didunia ini dimana sihir adalah segalanya, sedangkan Kyle Rouseyn dianggap sebagai yang terlemah dalam bidang sihir
Kyle adalah murid kelas 2 akademi sihir reveign yang terkenal karna menghasilkan banyak kandidat hero, semua murid dan orang orang menganggap kyle tidak akan pernah bisa menjadi hero. kyle tidak memperdulikannya, dia terus berusaha untuk membuktikan dirinya bisa menjadi hero
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon satria satsu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kualifikasi turnamen sihir
Bel pulang berbunyi. semua murid pada pulang dari akademi sedangkan kyle pergi ke tempat latihan untuk berlatih
Saat kyle sampai di tempat latihan, ia melihat abel yang sudah berlatih lebih dulu
Abel menyadari keberadaannya kyle
"Kau juga mau berlatih, kyle?" tanya abel sambil kelelahan karna habis berlatih
"Ya, aku juga mau berlatih" jawab kyle
"Mau latihan bersama?" tanya abel ke kyle
Kyle tersenyum dan bersemangat lalu menjawabnya
"Ya, ayo latihan bersama"
Setelah itu, kyle dan abel berlatih bersama cukup lama. Awalnya mereka mulai berlatih di sore hari, sekarang sudah malam hari
"Sudah dulu ya latihannya, kyle?" tanya abel sambil mengemasi barang barangnya
"Ya, aku juga mau pulang" jawab kyle
Kyle dan abel akhirnya pulang, mereka berjalan pulang secara bersama
"Kita berpisah disini, arah rumah kita berbeda" ucap kyle
"Ya, sampai ketemu besok untuk mendaftar turnamen sihir" ucap abel dengan semangat
Saat kyle sudah sampai dirumah dan membuka pintu, ia melihat bahwa ternyata hari ini ada tamu yakni keluarganya celia
"Aku pulang" ucap kyle setelah membuka pintu
"Kakak lama sekali, tidak seperti biasanya" ujar tiara dengan nada marah
"Maaf maaf, aku tadi berlatih dulu dengan abel" ucap kyle sambil menenangkan tiara
Celia yang disamping tiara langsung terkejut setelah mendengar itu
"Kau sekarang jadi sangat dekat dengan abel ya?" tanya celia dengan perasaan kecewa dan cemburu
"Bukan begitu, kami hanya tidak sengaja bertemu di tempat latihan. Itu saja" jawab kyle dengan gugup
"Sudahlah, ayo kesini" ucap arthur dari kejauhan
"Aku akan ganti baju dulu" ucap kyle
Setelah kyle ganti baju, ia pergi ke ruang tamu yang ada keluarganya dan keluarganya celia
"Katanya kau ikut turnamen sihir, kyle" ucap ibunya celia
"Ya, aku ikut turnamen sihir" ujar kyle dengan santai
"Kau tidak ikut karna di paksa arthur kan?" tanya ibunya celia
"Tidak kok, aku memang ingin ikut turnamen sihir" ucap kyle dengan tegas
"Apa kau sudah berlatih, kyle?" tanya ibunya sambil menatap kyle
"Sudah ibu, aku sudah berlatih ketas untuk turnamen sihir" jawab kyle dengan serius dan semangat
"Jadinya kau bisa saja melawan arthur, itu bagus untuk meningkatkan kekuatanmu" ucap ibunya sambil memegang tangan kyle
"Memang sih" ujar kyle
"Aku akan melawanmu sekuat tenaga jika kita bertemu" ucap arthur dengan semangat
"Aku juga, aku pasti akan mengalahkanmu" ucap kyle dengan semagat juga
Besok paginya saat kyle berjalan di halaman akademi, ia melihat ada banyak orang yang mengerumuni arthur saat dia ingin mendaftar
"Murid terkuat memang populer ya" gumam kyle
Kyle masih berdiri agak jauh dari tempat pendaftaran dan melihat murid murid mengerubungi arthur. Ia mendengar beberapa bisikan dari murid murid di sekitarnya
"Lihat itu, itu arthur. Dia pasti yang menang"
"Kurasa tidak ada yang bisa mengalahkannya"
"Semua murid yang ikut hanya akan jadi mainan" bisik murid murid di sekitar kyle
"Arthur, aku pasti akan mengalahkanmu" gumam kyle dengan semangat
Setelah kyle bilang begitu, ia dihampiri oleh abel
"Kau ikut ya, ku kira kau akan mundur dari turnamen sihir" ucap abel dengan nada yang sombong dan sedikit bercanda
"Aku pasti ikut, aku akan memenangkan turnamen sihir ini" ucap kyle dengan percaya diri
"Ayo mendaftar, kyle" kata abel sambil narik kyle ke tempat pendaftaran
"Baiklah baiklah" ucap kyle
Kyle dan abel akhirnya mendaftar untuk turnamen sihir
"Setelah ini akan ada babak kualifikasi untuk mencari 16 peserta terbaik yang akan memperebutkan posisi pertama. Total peserta yang ikut adalah 64" ucap kepala akademi di dekat tempat pendaftaran
"Semoga kau lulus kualifikasi, kyle" ucap abel dengan semangat
"Ya, aku pasti lulus. Kau juga harus lulus" ucap kyle dengan percaya diri
Babak kualifikasi pun dimulai. Tiap peserta yang jadi lawan kyle, berhasil dikalahkan dengan mudah hingga kyle lulus kualifikasi. Sedangkan abel cukup kesulitan untuk kualifikasi tapi tetap lulus, dan arthur lulus kualifikasi dengan sangat mudah
"Babak kualifikasi telah selesai. Besoklah turnamen sihir yang sebenarnya akan dimulai dan sudah ada 16 peserta yang terpilih" ucap kepala akademi setelah babak kualifikasi
Kyle berjalan kembali ke kelasnya, saat sudah dikelas....ia tiba tiba disorakin satu kelas
"Selamat, kyle" ucap seluruh murid di kelas
"Kalian jangan terlalu berlebihan, turnamen sihir yang sesungguhnya baru akan dimulai" ucap kyle dengan tegas
"Kami tahu, tapi kami juga harus memberikan ucapan selamat karna kau telah lulus kualifikasi" ujar loyd dengan suara yang keras
"Aku akan berusaha yang terbaik untuk besok" ucap kyle dengan semangat
Bel pulang telah berbunyi, semua murid di pulangkan lebih awal. Setelah itu, kyle pergi ke sebentar ke tempat latihan dan melihat abel yang sedang berlatih sendirian
Kyle menghampiri abel
"Abel, mau berlatih bersamaku?" tanya kyle sambil tersenyum
Abel membersihkan keringatnya lalu menjawab
"Mau mau saja, aku juga bosan berlatih sendirian"
Lalu kyle dan abel berlatih bersama cukup lama yang awalnya mereka berlatih di siang hari, sore harinya baru selesai
"Kita sudahi dulu ya, kyle?" tanya abel sambil kelelahan
"Ya, kita sudahi dulu latihannya" jawab kyle sambil membereskan barang barangnya
"Aku pulang dulu, aku punya urusan" kata abel sambil berjalan pulang
"Ya, hati hati" seru kyle
Sambil berjalan pulang ke rumahnya
Saat diperjalanan pulang, kyle melihat lisia yang sedang duduk sendirian di taman. Ia menghampiri lisia dan menanyakan sesuatu
"Apa yang kau lakukan di sini, lisia?" tanya kyle sambil menatapnya
Lisia kaget saat di tanya kan sesuatu oleh kyle
"Tidak ada, aku hanya ingin duduk disini. Maaf, aku tidak sadar dengan kehadiranmu" jawab lisia dengan santai
"Oh begitu" ujar kyle
"Kenapa kau baru pulang dari akademi?" tanya lisia dengan bingung
Kyle hanya tersenyum lalu menjawabnya
"Aku tadi berlatih dulu saat pulang sekolah"
"Kau ini memang suka lupa waktu kalo sudah latihan" ucap lisia sambil tertawa
"Benar sih, jika sudah berlatih....aku suka lupa waktu" ujar kyle dengan tertawa juga
"Aku pulang duluan, tubuhku sangat lelah dan butuh istirahat" ucap kyle sambil berjalan pergi
Lisia mengangguk pelan dan ia juga pulang kerumahnya. Saat kyle sudah sampai dirumahnya, tiara berlari lalu melompat dan memeluknya
"Aku dengar kakak lulus kualifikasi" seru tiara dengan semangat dan perasaan senang
"Ya, aku memang lulus. Tapi besok adalah turnamen sihir yang sesungguhnya" ucap kyle dengan wajah dan nada serius
"Ibu sudah masak makanan favoritmu, kyle" ucap ibunya sambil tersenyum
Kyle langsung merasa senang dan bersemangat
"Aku akan ganti baju dulu baru makan" seru kyle sambil berlari ke kamarnya untuk ganti baju
Setelah ganti baju, kyle pergi ke meja makan
"Masakan ibu memang sangat lezat" ucap kyle sambil menyantap makanannya
"Jangan bicara jika makan, nanti tersedak" ujar ibunya