Indonesia
NovelToon NovelToon
Selingkuhan Berhasrat

Selingkuhan Berhasrat

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mafia / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nona Clue

Keluarga suamiku merendahkanku setiap hari, aku di jadikan babu di rumah itu, rumahku sendiri. Tapi suamiku tak peduli, ia hanya bisa terus berselingkuh dengan wanita di Bar.
Satu malam, aku mabuk berat dan tidur dengan pria asing yang ku temui di parkiran, kami melakukannya di mobil.
"Ah...lakukan dengan pelan." Kataku, karena hanya itu yang bisa ku balas pada dunia yang menyakitiku.
Tapi aku tak tau, pria itu ternyata....ketua organisasi paling berbahaya di kota ini.
Sekarang aku terjebak
Antara pernikahan yang akan membunuhku pelan pelan, atau pria yang bisa membunuhku dalam semalam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Clue, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9 Fakta

"Semuanya hancur karena kesalahanku" satu tetes air mata jatuh. Clare menggelengkan kepalanya

"Seharusnya aku mendengar apa kata semua orang" Clare berdiri. Ia melangkah ke arah laci sisi ranjang. Lalu Clare membuka laci itu dan mengambil sesuatu

"Ma... Maafkan Clare," Clare mengelus bingkai foto itu. Lembut. "Dulu, Clare bantah perkataan mama hanya karena Hans, laki-laki itu. Sekarang Clare tahu kenapa mama melarang hubungan Clare dan Hans," ujar Clare. Suaranya terisak. "aku menyesal, ma" lalu ia memeluk bingkai foto Ibundanya sembari menangis menyaksikan kehancuran

Siang berganti malam

Di meja makan. Hans, dan keluarganya sudah bersiap untuk menikmati makan malam yang di siapkan koki

"kak, pokoknya malam ini si Clare itu nggak usah di kasih makan, biarin aja dia mati kelaparan" dengan wajah yang mengerut Lena mengatakan itu di depan seluruh keluarga termasuk Bianca

Hans hanya melirik Lena dengan wajah yang kebingungan

Lena yang melihat itu langsung bicara dengan keras "kok ekspresi kaka begitu, Kaka kasian sama dia, masih cinta!?" ujar Lena dengan nada yang sedikit tinggi

"Kaka nggak liat ini" Lena menunjuk lukanya yang di sebabkan oleh Clare "dia hampir bunuh aku sama mama" Lena melirik nyonya Letha, mengedipkan mata

"bener apa yang di katakan Lena, Hans. Dia hampir membunuh mama dan Lena, apa kamu masih mencintai dia, lalu bagaimana dengan Bianca?!" sahut nyonya Letha

Hans melirik ke arah nyonya Letha lalu melirik ke arah Bianca. "bukan begitu, masalahnya sekarang kita butuh dia" jawab Hans

"butuh apalagi, semua harta dia sudah kita ambil" ujar nyonya Letha

"jadi, Dewana group mengajukan kontrak kerjasama kepada Anata group, itu adalah perusahan nomor satu di kota ini. Dan sekarang permintaan kerjasama itu di setujui, tapi yang ngurus berkas itu adalah Clare, aku tidak mengerti. kalau ditolak. kita rugi seumur hidup, jadi kita butuh Clare" Ujar Hans, berbisik. telunjuknya menunjuk Lena untuk naik ke tangga

Lena mengerti dengan isyarat Hans, dan bergegas menghampiri Clare

"kak Clare" panggil Lena. Tok... Tok... Tok... Pintu terketuk pelan. halus. Tak ada jawab dari dalam

namun Clare mendengarnya

di dalam. Clare sedang berdiri di balkon, mengenakan pakaian tidur, jendela kamar terbuka, angin yang dingin menguasai ruangan itu

Lena sudah mengetuk pintu kamar Clare berkali-kali namun ia tak juga ingin membukanya

Langkah langkah kaki yang berjalan menyusuri anak tangga terdengar, Clare tersenyum tipis.

"aku udah ketuk berkali-kali ketuk tapi nggak ada jawaban" bisik Lena, namun masih terdengar

"nggak ada tanda kehidupan di dalam, Kak. Apa dia mati ya!?" ujar Lena

Hans mencoba membuka pintu itu namun terkunci, semua usaha sudah mereka kerahkan namun tak ada hasil

"Clare! Clare! Buka pintu ini, aku tahu kamu di dalam!" teriak Hans "Kalau nggak di buka juga aku akan dobrak, aku perlu bicara sesuatu"

Clare hanya menyimak dari arah balkon, tertawa kecil "aku sudah tahu apa yang ingin kalian bicarakan, dan aku tak peduli" gumamnya

"tunggu saja! Aku akan dobrak pintu ini sekarang juga" teriak Hans lagi

tak lama suara hentakan keras muncul

DARRR!!

DARRR!!

DARRR!!

Pintu akhirnya terbuka, mereka semua masuk mata semua orang langsung menyapu ranjang dan seluruh sudut kamar, lalu menemukan Clare sedang berada di balkon

"Clare! keterlaluan kamu! Kami berteriak dari tadi kamu sama sekali tak menjawab, apa kamu bisu!" ujar nyonya Letha, ia langsung menghampiri Clare

"untuk apa aku menjawab sekumpulan orang seperti kalian" jawab Clare, ia melirik nyonya Letha lalu mengalihkan pandangannya

"apa apaan sikapmu ini, Clare. Beliau adalah mertuamu, kamu tidak sopan berbicara seperti itu!" sahut Bianca, matanya melirik Hans

"jika kamu ingin mengajariku tentang sikap, lebih baik ubah dulu sikapmu itu yang suka merebut suami orang lain" ujar Clare, tenang

"jangan buat aku untuk bersikap kasar padamu, Clare!" teriak Hans

Clare menatap Hans, lalu tersenyum sinis "bukannya kamu selalu seperti itu, Hans. jangan bicara seolah kamu adalah pria yang sangat lembut di sini, tak ada yang akan tertipu!"

"CLARE!!" bentak Hans, lalu ia terdiam

"Sudahlah, jangan bahas yang sudah berlalu, aku di sini ingin meminta maaf atas sikapku sebelumnya padamu, aku sungguh menyesal" Hans menundukkan kepala

"jangan bicara terlalu banyak, percuma aku tak akan pernah memaafkan mu"

Hans mengangkat kepala, matanya melotot, ia akan segera marah, namun teringat hal yang sudah menjadi incarannya dari tadi

"kamu dulu tidak sep—" ujar Hans

"Stop!" Potong Clare "Jangan berbicara masa lalu yang memuakkan itu, aku berubah bukan karena siapa-siapa, itu karena mu!"

"KAMU!"

"Aku udah sabar nggak ngomong dari tadi ya, cuma tinggal maafin aja apa susahnya sih!" sahut Lena

Clare melirik Lena dengan tatapan yang tajam "lalu apa gunanya polisi kalau semuanya bisa di selesaikan dengan kata maaf"

"kamu sudah keterlaluan, Clare. Hanya kata maaf kamu tak Sudi memberikannya!" sambung nyonya Letha

Clare menatapnya juga dengan amarah

"APA DENGAN KATA MAAAF SEMUANYA BISA BERUBAH, APA DENGAN KATA MAAF KALIAN BISA MENGEMBALIKAN MBOK LASTRI KESINI!" teriak Clare pecah, matanya berkaca-kaca

"ouh......" jawab Hans, santai sembari menepuk tangan. kecil

"jadi, hanya karena itu kamu tidak mau memaafkan kami. Hanya karena seorang pembantu seperti dia!"

Clare mendekat ke arah Hans, mendekatkan wajahnya dengan penuh amarah. Jarak mereka hanya beberapa jengkal lagi

"hanya kamu bilang!?" Clare tertawa kecil "Dia bukan hanya pembantu bagiku. Dia adalah ibu keduaku. Dia adalah orang yang selalu merawat ku dari kecil" Clare mendekatkan lagi tubuhnya "DAN KAMU DENGAN TEGANYA MEMECAT DIA!!" Bentak Clare, napasnya berantakan

"masalah apa sih yang kamu punya!!" sahut Bianca "mbok Lastri di pecat waktu itu karena dia tidak sopan kepada majikannya, kak Hans juga memecatnya karena emosi sesaat, kalau kamu ingin mbok Lastri kembali bekerja di sini ya suruh dia balik lagi" ujarnya nyolot

"bener tuh apa kata kak Bian, kamu mempermasalahkan apa!" jawab Lena

Clare melirik Bianca, tatapannya murka

"asal kalian tahu!" Clare menatap mereka satu persatu "malam di saat kamu!" Clare menunjuk Hans "memecat mbok Lastri! DIA MENINGGAL SAAT ITU!" air mata mengalir di pipi Clare, ia tak kuasa menahan nangis

mereka semua kaget lalu saling tatap, namun tak menunjukkan respon bersalah

"kalaupun seperti itu, itu bukanlah kesalahan kami, itu karena mu. Jika kamu tak pergi malam itu tak mungkin mbok Lastri di pecat oleh Hans" ujar nyonya Letha, santai

"mama, benar." Hans melirik nyonya Letha *tentu dia sudah meninggal* batinnya

1
Zyren Vale
W untuk mbok Lastri ❤️‍🩹
Zyren Vale
noo mertua matre 🥲
Zyren Vale
belum apa - apa udah tegang aja nih🗿
Zyren Vale
halo kak, aku mau baca kalau ada waktu, jangan lupa saling support 😇
Starval
Waduh kak jadi takut, jangan lupa mampir ya kak saling suport
Maharani Martosono
😄
Nona Cloe: rating dong kak, makasih 😘🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!