[Based On True Story]
Sihir yang di kirim oleh Maduku, telah menghancurkan segalanya. Rumah tangga yang ku bina, kini harus porak poranda akibat obsesi gila dari seorang wanita, bernama Sukma.
Akan kah aku bisa melawan semua sihir yang di kirimkan oleh Sukma padaku? Aku, Laila, inilah kisah hidupku yang harus rela tubuhnya di gerogoti oleh penyakit yang sengaja di kirimkan oleh Madu busukku. Ingin tau kisah hidupku dalam berjuang melawan ilmu hitam?
Yuk ikuti kisah Laila, stay tune hanya di NovelToon ♥
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kiki Purwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 10
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 1,5 jam. Akhirnya aku sampai di rumah orang tuaku. Ku ketuk pintu rumah berkali-kali. Berharap Ibu belum tertidur pulas.
Untungnya, pada ketukan ketiga, Ibu membuka pintu. Matanya membulat sempurna ketika melihat kedatanganku. Ya, semenjak menikah dengan Mas Yanto, aku tak pernah sekali pun di izinkan untuk pulang ke rumah ini.
Padahal, Ibu ku kini hanya tinggal seorang diri. Ayahku sudah lama sekali meninggal akibat sakit yang di deritanya. Dan akulah, anak satu-satunya yang mereka miliki.
"Ibuuu," aku langsung memeluk Ibu dengan erat. Air mata tak dapat lagi ku bendung. Kerinduan ini akhirnya terobati juga.
"Sukma, sama siapa kamu kesini? Mana suamimu?"
"Aku ingin masuk dulu Bu. Setelah ini akan Sukma ceritakan semuanya."
Ibu pun membawaku masuk. Setelah itu, Ibu membuatkan ku segelas teh hangat. Usai meminum teh buatan Ibu, aku mulai menceritakan apa yang terjadi dalam hidupku. Semuanya, semuanya ku ceritakan tanpa ada yang terlewat.
Ibu menangis saat mendengar ceritaku. Mungkin tak menyangka, jika anak satu-satunya diperlakukan tak manusiawi oleh suaminya sendiri.
💮💮💮 SM
Dua bulan sudah aku tinggal bersama Ibu. Berkali-kali juga Mas Yanto datang ke rumah ini untuk mencariku. Beruntung Ibu selalu bisa mengelak. Tetangga disini juga mau membantuku. Karena mereka tau, keadaanku yang sebenarnya seperti apa.
Pagi ini, seperti biasa aku akan ikut Ibu berjualan di pasar. Namun nahas, kejadian yang tak di inginkan menimpa Ibuku. Ibu meninggal seketika setelah sebuah mobil menabraknya dengan sangat kencang.
Kini, hidupku sebatang kara. Aku tak mempunyai siapa-siapa lagi di dunia ini. Sepeninggal Ibu, hidupku semakin menderita. Hidup di bawah kemiskinan, membuat hidupku terlunta-lunta. Untung saja aku masih memiliki rumah ini sebagai tempat berteduh.
Kehidupanku benar-benar Malang. Hidup sebatang kara dan aku hanya mampu bekerja sebagai pemulung. Hinaan dan cacian dari orang-orang sudah menjadi makanan sehari-hari ku.
Kesabaranku benar-benar di uji dengan mulut-mulut sampah tersebut. Hingga suatu hari, kesabaranku sudah habis. Dendam dalam diriku membara ketika diriku diperlakukan bak seorang hewan. Dari situlah aku bersumpah, akan membuat hidup siapa saja yang berani menghinaku menjadi sengsara.
Dan itu dapat ku wujudkan setelah bertemu dengan Ki Kusmo. Dialah yang mampu merubah hidupku. Setelah bertemu dengannya, hidupku perlahan berubah. Meski pun banyak yang harus aku korban kan. Termasuk harga diriku. Ya, untuk mendapatkan kemudahan hidup, aku harus mau menjadi budak se*s untuk Ki Kusmo.
Aku tak masalah, yang terpenting aku tak hidup di bawah garis kemiskinan lagi. Ditambah, aku bisa membalaskan sakit hatiku kepada mereka yang sudah menghina diri ini.
💮💮💮
Kehidupanku semakin makmur. Walaupun bisa di bilang aku tak kaya-kaya amat. Tapi setidaknya aku tak perlu susah lagi bekerja sebagai pemulung.
Kedatangan keluarga Mas Aldo semakin merubah hidupku. Apalagi, aku sudah menyimpan rasa pada Mas Aldo ketika pertama berjumpa. Selain ramah, dia juga terkenal dengan orang kaya. Tentu saja ini menggiurkan untukku.
Meski pun Mas Aldo telah memiliki istri dan dua orang anak. Tapi itu tak menutup keinginanku untuk mendapatkan Mas Aldo. Di bantu dengan Ki Kusmo, aku berusaha untuk mendapatkan lelaki pujaanku itu.
Namun ada harga mahal yang harus aku bayar. Tapi tekadku sudah bulat. Akan ku lakukan cara apa pun untuk mendapatkan Mas Aldo. Akhirnya, dengan memberanikan diri, aku meminjam sejumlah uang pada seorang rentenir dengan jaminan sertifikat rumah Ibu.
Karena aku yakin, nantinya aku bisa membayar semua hutang-hutangku. Selain Cinta pads orangnya, tentu saja aku pun Cinta pada hartanya. Maka dari itu aku meminta Ki Kusmo untuk memberikan pelet yang benar-benar ampuh dan ingin Mas Aldo benar-benar berada di bawah kendaliku.
💮💮💮
Benar saja, tak butuh waktu lama. Aku sudah bisa mendapatkan Mas Aldo. Semua yang aku inginkan selalu di kabulkannya. Aku dilimpahkan dengn kasih sayang dan juga harta.
Tak sia-sia aku mengeluarkan uang yang banyak jika hasilnya sungguh sangat memuaskan. Kini, Mas Aldo benar-benar di bawah kendaliku. Semua yang aku perintahkan selalu diturutinya.
Namun satu yang masih belum bisa aku wujudkan. Yaitu menyingkirkan istri sah Mas Aldo. Hingga kami menikah dan menjalani biduk rumah tangga. Mas Aldo tak pernah mau menceraikan istrinya itu.
Menyerah? Tentu saja tidak. Tanpa sepengetahuan Mas Aldo, akan ku buat Laila menjadi wanita lemah dan penyakitan. Akan ku siksa tubuhnya perlahan. Hingga saatnya tiba, akan ku pastikan, Laila akan meninggal dengan cara mengenaskan.
📍 flashback off
"Sayang, kita sudah sampai," tepukan di bahu, membuyarkan ingatanku di masa lalu.
Karena terlalu asyik melamun, aku bahkan tak tau jika sedari tadi sudah sampai di halaman rumah.
"Kamu kenapa melamun terus?" tanya Mas Aldo padaku.
"Ah, nggak kok Mas. Aku hanya capek saja,"
"Ya sudah, sekarang kita masuk. Terus istirahat,"
Aku pun mengangguk.
Masuk ke dalam rumah, suasana sunyi begitu terasa. Ya, meski pun aku sudah lama menikah dengan Mas Aldo, tapi kami belum di percaya memiliki momongan. Padahal, aku berharap sekali bisa mengandung dan memiliki anak dari Mas Aldo. Dengan begitu, perhatian dan semua harta Mas Aldo bisa ku kusasai penuh.
Sungguh, aku tak rela jika Mas Aldo masih memberikan uang kepada Laila dan anak-anaknya. Sepertinya aku harus mulai menghasut Mas Aldo agar tak lagi memberikan mereka uang. Biar saja, biar hidup mereka semakin menderita. Bagus lagi jika mereka semua menjadi gembel.
Aku yakin, Mas Aldo pasti akan menuruti keinginanku ini. Karena, bagaimana pun sekarang, hidup Mas Aldo berada di bawah kendaliku. Semua bisa ku ambil dengan mudah dari Laila. Kecuali satu, yaitu memiliki Mas Aldo seutuhnya.
Lihat saja, sebelum Mas Aldo bisa menjadi milikku seutuhnya. Dan semua harta jatuh ke tanganku. Akan ku pastikan, hidup Laila dan anak-anaknya akan menderita.
Bersambung...