak."

"...."

Bisakah kamu tidak menyinggung kepalaku yang botak? batin Hei Sanfeng yang kini menjadi sangat sensitif setiap kali mendengar kata "botak".

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
Cuka nya Muzhi tumpah lagi 🤣🤣
sambua
kaisar naga emas ini ya kak🤭
sambua
apa Li yunru adik nya lan peijun?
sambua
nyari perkara ini orang 😂
sambua
astaga Li yunru, hahahaaaha
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
aku pun suka tuh🤣🤣, sini, aku juga mau lihat otot perutmu Muzhi 🤣🤣
sambua
mudah banget mati nya si xu jiangyue ini
sambua
astaga mulut mu pedas sekali hong maxing😂😂
sambua
jadi muzhi & sanfeng saudara sepupu 😄
sambua
cerita nya bikin sakit perut, dibikin ketawa Mulu sama cerita author nya 😂😂😂
sambua
cerita nya bagus & lucu banget,,,kayak nya bakalan seru ini crta 😂😂
sambua
astaga 😂😂
sambua
apa Li yunru keturunan ras peri ya didunia ini
sambua
mampir kak👣
Siska Sutartini
ahaha bai muzhi makan cuka uhuuy, cembokor nie ceritanya. oh apakah duyung ini yg ingin diperkenalkan oleh lain peijun ke yunru? ayo cepat suruh dia nangis biar kluar mutiara banyak 🤣🤣
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
jadi, apakah Haoyue yang ingin diperkenalkan oleh Lan Peijun? sepertinya iya, dan sekarang dia membuat Muzhi cemburu karena Yunru membantu Haoyue 🤣🤣
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: iya ada kak, waktu itu, dimana Lan Peijun ngasih mutiara itu buat Yunru kak 🤭
total 2 replies
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
hahha, Muzhi dibuat cemburu sama putra duyung /Facepalm/
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
Yunru, kenapa kamu lepas begitu saja, kasian dia /Scream//Scream/
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
ahhh, ini pasti pria tampan lagi, ihhh. pengen liat juga, aku mau jadi kolektor pria tampan /Awkward//Slight/
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
wahh, pulau sumu duyung 🙀, apakah nanti ada pria tampan lagi 🙀🙀
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!