Indonesia
NovelToon NovelToon
TiffaNyko 2

TiffaNyko 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Tamat
Popularitas:7.6k
Nilai: 5
Nama Author: fieksel259

Hai semua Ini lapak TiffaNyko 2.
Kelanjutan Kisah cinta Nyko dan Tiffany.
Tak usah banyak spoiler silakan menikmati cerita ini dan jangan lupa untuk mengapresiasikannya.

Thank you for reading :)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fieksel259, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ditinggalkan

🥀🔥Jangan lupa like, vote dan komennya ya 🔥🥀

_______

Daniel mengambil sendok makan milik Natca, "Minta ya" Langsung menyantap makanan itu sesuap. Membuat Natca menatapnya tajam ia merebut kembali sendok itu dan membersihkan sisa mulut Daniel yang ada di sendok itu menggunakan tisu.

"Beli sendiri" Ketus Natca sembari menyantap makanannya.

Daniel tersenyum melihat respon Natca, "Dih ngambek" Mengacak-acak rambut Natca gemas.

"Lutfi?"

Semua yang awalnya sibuk dengan urusan masing-masing kini menatap pada pemilik suara, "Eh Nyko, lo di sini juga?" Tanya Lutfi yang cukup terkejut karena keberadaan Nyko yang ternyata ada di tempat yang sama seperti mereka.

"Iya" Tatapan lelaki itu kini mengarah pada Tiffany yang membuang muka daripadanya.

"Tiffa?!"

"Apa?" Ketus Tiffany.

"Kamu di sini?"

"Kan aku udah bilang mau keluar"

"Tapi kok ke sini?"

"Emang salah? Ini kan restoran langganan aku, lagipula kami juga lapar kok"

"Oh iya, lupa" Nyko melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh kedua sahabatnya yakni menarik kursi ke meja yang di tempati oleh Tiffany dan sahabat-sahabatnya.

"Ish, lo pada kenapa malah narik kursi ke meja kami sih? Sempit tahu" Natca memprotes tindakan yang dilakukan oleh para primadona sekolah itu. Apalagi saat kursi Daniel semakin dekat dengannya, ia merasa risih.

"Numpang doang kok" Ucap Daniel sembari tersenyum manis pada Natca yang malah melemparinya dengan tatapan mata tajam.

Nyko memainkan rambut sang gadis yang kini tengah menyantap makanannya, "Tiffa, aku ada salah ya? Kok kamu murung gitu sih?" Tanyanya dengan nada pelan.

"Nggak apa-apa"

Nyko menghembuskan nafasnya pelan, "Maaf" Ucapnya dengan nada suara lembut.

"Salah kamu apa?"

"Nggak tahu, tapi maaf"

Tiffany berdecih sebal karena Nyko sama sekali tidak mengakui atau malah tak menyadari kesalahannya sendiri. Apa laki-laki itu pikir Tiffany tak tahu dengan siapa dia duduk sedari tadi.

"Kalau mengucapkan maaf itu harus tahu alasannya" Masih dengan nada ketusnya. Tiffany benar-benar kesal pada sang pacar yang tak memberitahunya kalau Nyko akan pergi keluar. Pantas saja laki-laki itu dengan mudahnya menyetujui izin dari Tiffany.

"Ah udahlah, geli gue dengar lo berdua" Lutfi nampak frustasi sendiri akibat melihat kelakuan Tiffany dan Nyko yang terlalu menggelikan untuk dilihat.

"Tahu nih" Sahut Natca dan Gita bersamaan.

"Nih ya, pacar lo itu ngambek gara-gara lo ketemuan sama mantan lo. Paham kan?" Natca menjelaskan secara garis besar mengapa Tiffany bersikap acuh pada Nyko.

Nyko yang mendengar penjelasan itu kini menatap.Tiffany dengan tatapan minta maafnya, "Tiffa"

"Eh gue minta punya lo dong" Tiffany tetap bersikap acuh pada sang pacar. Ia mengambil makanan milik Gita dan mencicipinya.

"Tiffa..." Nyko mengambil helai rambut Tiffany dan memainkannya.

Tiffany yang merasa risih dengan hal 8tu memilih untuk menepiskan tangan Nyko yang mengganggunya, "Awas ah" Judesnya.

"Pelan-pelan"

"Nyko, jangan ganggu aku makan"

"Kenapa sih?"

"Aku lagi nggak mood sama kamu, udahlah"

Terdengar helaan nafas panjang dari Nyko, merasa Tiffany terus menolak kehadirannya di tempat itu ia memilih untuk menuntaskan urusannya. "Oh gitu ya, aku duluan" Nyko bangkit dari duduknya, mengembalikan kursi tadi pada tempatnya lalu melangkah pergi meninggalkan mereka.

"Ish, nyebelin banget sih" Gerutu Tiffany sebal, ia kembali melanjutkan acara makan-makannya dengan suasana hati tak keruan. Bisa-bisanya dia main pergi saja tanpa meluruskan atau memberi penjelasan pada Tiffany mengenai pertemuan Nyko dan juga mantan pacarnya itu.

"Ca, minta dikit napa sih?" Daniel dan Natca kini ribut sendiri tentang urusan makanan. Laki-laki itu terus saja mencoba untuk mencuri makanan Natca tanpa berniat memesan makanan yang sama seperti perempuan itu.

"Beli sendiri Daniel, gak modal banget sih?" Kesal Natca, makan saja sudah sekali karena kehadiran lelaki tersebut. Entah kapan ia akan tentang jika seperti ini ceritanya.

"Gue kalau pacaran sama lo modal kok" Ucap Daniel sembari meminum jus milik Natca dengan santai.

Natca merebut gelas itu dari tangan Daniel dan menaruhnya di samping piringnya, "Terus sekarang lo nggak ada modal gitu?" Ketus Natca sembari menyantap makanannya.

"Lo pacaran sama gue nggak bakal mati kelaparan kok, tenang aja" Mengacak-acak rambut Natca gemas lalu memilih untuk bermain dengan ponselnya. Ia tak ingin mengganggu gadis itu pagi lebih jauh.

"Dih"

"Mulut lo Natca"

"Apa?"

Daniel melirik pada perempuan itu, "Gue sentil baru tahu rasa lo" Gumamnya yang agak tak suka dengan gaya bicara Natca yang frontal.

"Oh aja"

Tak lama kemudian, terdengar dering ponsel milik Tiffany, "Eh bentar ya" Gadis itu melangkahkan kakinya keluar dari restoran itu untuk mengangkat telepon dari Alga. Entah kapan lelaki itu berhenti mengganggunya.

Tiffany mencak-mencak di tempatnya berdiri saat telepon itu ditutup oleh Alga. Laki-laki itu menelponnya hanya untuk mengatakan jika ia akan pergi ke salah satu pusat perbelanjaan. Lalu apa hubungannya dengan Tiffany? Laki-laki itu sungguh sangat menjengkelkan.

"Kyaa"

"Hati-hati" Seorang laki-laki berkata dengan lembut saat ia dengan reflek menahan tubuh Tiffany agar tak jatuh ke aspal. Entah mengapa Tiffany bisa seceroboh ini sehingga ia hampir jatuh akibat kakinya sendiri.

Tiffany berdiri tegak dan menatap lelaki itu, "Nyko?!"

Alis Nyko terangkat sebelah, ia tak menyangka jika respon sang gadis akan sebegitu terkejutnya saat melihat dirinya, "Siapa lagi?" Ucapnya.

"Kata kamu mau pulang"

"Gak ada"

"Lah tadi?"

"Nggak ada"

Tiffany menggembungkan pipinya sebal, laki-laki itu tak habis-habisnya untuk membuatnya naik pitam. "Tahu deh" Matanya kini menatap paper bag yang dipegang oleh sang pacar.

"Kamu mau kemana?" Bertanya dengan pandangan penuh curiga pada Nyko.

"Sana masuk" Laki-laki itu melangkahkan kakinya pergi meninggalkan Tiffany.

"Ih Nyko" Tiffany menarik baju yang dikenakan oleh Nyko. Membuat paki-laki itu menoleh ke belakang untuk menatap kepada Tiffany yang masih memasang wajah sebal namun menggemaskan di mata Nyko.

"Aku masih ada urusan, sayang" Berkata dengan nada suara lembut. Berharap Tiffany melepaskan dirinya.

"Kemana?" Semakin menarik-narik baju lelaki itu.

Nyko tersenyum tipis, ia sudah terbiasa dengan sikap Tiffany yang berubah-ubah, "Tiffa" Melepas paksa tangan Tiffany yang memegang pakaiannya.

"Kamu mau kemana ihh?" Karena tak kunjung dijawab oleh Nyko Tiffany kini meluncurkan kalimat hang sudah berkelana di pikirannya sedari tadi, "Mau ketemu mantan kamu lagi ya?" Tuduhnya.

"Tiffa, aku cuma ada yang harus dibahas aja" Nada suaranya lembut, menunjukkan jika tuduhan itu benar adanya.

"Pelajaran sekolah?"

Tak dijawab.

"Tapi kalau itu tugas sekolah, kenapa Daniel sama Lutfi kok malah nyantai?" Menghentakkan kakinya kesal karena tak diberi respon apapun dari Nyko.

"Sayang"

"Apa sayang-sayang? Nggak ada sayang kalau kamu masih mau ketemu dia" Sebal Tiffany sembari menepiskan tangan Nyko yang terangkat hendak mengacak-acak rambutnya.

"Cemburu, hm?" Gemas sendiri dengan kelakuan sang gadis.

"Aku nggak suka kamu ketemuan sama mantan pacar kamu. Siapa pun itu" Ucap Tiffany penuh dengan penekanan di setiap kata yang ia ucapkan.

"Tapi Tiffa--"

"Ganti kelompok aja kamu, ribet banget" Ucap Tiffany sebal.

Nyko mencubit kedua pipi Tiffany, ia terkekeh geli, "Tambah sayang deh aku" Mengecup pipi itu secepat kilat saking gemasnya.

"Aku nggak, sana temuin mantan kamu. Nggak usah mikir perasaan aku" Usir Tiffany sembari menjauhkan tangan Nyko dari pipinya.

"Jangan ngambek lagi ya, aku pergi dulu" Dan pada akhirnya Nyko benar-benar meninggalkan Tiffany.

"Ish, kurang ajar emang" Gerutu Tiffany sebal saat melihat mobil sport putih itu mulai menjauh.

___

Instagram : fionakesl259

1
wulandari Ndari99
kapan up Thor
Apriana Hikmatul Jannah
cepat up Thor ❤️♥️
Je Moeljani
Annyeong👋👋👋
✓mampir
✓2 like
Sukses dan selalu semangat ya kakak Author❤️❤️❤️
Jangan lupa dukung karyaku ya..
Gomawo🙏🙏🙏
From 'Hope for Happy Ending'
Gustein Arifin👑
ditinggal pergi tiffa nyaho lo nik ih kesel sndri dah
Reza Anggara Reza
thor lma bgt up nya-_
Gustein Arifin👑
lah ini orng satu siapa yah?
Rini Selgina
ngakaaak thor, lanjuut
Gustein Arifin👑
yg rajin thor smingu 2 kali lah ga ksian sma aku...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!