Liam Dawson harus rela kehilangan istri dan calon bayinya,akibat sebuah kecelakaan yang terjadi tepat didepan rumah.Liam harus mengikhlaskan cintanya pergi untuk selama lamanya.
Dunianya luluh lantah seketika.Gairah hidupnya pun sirna tak tersisa.Bayangan tubuh cintanya yang bersimbah darah,dan meregang nyawa dipelukannya selalu saja menghantui fikirannya.
Namun siapa sangka,hanya dalam hitungan bulan ia mampu bangkit kembali dari keterpurukannya.Ia juga kembali merasakn indahnya jatuh cinta.
Tapi setelah saling mencintai,sang pria harus kembali terluka akan sebuah kenyataan pahit yang baru ia ketahui.Kenyataan yang pada akhirnya memisahkan ia dengan cintanya kembali,dan menorehkan luka yang lebih dalam lagi dihatinya.
Kenyataan pahit apakah itu..?
Dan akankah Liam mendapatkan cintanya kembali.? setelah untuk kedua kalinya terluka
Mari kita ikuti kisah CINTA DAN AIR MATA.
Jangan lupa untuk memberikan Vote,Like bagi karyaku ini.Selamat membaca dan terima kasih sahabat..!! 🙏🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zabarra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rumah baru
"Untuk apa kau membeli rumah lagi..?" Selidik Nicholas.
Ketiga pria tampan ini kini tengah melihat melihat rumah yang akan dijadikan hunian baru bagi Liam.
"Aku akan pindah rumah.Aku ingin melupakan semua kenangan pahit itu.Jika tetap disana aku akan sulit untuk bangkit.Cukup aku kenang mereka dalam ingatan dan doaku. (Liam)
"INI BARU TEMANKU..!" ucap Nicholas dan Mark,seraya merangkul pundak Liam.
Akhirnya Liam menjatuhkan pilihan pada rumah dua lantai yang cukup nyaman.Dilengkapi juga dengan kolam renang dan halaman luas dibelakangnya.Liam segera membereskan barang barangnya dirumah lama,dengan dibantu dua sahabatnya itu.
Ia memasukan semua benda kenangan tentang Amanda,kedalam boks boks besar.Yang kemudian,akan ia simpan digudang rumah barunya.Ditatap kembali setiap sudut rumah kenangannya bersama Amanda itu.Dan dengan langkah mantap,ia berlalu meninggalkan segala kepahitan dan kebahagiaan,yang ada didalamnya.
Hari ini Liam akan menemani Mariana,membeli peralatan belajar bagi anak anak asuhnya.Mereka seperti sepasang kekasih yang sedang berkencan.Tawa canda mengiringi langkah mereka berdua.Tak butuh waktu lama,semua keperluan sudah mereka dapat.
"Besok boleh aku membantumu.? menyiapkan makanan untuk anak anak." tanya Liam
"Dengan senang hati aku menerima niat baik mu." (Mariana)
"Kita kekafe ya.? ada Nicholas dan Mark disana." (Liam)
"Aku menurut apa mau supir..!" (Mariana)
"Kau ini..! aku bungkam nanti mulut manismu itu." (Liam)
"Benarkah.! aku ingin lihat dengan cara apa kau membungkamnya." (Mariana)
"Tunggu saja nanti.!" (Liam)
Liam segera melajukan mobilnya kearah kafe,dimana dua sahabatnya sudah menunggu.Nicholas dan Mark nampak tercengang,melihat Liam datang dengan Mariana,disertai tawa yang tersemat dibibirnya.Mereka bedua pun saling bertukar tatap,mungkinkah..?
"Kalian dari mana.? bahagia sekali." (Mark)
"Kami baru saja membeli peralatan tulis.Bagaimana kabar kalian.?" (Mariana)
"Kami baik.! peralatan tulis untuk apa.?" (Nicholas)
"Untuk dibagikan keanak anak jalanan Mariana besok.Lebih tepatnya anak asuh." (Liam)
Kembali Nicholas dan Mark saling bertukar tatap.Entah apa maksud dari tatapan itu,mereka juga tidak tahu.
"Sepertinya menyenangkan.? boleh aku ikut.?" (Mark)
"Aku juga.?" (Nocholas)
"Tentu saja boleh.! anak anak pasti akan menyukai ini." ungkap Mariana
"Kita datang pagi kerumah Mariana.Kita bantu dia menyiapkan makanan untuk mereka." (Liam)
Kebersamaan mereka akhirnya usai.Mariana meminta untuk pulang cepat,karena akan membuat cake untuk anak anak terlebih dahulu.Liam pun akhirnya membantu wanita cantik itu membuatnya.Lagi dan lagi,tawa dan canda dari keduanya,mengiringi aktifitas mereka malam ini.
"Kenapa rotiku bentuknya seperti ini..?" tunjuk Liam pada roti hasil cetakannya.
"Hahaha..! kau lihat.Bentuknya mirip sekali dengan hidungmu." Ucap Mariana seraya mensejajarkan roti buatan Liam dengan hidungnya.
"Kurang ajar kau.Sini.! aku bungkam mulutmu". ucap Liam seraya menarik pinggang ramping dan Tengkuk Mariana.
Pangutan mereka pun akhirnya terjadi.Mata Mariana membelalak tak percaya,dengan apa yang ia lakukan bersama Liam.Begitu juga dengan Liam.Lama mereka saling menikmati pangutan manis itu.
"Liam..!" ucap lirih Mariana kala pangutan mereka terlepas.
Bibir Liam bergerak kearah telinga wanita cantik itu.
"Maafkan aku..!" degub jantung keduanya terdengar saling bersahutan.Hati mereka berdesir tak menentu.Hingga akhirnya suasana itu harus terhenti secara paksa.
"Bau apa ini..?" ucap Liam seraya mengendus endus bau yang menyengat dihidungnya.
"AAA GOSONG..!" tunjuk Mariana pada roti yang berada didalam oven.
Mereka segera mengeluarkan roti roti itu dari sana.
Hingga akhirnya mereka saling bertukar pandang dan sesaat kemudian hahahaha,mereka terbahak bersama.
Like Like Like