FOLLOW DULU, BARU BACA
"Aku sayang kamu, Ra!"kata laki-laki itu, yang menatap gadis didepannya sendu.
"Sayang kata kamu? Bukannya kamu, sayang Dinar? Kemana kamu yang dulu?"ujar gadis itu,
"Maafin aku Ra, kita mulai dari awal ya?"seru laki-laki itu yang bernama Aksa,
"Aku gabisa Sa, dulu aku yang berjuang tapi dia yang mendapatkan! Dulu aku mati-matian mempertahankan, tapi kamu? Enggak menghiraukan. Emang bener ya cinta, bisa buat orang buta! Ternyata dulu, aku bodoh banget ya! Aku suka sama cowok, yang nyatanya gamau menghargai perjuangan aku selama ini, inget ya. Aku gak benci sama kamu, aku pergi dulu Sa! Jaga diri kamu baik-baik, dan yang terakhir jangan cari aku lagi sa,"jelas Qiana perlahan meninggalkan Aksa,
"Maafin gue, gue emang cowok bodoh! Gue buang berlian, demi sebuah batu kerikil. gue sayang lo Ra!"ujar Aksa seraya menatap punggung Qiana yang semakin menjauh, dari hadapannya.
•••
Tentang sebuah perjuangan, yang tidak pernah di hargai sama sekali. Memperjuangkan seseorang, yang tak mencintai kita. Tentu saja sakit, akan ada masanya kita akan lelah dengan semua ini.
Akankah Qiana, akan terus-terusan memperjuangkan Aksa?
Atau, dia memilih pergi?
Begitupun dengan Aksa, apakah dia lekas sadar dengan perjuangan Qiana Atau, dia akan berbalik arah. Dan memperjuangkan Qiana?
Bukan hanya kisah cinta mereka yang akan menemani kalian, tetapi juga dengan yang lainnya.
Start : 29 Maret 2020
Pengen tau? Ikuti terus kisahnya,
DIHARAPKAN FOLLOW SEBELUM MEMBACA, SIAPKAN HATI KALIAN!
BAPER? SEDIH? GREGET? BAKALAN JADI SATU:)
Mohon maaf, jika ada kesamaan nama tokoh,alur, dll. Ini murni, pemikiran saya sendiri. Plagiat, dilarang mendekat!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nabilaaaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
10. Anggota Baru
Malam harinya, mereka berenam datang ke markas besar Alastar. Seperti apa yang dikatakan oleh, Haris wakil ketua dari Alastar.
Mereka di sambut baik, oleh semua anggota. Lalu mereka di giring ke ruang perkumpulan, banyak anggota yang sudah menunggu mereka.
Mereka sempat bingung, mengapa banyak sekali anggota yang di kumpulkan?
Haris pun menghampiri Aksa dan para sahabatnya,
"Gue Haris, wakil ketua Alastar. Dengan ini gue akan, melantik kalian sebagai anggota baru Alastar. Apakah kalian bersedia?"jelas Haris.
Penjelasan Haris, membuat mereka menganga. Bagaimana bisa, mereka di lantik dalam Alastar.
Karena mereka tahu, Alastar tidak akan sembarangan untuk memilih anggota. Apalagi dalam mempertahankan, kejayaannya.
Sejak dulu, dan sampai sekarang. Alastar dan Tinder, tidak pernah akur. Tinder, merasa iri karena Alastar selalu berada di titik puncak kejayaannya.
"Lo serius bang?"tanya Aksa, tidak menyangka.
"Gue serius, karena kita udah berunding! Karena dalam kamus Alastar, dibutuhkan solidaritas yang tinggi! Saling menjaga, dan melindungi. Gue yakin, kalian pasti bisa!"jawab Haris,
Mereka berenam memandang Haris dan anggota Alastar, penuh haru. Mereka tidak menyangka, jika mereka akan ikut berkecimpung ke dalam geng besar penguasa jalanan.
Semuanya berdiri, membuat lingkaran. Karena akan ada pengucapan, janji Alastar yang diikuti oleh semua anggota.
"KAMI ALASTAR, AKAN BERSUMPAH. DENGAN SEMBOYAN KAMI, NDANG RAUSAH MARAI NEK RAK GELEM MATI! BERJANJI,"ujar Haris keras,
"Kami Alastar, akan bersumpah. Dengan semboyan kami, Ndang rausah marai nek rak gelem mati! Berjanji,"Kata semua anggota,
"SATU, AKAN TETAP MEMPERTAHANKAN KEJAYAAN!"
"Satu, akan tetap mempertahankan kejayaan!"
"DUA, TIDAK ADA KATA MENYERAH DALAM KAMUS KAMI,"
"Dua, tidak ada kata menyerah dalam kamus kami,"
"TIGA, MENJUNJUNG TINGGI SOLIDARITAS, TIDAK ADA PENGHIANAT!"
"tiga, menjunjung tinggi solidaritas, tidak ada penghianat!"
"EMPAT, KALIAN ASIK, KAMI SANTAI. KALIAN USIK, KAMI BANTAI! ALASTAR, BRUTALITAS SAMPAI TUNTAS!"
"Empat, kalian asik, kami santai. Kalian usik, kami bantai! Alastar, brutalitas sampai tuntas!"
Janji Alastar, akan di ucapkan. Ketika ada pelantikan anggota baru, semua anggota wajib mengikutinya. Mereka merayakannya, dengan memesan makanan delivery.
Tidak dengan alkohol, maupun yang lainnya. Karena di dalam Alastar, mereka memang tidak di perbolehkan untuk menyentuh minuman haram itu. Kalian melanggar? Akan di berikan konsekuensi, yaitu di keluarkan secara tidak hormat.
"Satu lagi bro, disini gada yang namanya untuk mencoba minuman haram. Karena itu sudah menjadi keputusan Gema dahulu, kalian ada masalah? Cerita aja ke kami, kami akan tetap bantu. Jika kami tidak bisa membantu kalian, minimal memberikan saran lah!"jelas Agam,
Mereka berenam mengangguk patuh,
Wakil ketua Alastar, Haris. Dan inti anggota Alastar, membawa mereka ke ruangan khusus. Dimana ruangan itu dulu, hanya bisa dimasuki oleh Gema, Haris, dan inti Alastar lainnya.
Sesampainya diruangan itu, mereka di persilahkan masuk dahulu dan di ikuti yang lainnya.
"Ini ruangan apaan, bang?"tanya Bryan.
"Ruangan kita, yang nantinya akan jadi ruangan kalian!"jawab Raga,
"Hah?!"
"Iya, kalian akan jadi next generation Alastar! Terutama lu, Aksa!"kata Agam, yg membuat Aksa bingung.
"Gausah di fikiran, ntar kalian tau sendiri!"ujar Haris,
Mereka mengangguk paham,
"Salah satu, diantara kalian waktu itu ada yang tanya, soal kenapa Alastar sama Tinder ga pernah damai kan?"ucap Agam.
Raut wajah Bryan, berubah menjadi sedikit panik.
"Haduh mati gue,"gumam Bryan.
Pandangan yang lainnya, jatuh ke Bryan. Mereka ingin tertawa, saat melihat raut wajah Bryan yang sedang panik.
"Itu bang, sebelah Rey yang tanya!"sahut Gara jahil,
Bryan hanya bisa memasang wajah nya dengan masam,
"Udah santai aja, kita bakalan jawab pertanyaan kalian kok!"kata Abib, yang melihat perubahan wajah Bryan.
Bryan akhirnya, bisa menghela nafasnya lega.
Haris mulai menjelaskan, "jadi dulu itu kami berteman, Alastar sama Tinder. Sama-sama penguasa jalanan, sama-sama kuat, tidak ada bendera perang diantara kita! Sampai ada masanya, dimana ketua Tinder. Dia menyukai, gadis yang disukai oleh Gema. Awalnya Gema tidak tahu, sampai akhirnya. Ketua Tinder, yang bernama Leksmana. Menculik, gadis itu dia membawanya ke suatu tempat."jeda Haris, dia pun melanjutkan kembali. "Nama gadis itu adalah, Astrid. Pacar Gema, Leksmana udah di butakan sama yang namanya cinta. Astrid dibawa ke gudang, dia di sekap. Gema akhirnya nyusul Astrid, buat nyelamatin diikuti oleh kita. Tapi, sayang waktu leksmana ingin menembak Gema. Astrid yang kena,"
"Kalian bisa simpulkan sendiri,"jelas Rian
Masih terlihat jelas di wajah Haris, masih ada rasa kecewa di balik sorot matanya. Perlu kalian tahu, jika Astrid adalah sepupu seorang Haris.
Agam mendekati Haris, untuk menguatkan sahabatnya itu.
"Jadi, Astrid pacar Bang Gema. Dia tertembak saat, leksmana ingin menembak Bang Gema?"ujar Fajar memberikan kesimpulan,
"Iya, seperti itu! Kita ga bisa ceritain semuanya, karena kita belum bisa. Kita masih nungguin, Gema buat bangun! Dan menceritakan lebih lengkapnya,"kata Abib
"Lalu siapa, yang menusuk Gema?"tanya Aksa,
"Dia, Dewa wirasanjaya! Ketua baru Tinder,"jawab Raga.
Tangan Aksa mengepal kuat, detik itu juga dia keluar dari ruangan dan menutup pintunya dengan keras. Sebelum keluar, dia mengatakan.
"Serang Tinder sekarang!"
Mereka hanya bisa melongo, termasuk Haris dan teman-temannya.
"Dia kenapa?"tanya Haris,
"Bang lu serius, ketua baru Tinder Dewa?"ujar Gapin memastikan,
"Serius,"
"Aduh mati kita, gue yakin dia nemuin Dewa!"sahut Rey,
"Ada apasih, sebenernya?"tanya Rian.
"Mereka berdua itu, musuhan bang!"jawab Rey
Serentak, membulatkan matanya.
"Apa?"teriak mereka,
"Kita keluar dulu bang, nyusul Aksa!"pamit Bryan,
"Ayo!"
Mereka semua keluar, kecuali Haris dan inti Alastar.
"Bagus deh, kalo mereka ga akur! Kita bisa tahu, kemampuan Aksa seperti apa. Dia punya jiwa emosi yang tinggi, kayak sih Gema!"ujar Haris.
"Bener juga, intinya kita ga salah. Pilih mereka buat gabung ke Alastar,"kata Agam.
"Ke rumah sakit, sekarang?"tanya Rian,
"Iya, abis itu kita pantau Aksa sama teman-temannya!"jawab Haris,
***
Di tempat lain, Dewa malahan mengunjungi Qiana. Di tempat kerja nya, dia menunggu di depan.
Sampai akhirnya, Qiana keluar dari tempat kerjanya dan kembali untuk pulang.
Dewa sengaja, mengikuti Qiana. Qiana menyadari ada yang mengikutinya, langsung menghentikan langkahnya.
"Kamu? Ngapain ngikutin aku,"tanya Qiana.
Dewa sempat terpaku, karena kecantikan Qiana. Dewa pun turun dari motornya,
"Gue mau minta maaf, soal kemarin! Sorry ya, gue ga bermaksud!"jawab Dewa,
"Kamu tenang aja, aku udah maafin kamu kok! Udah dulu ya, aku mau pulang! Udah malem,"ujar Qiana.
Saat hendak pergi, pergelangan tangan Qiana di tarik oleh Dewa. Hingga, Qiana menabrak Dada bidang Dewa.
Pandangan mereka, kemudian beradu. Dewa merasakan, ada desiran hangat dalam hatinya.
Dari arah belakang, ada satu motor yang turun. Tiba-tiba orang itu, membogem wajah Dewa. Hingga membuat Qiana terpekik,
Bugh
Dewa merasakan denyutan nyeri, di pipinya. Kemudian, dia kembali memukul orang itu.
Bugh
Duel antara Dewa, dan orang itu semakin panas. Hingga akhirnya, Qiana menghentikan mereka.
"Stop!"teriak Qiana,
Tapi, teriakan Qiana tidak membuat mereka berhenti. Hingga akhirnya, Qiana mencoba untuk menengahi mereka.
Tetapi malahan dia yang terkena Bogeman dari Aksa,
Bugh
Qiana jatuh tersungkur ke tanah, Dewa yang melihat Qiana tersungkur pun langsung menghampiri dia.
"Qiana,"teriak Dewa
Qiana terus-terusan memegangi pipinya, rasa sakit dan nyeri berkalut menjadi satu.
Aksa malahan menarik Dewa, dia menghajar Dewa habis-habisan. Untung saja, mereka berlima cepat sampai. Karena posisinya, Dewa sudah tak lagi berdaya.
"Berhenti anjing,"teriak Gara. dia turun, lalu memisahkan Aksa dan Dewa.
Sedangkan Rey dan Bryan, membantu Qiana berdiri.
"Lepasin gue *******,"ujar Aksa emosi.
Wajah tampan, dari Gara malahan terkena bogeman dari Aksa.
Tinggal Fajar dan Gafin, Fajar melerai Aksa. Sedangkan Gafin, membawa Dewa yang sudah tidak berdaya.
Qiana menghampiri Dewa, Qiana terduduk dan dia memangku kepala Dewa di pahanya.
"Dewa, maafin aku ya! Ayo kita ke rumah sakit,"kata Qiana
Dewa tersenyum,
"Gausah, gue gapapa! Biarin gue disini ya?"ujar Dewa.
"Enggak, kamu harus ke rumah sakit! Ayo Rey, Bryan! Bantuin aku,"kata Qiana.
Hingga akhirnya, Dewa kehilangan kesadarannya. Qiana semakin panik, dia menepuk-nepuk pipi Dewa.
"Dewa, Dewa! Ayo bangun, ayo bantuin aku! Bawa dia ke rumah sakit,"kata Qiana menahan tangisnya.
Masih tidak ada respon, dari mereka. Karena mereka semua terpaku, dengan kejadian yang terjadi tadi.
Qiana berdiri, lalu memohon kepada Fajar.
"Fajar, bantu aku hiks. Bantu aku bawa, Dewa ke rumah sakit hiks. Ayo fajar,"kata Qiana menggoyangkan tangan Fajar, seraya menangis.
Aksa masih diam, dia merasa ada yang aneh di dalam hatinya. Hingga akhirnya, Fajar pun tergerak. Dia tidak bisa, melihat perempuan menangis di depannya.
"Ayo, gue bantu!"ucap Fajar,
Qiana menyeka air matanya, lalu tersenyum kepada Fajar.
"Makasih, kamu bawa Dewa dulu ke rumah sakit, aku mau bicara sama Aksa! Nanti aku nyusul,"kata Qiana.
Fajar hanya mengangguk, dia tidak mau ikut campur dalam masalah hubungan sahabatnya. Dia pun menyetop taksi, yang ada sedang lewat.
"Neng, abang Bryan! Mau ikut Fajar ya,"sahut Bryan.
"Iya, terserah kamu!"
Fajar dan Bryan, membawa Dewa ke rumah sakit terdekat.
Disini tertinggal, Gara, Rey, Gafin, Aksa dan Qiana.
Qiana menghampiri Aksa, dengan perasaan kecewa.
"Kamu kenapa sih? Apa mau kamu, kamu kan udah putusin aku! Jadi, jangan ganggu aku lagi!"kata Qiana,
Pernyataan Qiana, membuat Aksa sedikit tersentak.
"Siapa yang ganggu lo? Jadi cewek kepedean amat,"ujar Aksa sewot.
"Terus, kenapa kamu serang Dewa?"tanya Qiana,
"Lo gak perlu tahu, karena itu urusan gue sama dia!"jawab Aksa,
"Itu jadi urusan aku, karena Dewa sekarang teman aku!"kata Qiana,
Apa teman? Kaget, mereka semua.
"Aduh ****** tuh, kecolongan!"celetuk Rey, yang tidak bisa mengontrol mulutnya.
Rey pun mendapat injakan dari Gara, dia juga mendapat jitakan dari Gafin.
"Mulut lu Rey!"kesal Gara,
"Maap aih, kelepasan!"
Aksa menghampiri Qiana, dia mencengkeram erat bahu Qiana.
"Jauhin dia,"ujar Aksa dingin.
"Apa hak kamu?"kata Qiana,
"Jauhin dia Qiana Almahyra!"bentak Aksa.
Qiana mengerjapkan matanya, untuk menetralisir rasa sakit apa yang dia rasakan.
Setelah itu, Aksa melepas cengkeramannya. Dia pun beranjak pergi,
"Gar, anterin dia pulang!"ujar Aksa kepada Gara,
"Aku gamau Aksa, aku mau ke rumah sakit! Aku mau ketemu Dewa,"teriak Qiana.
"Aduh puyeng gue, anter pulang atau ke rumah sakit nih?"sahut Gara,
"Bawa pulang, kalo sampe lo ketauan bawa dia ke rumah sakit! Abis lo sama gue, besok!"kata Aksa,
Gara pun membawa Qiana untuk naik motornya,
"Gara, anterin aku ke rumah sakit ya!"pinta Qiana,
"Sorry, gue ga bisa!"ujar Gara.
Qiana hanya bisa menghela nafas nya pasrah,
Gara pun melajukan motornya, dan menjauh dari tempat itu.
Di perjalanan, terjadi keheningan. Sampai akhirnya, Gara membuka suaranya. Karena dia tidak suka, suasana hening.
"Ra, muka lu. Kena tonjok Dewa? Kok lebam gitu,"tanya Gara.
"Oh ini, gapapa kok! Bukan Dewa yang ngelakuin, tapi Aksa!"jawab Qiana.
Seketika itu, Gara memberhentikan motornya secara mendadak.
"Lo serius?"tanya Gara lagi,
"Iya, udah lah. Gapapa juga akunya, besok juga sembuh!"jawab Qiana menyakinkan Gara,
••• From Qiana•••
Haii come back again,
Gimana?
Tim siapa nih?
#QianaAksa
Atau
#QianaDewa
Spam next terus sayang,
Jangan lupa untuk votement!
Aku ganti nih jadi aku double update:)
See you next part...
kan di wp kaka udh gak up lagi
greget banget gue sama aksa & dinra