Tiara, gadis desa berparas cantik jelita yang sebenarnya anak dari orang berkecukupan tiba-tiba dipaksa menikah dengan lelaki yang dikenal memiliki banyak istri. Ternyata hal itu karena orang tua Tiara memiliki hutang piutang yang cukup besar yang tidak diketahui oleh Tiara.
Padahal saat itu Tiara sedang menjalin hubungan asmara bersama pemuda tampan dari desa sebelah, akan tetapi kehidupan pemuda itu yang memang dibawah rata-rata membuat orang tua Tiara menentang hubungan itu.
Hingga pada akhirnya pernikahan itu pun terjadi. Bersamaan dengan itu pemuda yang menjadi kekasih Tiara mendapatkan penganiayaan yang sengaja dilakukan oleh orang suruhan suami Tiara.
Hingga beberapa tahun kemudian, roda kehidupan mereka berputar. Bagaimanakah jalan cerita Tiara bersama suaminya, bersama pemuda itu, setelah beberapa tahun tak bertemu?
Notes: Budayakan like dan komentar ya guys 👍 Yang tak suka boleh langsung skip, jangan menghujat. Dilarang plagiat!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MAY.s, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10
Dewi keluar bersama Lisa dengan membawa mobil pribadi milik Dewi. Keduanya sengaja tidak pamit kepada Sarwo meski tadi berpapasan dengan Sarwo yang masih belum selesai sarapan. Sikap Sarwo sendiri sangat cuek kepada kedua istrinya itu. Sudah ada Tiara yang saat ini menjadi kesayangannya. Kedudukan Dewi dan Lisa sudah lengser setelah kehadiran Tiara sebagai istri ketiga Sarwo.
Dewi menghentikan mobilnya begitu tiba di sebuah restoran elite yang ia datangi.
"Cuma mau ke sini?" tanya Lisa terheran-heran.
Lisa pikir sesuatu yang indah dan menyenangkan kata Dewi tadi itu adalah pergi mencari brondong bayaran, seperti kebiasaan mereka ketika lagi galau mereka akan mencari pria bayaran untuk kemudian bercinta dengan bebas hingga puas.
"Tunggu setelah ini. Kita harus punya tenaga buat melihat keseruan nanti," ujar Dewi sambil kemudian keluar dari mobilnya, di susul juga Lisa.
Di restoran itu Dewi dan Lisa memilih ruang privasi. Di sana mereka makan dengan sangat nikmat, meski terkadang hati mereka sangat dongkol kepada Sarwo jika teringat yang tadi.
"Mbak, bagaimana caranya supaya kita bisa mengandung secepatnya? Sia-sia saja kalau akhirnya kita tidak dapat apa-apa dari harta mas Sarwo. Huh, aku tuh sakit hati banget sama Tiara itu. Enaknya kita apain ya dia?" ucap Lisa sesaat setelah mereka selesai makan.
"Buat apa susah-susah mikir mau hamil anak si Sarwo? Aku sih ogah! Nggak sudi!" balas Dewi.
"Ya kalau emang nggak sudi hamil anak mas Sarwo kita kan bisa mengandung benih dari brondong-brondong kita, ya nggak? Uuh... Jadi pingin kan," ujar Lisa yang kemudian Dewi langsung tertawa ngakak mendengarnya.
"Kalau kamu mau lakukan! Aku tidak mau hamil, walau dengan siapapun. Merawat anak itu cuma merepotkan diri sendiri. Yang bikin happy itu harta, cuan yang nggak bakal habis sampai koit entar. Hahaha..."
Lisa hanya bisa geleng-geleng sendiri mendengar pengakuan Dewi. Walau tujuan mereka mau dinikahi Sarwo hanya karena demi harta, akan tetapi Lisa tetap ingin memiliki seorang anak yang lahir dari rahimnya sendiri. Anak yang bisa menemani dan menjaga dirinya saat masa tua nanti.
Kemudian Lisa meraih handphonenya. Wanita itu sudah mengobrol manja dengan pria brondong yang biasa ia bayar untuk memuaskan n4fsunya.
"Baiklah, kita bertemu di tempat biasanya, Sayang. Mmuaach..." Kemudian Lisa mengakhiri telponnya.
"Aku punya rencana seru, tapi kalau kamu mau indehoy ya silahkan. Aku bisa melakukannya sendiri. Asal entar kamu menyesal kalau harta Sarwo jatuh ke tanganku semua!" ucap Dewi seketika membuat bola mata Lisa menatap heran bercampur penasaran.
"Memangnya kamu mau berbuat apa? Mau membunuh Tiara?" tanya Lisa.
"Lebih dari yang kamu duga, Say. Mau ikut tidak?"
Lisa nampak ragu. Tetapi jika ia tidak mengikuti ajakan Dewi, dan jika akhirnya nanti Dewi benar-benar berhasil merebut harta kekayaan Sarwo, bukankah ia yang paling rugi sendiri nanti?
"Ya sudahlah, aku ikut kamu. Awas saja kalau entar nggak seru! Aku mau kamu yang bayar sewa cowok brondong ku!" ancam Lisa. Sudah terbayang mau asyik-asyik terpaksa gagal lantaran menerima ajakan Dewi yang menggiurkan.
Kemudian Lisa membatalkan rencana bercintanya dengan pria brondong langganannya. Setelah itu Dewi dan Lisa keluar dari restoran itu untuk menuju suatu tempat yang Lisa sendiri tidak tahu mau dibawa ke mana oleh Dewi.
Hingga kemudian mobil itu berhenti di terminal kota, barulah Dewi keluar dari mobilnya. Sedangkan Lisa tetap diam di dalam mobil, rasa penasarannya semakin menjadi melihat interaksi Dewi dengan seorang pria yang mirip preman.
Tak lama setelah itu Dewi masuk lagi ke mobilnya. Wanita itu tersenyum puas sambil menunjukkan sebuah botol kecil berisi cairan bening kepada Lisa.
"Apa ini?" tanya Lisa penasaran. Saat ingin memegang botol itu Dewi tidak mengijinkan.
"Ini cairan pencabut nyawa. Hahaha..." Dewi tertawa dengan keras, sudah senang lebih dulu karena apa yang sudah ia rencanakan setelah ini akan berhasil.
"Racun?" Lisa ingin memastikan.
Dewi mengangguk sambil tersenyum miring.
"Untuk siapa? Tiara?"
"Bukan, manis. Racun ini untuk Sarwo kamu!" kata Dewi sangat santai. Sorot matanya terpancar penuh kebencian kepada Sarwo.
Mendengar itu Lisa bukannya kaget, justru ia bertambah penasaran bagaimana konsep yang sudah disiapkan Dewi untuk bisa melenyapkan Sarwo.
*
Fajar untuk Embun hadist