Aisyah dokter 23 tahun harus terjebak dalam pernikahan yang awalnya dia pikir semua baik-baik saja, tetapi ternyata kecelakaan 5 tahun lalu di saat dirinya masih remaja mengakibatkannya terikat dalam pernikahan itu.
Rahasia besar yang disembunyikan banyak orang kepadanya. Pria yang dia nikahi, ternyata menerima perjodohan dari orang tuanya karena memiliki maksud tertentu darinya.
Lalu bagaimana Aisya menjalani pernikahannya, di saat dia merasa semua baik-baik saja dan ternyata pernikahannya hanyalah sebuah kebohongan yang menyakiti hatinya, karena perbuatan orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
Mari harus membaca karya saya dari awal sampai akhir, jangan lewatkan sedikit pun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 9 Masa Lalu
Aisyah malam ini sedang melaksanakan sholat istikharah, Aisyah sholat di dalam kamarnya, terasa begitu hening dengan tiupan angin yang masuk dari jendela dengan tirai yang menari-nari, tetapi tidak menghalangi Aisyah untuk menyelesaikan sholatnya.
Setelah selesai sholat dengan khusyuk, Aisyah tidak lupa mengadakan tangannya ke atas langit.
"Ya Allah, Aisyah akan memasuki tahap yang baru dalam pernikahan, rumah tangga, ibadah yang paling terpanjang, ya Allah Aisyah akan menikah dengan laki-laki yang sudah Aisyah kenal, laki-laki yang baik, bertanggung jawab, Aisyah mengakui itu karena Aisyah mengenalnya dengan baik,"
"Tetapi kembali lagi, Aisyah menyerahkan semua kepada engkau, sesungguhnya jodoh, maut dan rezeki hanya engkau yang menentukan, berikan ketenangan hati kepada Aisyah jika pernikahan ini harus terjadi, hilangkan rasa keraguan di dalam diri Aisyah jika memang beliau bisa menjadi imam yang baik untuk Aisyah di masa depan, tuntunlah pernikahan kami menjadi pernikahan yang sakinah mawadah warohmah,"
"Jika pintu hati kami masih tertutup untuk tidak membuka jalannya cinta, maka bukalah pintu itu, biarkan kami menjalani pernikahan dengan perasaan yang mengalir seperti air, bukaka lah pintu hati hamba untuk menerima beliau tanpa keraguan dan begitu juga dengan sebaliknya, sesungguhnya hanya kepadamu hamba memohon, menyerahkan semua ini,"
Aisyah berdoa dengan suaranya yang lembut, meminta segala sesuatu yang harus dia ungkapkan, bercerita kepada sang pencipta, minta petunjuk dan ketenangan hati.
Jika Aisyah saat ini bercerita kepada Tuhannya, untuk memasuki bahtera rumah tangga yang baru dengan awal cerita yang baru dan maka berbeda dengan Kaivan.
Pria tampan berkulit putih itu berdiri di depan nakas, membuka laci, mengambil bingkai foto yang terbalik, dan kemudian bingkai foto itu dia lihat, seorang wanita tampak tersenyum lebar, yang berfoto dengan Kaivan.
Wanita yang mungkin saja baru merayakan kelulusan dari universitas, karena foto tersebut terlihat berdiri bersebelahan bersama Kaivan memakai toga dan bunga yang indah sedang dia peluk.
"Seperti apa yang telah kamu katakan, Kamu tidak akan pernah pergi, kamu akan tetap ada dan saat ini aku menikah karena kamu ada," ucap Kaivan.
"Aku tidak mengkhianati kamu Cindy, karena wanita yang aku nikahi tidak lain karena kamu ada di dalam dirinya," ucap Kaivan dengan memejamkan mata, memeluk foto itu.
Sepertinya ada kerinduan besar yang terpendam selama ini.
Flashback
..."Kamu di mana Cindy?"...
Kaivan yang berada di dalam mobil sedang mengirim pesan melalui wa.
..."Aku sedang di jalan dan saat ini sedang menyetir,"...
..."Bukankah aku mengatakan akan menjemput kamu di bandara,"...
..."Aku ingin memberikan suprise, sudahlah lagi pula aku sudah lama tidak mengelilingi Jakarta, jadi aku ingin menyetir sendiri dan yang pertama aku temui adalah kedua orang tuaku, lalu setelah itu aku akan menemui kamu,"...
..."Lalu setelah bertemu denganku? Apa yang akan kamu lakukan?"...
..."Aku akan melamarmu agar menikah denganku, kamu tahu bahwa impianku adalah hanya menikah denganmu,"...
..."Memang aku mau menikah denganmu?"...
Kaivan cukup lama tidak mendapat balasan ketika pertanyaan itu dia katakan kepada kekasihnya, Kaivan menunggu dengan gelisah sampai akhirnya beberapa menit mendapatkan telepon dari ponsel sang kekasih.
"Cindy ada apa?"
"Pemilik ponsel mengalami kecelakaan tragis...." Kaivan kaget mendengar suara tersebut memberitahu bahwa kekasihnya yang baru saja berbalas pesan dengannya mengalami kecelakaan.
Flashback Off
Masa lalu yang terjadi 7 tahun lalu, kembali teringat pada Kaivan tidak bisa melupakan kekasihnya, kecelakaan tragis yang dialami kekasihnya mengakibatkan nyawa kekasihnya melayang setelah mendapat perawatan beberapa hari di rumah sakit.
Kaivan tidak pernah menjalin hubungan dengan wanita manapun selain Cindy, wanita terakhir yang pergi meninggalkannya tanpa berpamitan.
*****
Aisyah ternyata sampai tertidur di atas sajadah, mukena masih dipakai di tubuhnya, kepalanya ke kiri dan ke kanan dengan dahi yang berkeringat, suara nafasnya terdengar begitu sesak, Aisyah saat ini sepertinya mimpi buruk, Aisyah tidak mampu mengendalikan dirinya yang meremas mukenanya dengan sangat kuat.
Aisyah ternyata saat ini berada di dalam mobil, kecelakaan dahsyat yang mengakibatkan mobilnya terguling sampai beberapa kali, sampai akhirnya mobil itu terbalik, kepalanya keluar dari jendela mobil.
Aisyah mengingat kejadian beberapa tahun yang lalu, saat dia buru-buru pergi dari rumah yang harus mendaftarkan diri ke universitas untuk memasuki kuliah kedokteran.
"Aisyah...."
"Aisyah...."
"Aisyah..."
Rahma yang kebetulan lewat dari pintu kamar putrinya yang terbuka sedikit dan melihat kondisi putrinya yang keringat dingin dan seperti mimpi buruk membuat Rahma membangunkan Aisyah dengan menggoyang-goyangkan tangan Aisyah.
"Tidak!!!!!!!
Aisyah tersadar dari mimpi buruknya langsung terduduk dengan nafas naik turun.
"Aisyah kamu baik-baik saja?" tanya Rahma terlihat begitu khawatir.
"Bunda!" Aisyah langsung memeluk Rahma. Rahma bisa merasakan tubuh bergetar putrinya itu yang sangat ketakutan.
"Kamu mimpi buruk?" tanya Rahma.
"Bunda Aisyah, memimpikan kecelakaan itu, Aisyah takut Bunda, Aisyah takut," ucap Aisyah dengan suaranya bergetar.
Rahma memeluk sang putri begitu erat.
"Jangan takut, Bunda ada di sini bersama kamu, Bunda tidak akan membiarkan kamu sendirian, kamu jangan mengingat-ingat hal itu lagi, itu akan membuat kamu semakin sakit," ucap Rahma.
Aisyah menganggukkan kepala, bahkan dia sampai menangis, kecelakaan tragis itu hampir saja merenggut nyawanya, merenggut seluruh impiannya, tetapi Tuhan masih sayang kepadanya dan memberi kesempatan Aisyah saat ini sudah pulih dari kecelakaan, menjadi dokter yang hebat, menyelesaikan kuliah kedokterannya dengan waktu yang cepat, melanjutkan dengan mengambil spesialis onkologi.
Karir Aisyah benar-benar berjalan dengan baik dengan dunia kedokteran yang dia tahu orang yang selalu memberikan doa dan berusaha untuknya adalah bundanya, karena di saat dia meraih semua impian itu, permasalahan rumah tangga kedua orang tuanya benar-benar buruk, tetapi Aisyah mampu melewati semua itu.
********
Amira menemani Aisyah melakukan fitting baju pengantin. Aisyah terlihat begitu cantik menggunakan gaun pengantin berwarna putih, syar'i yang bener-bener sangat anggun dikenakan oleh sahabatnya itu.
"Hmmmmm, cantik sekali sahabatku, aku harus memotret dan mengirim kepada kak Kaivan, dia harus tahu jika calon istrinya begitu cantik menggunakan gaun ini," ucap Amira buru-buru mengambil ponselnya.
Belum sempat Aisyah melarang sudah terdengar suara cek rek berapa kali.
"Amira jangan mengirimnya!" tegas Aisyah menatap horor.
"Issss, kanapa sih, aku harus mendengarkan reaksi dari Kakak ketika melihat calon istrinya begitu cantik mengenakan gaun pengantin ini, aku yakin dia akan semakin jatuh cinta pada kamu," ucap Amira.
"Aisyah, kamu jangan terus-menerus mempermalukanku di depan kak Kaivan, lagian kamu juga tidak boleh mengirim-ngirim seperti itu kepadanya, kamu tidak melihat aku tidak memakai hijab, kami belum menikah belum sah menjadi suami istri jadi tidak muhrim!" tegas Aisyah.
"Tapi, kan ini hanya..."
"Aku mengatakan jangan dikirim dan maka jangan!" tegas Aisyah penuh penekanan kepada Amira.
"Baiklah, aku tidak akan mengirim kepada kak Kaivan karena aku menghargai privasi sahabatku ini, sudah jangan marah-marah seperti itu, menyeramkan sekali jika marah-marah tidak jelas," ucap Amira.
"Kamu sih membuatku kesal," sahut Aisyah
"Iya-iya, ya sudah kalau begitu aku saja yang berfoto dengan kamu!" Amira tidak puas jika tidak selfie dengan Aisyah.
Aisyah hanya pasrah, mengikuti semua kemauan Amira yang memang sangat ceria, tetapi sudah pasti Aisyah sangat terbiasa dengan kebiasaan sahabatnya itu dan memang harus lebih banyak-banyak bersabar saja.
Bersambung.....
suaminya loh ....pengantin baru looh