Indonesia
NovelToon NovelToon
Dinikahi Calon Ipar

Dinikahi Calon Ipar

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:32.9k
Nilai: 5
Nama Author: REZ Zha

Ini bukan tentang pengkhianatan atau perselingkuhan.

Ditinggal kabur calon suami sehari sebelum pernikahan demi wanita lain adalah hal memalukan bagi Kanaya. Namun, terjebak dalam pernikahan darurat dengan Yudha, calon adik iparnya yang 7 tahun lebih muda dari usianya, jauh di luar bayangannya.

Tanpa cinta, tanpa persiapan, dia harus memulai hidup seatap dengan laki-laki yang lebih pantas menjadi adiknya.

Inilah kisah dua jiwa yang dipaksa bersatu demi sebuah nama baik. Apa yang terjadi dengan kisah mereka setelah menikah? Akankah rumah tangga mereka bisa bertahan? Apakah rasa cinta akhirnya tumbuh di antara mereka berdua?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon REZ Zha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rumah Yudha

Matahari kian meninggi, namun, perburuan Kanaya dan Yudha belum juga membuahkan hasil. Sejak pukul sembilan pagi, mereka sudah menyisir jalanan demi berburu rumah kontrakan. Sayangnya, belum ada satu pun tempat yang memikat hati. Mengingat mereka hanya ingin menyewa selama tiga bulan, Kanaya bersikeras mencari rumah yang sudah dilengkapi perabotan siap pakai selain tempat tidur. Alasan utamanya karena ia malas jika harus direpotkan dengan urusan angkut-mengangkut barang.

Hingga menjelang azan Dzuhur berkumandang, pencarian mereka masih nihil, padahal kriteria mereka tidak muluk-muluk, hanya ingin hunian yang nyaman dan strategis dari tempat kerja mereka berdua.

"Sudah masuk jam makan siang, sebaiknya kita isi perut dulu sebelum lanjut mencari ke tempat lain," ajak Yudha. Ia ingin mereka beristirahat sejenak, makan siang, sekaligus menunaikan salat sebelum kembali menyusuri jalanan.

"Oke," sahut Kanaya setuju, matanya menyapu deretan ruko di sepanjang jalan yang mereka lewati. "Kita mau makan di mana?"

"Sekitar satu kilometer dari sini ada restoran khas Sunda yang enak banget. Kebetulan aku sering makan di sana. Mau coba?" tanya Yudha meminta persetujuan.

Kanaya mengangguk pasti. "Ya sudah, ke sana aja."

Setir mobil pun segera berputar arah menuju restoran rekomendasi Yudha. Rumah makan itu terletak agak tersembunyi dari hiruk-pikuk kota. Namun, deretan mobil yang padat di area parkir menjadi bukti bahwa kelezatan masakan di sana bukan rahasia lagi.

"Selamat siang, apa sudah melakukan reservasi sebelumnya, Kak?" Pegawai restoran dengan senyum ramah menyambut langkah mereka di pintu masuk.

"Belum, Mbak. Apa masih ada tempat yang kosong?" Yudha khawatir tidak mendapat tempat melihat ramainya pengunjung.

"Masih ada dua area yang tersisa, Kak. Mau di lesehan teras samping atau di private room?" tawarnya sopan.

"Private room."

"Lesehan aja."

Jawaban yang keluar serempak itu saling berseberangan membuat pegawai restoran sempat bingung.

"Di lesehan aja!" tegas Kanaya, langsung mengambil kendali keputusan.

"Jadi, mau pilih lesehan aja, Kak?" Pegawai itu kembali bertanya, kali ini menatap Yudha untuk mencari kepastian.

Sambil mengulas senyum pasrah, Yudha akhirnya mengalah. "Ya sudah, Mbak, kami pilih yang lesehan aja."

"Baik, Kak. Mari silakan!" Pegawai restoran mengantar mereka ke teras samping restoran. Dan meninggalkan mereka setelah sampai di tempat untuk dilayani oleh pramusaji yang lain.

Teras terbuka itu menghadap ke arah taman yang dipenuhi rimbunnya bunga-bunga cantik, menciptakan suasana yang begitu asri dan teduh. Sayangnya, ketenangan itu mendadak terusik. Sekelompok wanita di sebelah meja yang di-booking oleh Kanaya dan Yudha, menciptakan kebisingan yang kontras dengan kenyamanan tempat tersebut.

​Kanaya mendesah, merasa tak nyaman dengan keributan di dekat mereka. Meski ia sendiri kerap berkumpul bersama sahabatnya, tak pernah sekalipun mereka tertawa terbahak-bahak hingga mengganggu kenyamanan orang lain di sekitar mereka.

​Di sisi lain, Yudha hanya menanggapinya dengan seulas senyum tipis. Itulah alasannya ia memilih private room, agar mereka nyaman tak terusik dengan pelanggan lain yang datang. Sayangnya Kanaya mempunyai pilihan sendiri.

​"Mau pindah ke private room aja?" tawar Yudha, kembali mempertimbangkan opsi awalnya.

​Kanaya menggeleng pelan, enggan beranjak. "Nggak usah, nggak apa-apa, di sini saja."

​Tak lama kemudian, seorang pramusaji lain datang menghampiri sambil meletakkan dua buku menu di atas meja. "Silakan, Kak," ucapnya ramah.

​Kanaya langsung membuka lembaran menu. "Menu andalan di sini apa?" tanyanya.

​"Gurame sama nila bakarnya enak, tumis jamurnya juga sedap. Kalau kamu suka pedas sambal cuminya wajib dicoba," jawab Yudha, seolah bertindak sebagai pemandu kuliner sekaligus pemilik restoran favoritnya itu.

​Tanpa perlu berpikir panjang, Kanaya segera menentukan pilihannya. "Oke, kalau begitu saya pesan nila bakar sama tumis jamur. Minumnya orange juice aja."

"Kalau saya nasi timbel, Mbak. Minumnya disamakan aja tambah air mineral dua." Yudha lalu menyebut pesanan sendiri.

"Baik, Kak. Saya samakan lagi pesanannya. Satu nasi timbel, satu Nila bakar plus nasi, satu porsi tumis janur, dua orange juice dan dua air mineral. Ada tambahan lagi?" Pramusaji memastikan tidak ada pesanan yang terlewat.

"Itu aja, Mbak," jawab Yudha seraya mengeluarkan kartu ATM dari dompetnya. "Pakai debet ya, Mbak." Karena sudah terbiasa bertransaksi di sana,Yudha menyiapkan alat pembayarannya.

"Baik, Kak. Mohon ditunggu sebentar." Pramusaji lalu meninggalkan meja mereka untuk memberitahu koki agar menyiapkan pesanan mereka juga memproses pembayaran.

"Tempat ini recommended banget. Aku sering ke sini sama rekan-rekan kantor." Tanpa ditanya, Yudha bercerita. "Next, kita makan di restoran favorit kamu." Walau dia menyetujui rencana berpisah tiga bulan ke depan, dia tetap berusaha mengakrabkan diri dengan Kanaya. Setelah mereka berpisah, ia tak ingin mereka saling bermusuh karena di antara mereka berdua tidak pernah ada masalah.

"Oke," jawab Kanaya singkat menanggapinya. "Aku mau dzuhur dulu, di sini ada mushola-nya, kan?" Kanaya mengalihkan pembicaraan. Dia ingin memanfaatkan waktu tunggu untuk menjalankan sholat Dzuhur.

"Ada di depan toilet," sahut Yudha.

"Kamu nggak mau sholat dulu?" tanya Kanaya karena Yudha tak bersiap-siap.

"Kita gantian aja, kamu dulu, deh," sahut Yudha.

"Oke." Kanaya bangkit, meninggalkan Yudha untuk melaksanakan ibadah.

Yudha memperhatikan punggung Kanaya hingga menghilang di balik pintu. Senyumnya terkulum melihat Kanaya tak meninggalkan ibadah. "Mas Yogi, Mas Yogi, wanita sebaik ini malah diabaikan." Yudha menyayangkan tidakan sang kakak. Walaupun belum lama mengenal Kanaya, tapi ia yakin Kanaya seorang wanita yang baik.

***

Sekitar satu jam mereka berada di restoran. Setelah menghabiskan makanan dan beristirahat sejenak, Mereka pun beranjak meninggalkan restoran itu.

"Ke mana kita sekarang?" tanya Kanaya setelah mereka kembali ke dalam mobil.

"Rumah pribadiku sepuluh menit dari sini." Kalimat yang diucapkan Yuda menyiratkan keinginan agar Kanaya mau diajak ke rumahnya.

"Oh ya?" tanya Kanaya terkejut.

"Mau mampir ke sana? Sebentar aja, mungkin kamu suka tinggal di sana." Dengan tersenyum lebar, Yudha menyampaikan harapannya.

Kanaya tak langsung menjawab dan berpikir, sebelum akhirnya ia membalas, "Oke, kita mampir ke rumah kamu sebentar." Tanpa diduga Yudha, Kanaya justru menyetujui berkunjung ke rumah pribadi miliknya.

Senyum Yudha merekah, tentu saja ia senang melihat reaksi Kanaya yang tak menolak diajak ke rumahnya.

❤️❤️❤️

Bersambung ...

Nb:

Seperti yg aku cerita di novel Bella, kalo aku pernah bikin GA di novel Candramaya kalau kisah itu masuk bab terbaik. Nyatanya novel itu gagal dan ga dapet reward.. karena itu aku pilih 3 akun yang konsisten kasih dukungan sampai novel Kemuning. (cuma novel Kemuning pindah PF)

3 akun ini masing² dapat hadiah top up pulsa/e-wallet @100k

Untuk novel Kanaya aku juga mau kasih @100 untuk 3 orang kalau novel ini bisa masuk sampai 40 bab terbaik.

Syaratnya ikutin terus novelnya. Baca, kasih like dan komen² menarik. Nanti akan dipilih 3 akun dengan dukungan dan komentar menarik. Siapapun bisa ikutan ya. Jadi jangan lupa tinggalkan jejaknya. Makasih

1
Ernalita Sitompul
senangnya jadi Kanaya
sryharty
co cwiit kalian ini
Naya Yuda bener2 terbaik
Rika Fitriana
ajak kanaya main k'rmh mmh yudha biar wulan tambah iri melihat perhatian yudha k'kanaya
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋
Oalah Wulan, Wulan... semoga kelak aku ngga punya menantu kayak Wulan 🥺🥺
Juwitae
Wulan nih penyakit hati di piara.. bahagia selalu Naya dan Yudha
sunaryati jarum
Up rutin lagi, Thoor
sunaryati jarum
Wulan perasaan irimu terhadap perhatian mertuamu kepada Kanaya itu berlebihan.Kamu tidak bekerja kamu bisa memberi perhatian pada dirimu sendiri.Kamu itu di tempat mertua segala kebutuhan rumah tangga tercukupi kamu dan suami hanya mengeluarkan untuk kebutuhan pribadi.Sedsngksn Yudha dan Naya sejak awal perkawinan menanggung semua kebutuhan rumah tangga sendiri, masalah Mbak Atin dipindah karena Naya belum mampu mengerjakan pekerjaan rumah tangga,saat ini bau mengalami morning sicknes.Wulan itu sok- Sokan mengancam pulang ke Bali, memanggil orang tuamu mampu mencukur kebutuhan harian seperti mertuamu.Sudah hidup enak masih kurang.Yogi sekarang terbuka ya sifat asli istrimu
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ fjR𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ
disana Wulan selalu diliputi rasa resah gelisah merasa kurang di perhatikan,merasa diabaikan padahal hatinya sendiri yang gak menerima keadaan.sedang Kanaya begitu menikmati masa2 kehamilannya,suami yang perhatian dan pengertian.
Yogi kurang perhatian sama Wulan,sibuk kerja sampai lupa kalau istrinya juga butuh dukungan.
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ fjR𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ
baru ketahuan kan sisi lain Wulan yang suka iri.
Septi
tahan dulu Yud... sabar🤭
Septi
akhirnya. selamat
ρυтяσ kang'typo✨
Atin g sabar buat cerita masalah tentang Wulan, sampe keceplosan pas di ajak ngobrol sama Kanaya🤭🤭🤭
ρυтяσ kang'typo✨
Wulan lagi hamil tapi pikiran'y selalu negatif, awas loh nanti bahaya g buat kesehatan mu 😌😌
nuraeinieni
jgn di bikin jahat dong thor peran wulannya,,,kasian,di bikin sabar biar wulan nyaman tinggal di rumah mertua.
sunaryati jarum
Dobel up Thoor
sunaryati jarum
Wulan kamu harus tahu diri dan bersabar,juga hilangkan sikapmu yang sombong dan sok berkuasa mentang- mentang menantu dari majikan para ART.Ingat yang membayar gaji ART mertuamu buka Yogi atau kamu.Seharusnya kamu malu Yudha yang muda mandiri kamu masih menumpang,tapi tidak masalah,toh mertuamu juga suka,tapi kehamilan kamu jangan kau jadikan alat untuk mendapatkan kasih sayang seperti yang diterima Kanaya.Asal sifat iri, sombong,sok berkuasa kau hilangkan mertua dan ART respect sama kamu.Ingat kau hamil pikiran ,hati,dan perilaku harus bersih nanti berdampak pada fisik dan aura bayimu.Jika hatimu bersih bayimu juga ceria dan bersinar.Namun jika hatimu penuh dengan iri ,dengki dan sombong, jangan harap bayimu beraura bersinar.Efek jadi menantu kaya jangan untuk sombong,tiru perlakuan ibu mertuamu saat minta ART mengerjakan sesuatu.Tuh Atin di rumah Naya sangat karena terbebas dari sifat arogan dan sombongmu
Ernalita Sitompul
wulan,kamu harus extra sabar,semua itu terjadi bukan niat mertuamu membedakan kalian tp semata mata krn proses awal yang jauh dari biasanya saat pernikahan diantara kalian,mertuamu lebih cemas pd rumahtangga Yudha krn insiden dr Yogi..yakinlah jika wulan tenang dan sabar,perlahan ibu mertuamu akan menyesali tindakannya..
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ fjR𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ
lama2 Wulan stres karena terlalu mengharap perhatian lebih.kasihan bayinya kalau ibunya banyak memendam pikiran karena ingin perhatian lebih.nanti jadi iri dengki.jalani sajalah hidupmu,buat dirimu sendiri bahagia tanpa iri melihat orang lain.
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋
Akhirnya sifat asli Wulan lama-lama jadi ketahuan deh 😁
sunaryati jarum: Benar
total 1 replies
Selin Tari
di tahan dulu y papa Yudha 🤭🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!