Indonesia
NovelToon NovelToon

Nama Author: hakim2501

Pedang Penakluk Langit

5.0 |

Nama Author: hakim2501

di Benua Roh Azure, kekuatan adalah segalanya. Ye Yuan, seorang murid luar dari Sekte Pedang Surgawi, ditakdirkan menjadi sampah seumur hidup karena Dantian-nya yang direbut kembali. Saat ia didorong ke dalam keputusasaan dan dibuang ke Lembah Kuburan Senjata, ia mendengar panggilan. Bukan dari pedang suci yang berkilauan, melainkan dari sebilah pedang besi hitam yang patah dan berkarat. Pedang itu bukan sekedar rongsokan; ia adalah pecahan dari "Penyegel Langit" yang dulu digunakan oleh Dewa Perang kuno untuk memenggal bintang. Dengan pedang patah di tangan, Ye Yuan bersumpah:"Jika Langit menindasku, akan kubelah Langit itu. Jika Dewa menghalangiku, akan kupatahkan leher Dewa itu!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hakim2501, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pedang Penakluk Langit
Noveltoon Downloade Noveltoon Downloade
Pendahuluan | Episodes
Updated 115 Episodes
Naik
  |  
Turun
1
BAB 1: Sampah di Lembah Berkabut
2
BAB 2: Kilatan Hitam di Bawah Cahaya Bulan
3
BAB 3: Panen Pertama dan Amarah di Puncak Awan
4
BAB 4: Asura yang Kelaparan
5
BAB 5: Bayangan Ular dan Mata Para Tetua
6
BAB 6: Pedang yang Menolak Tunduk
7
BAB 7: Darah Iblis Melawan Raja Asura
8
BAB 8: Tamu Tak Diundang di Puncak Para Dewi
9
BAB 9: Pesan Berdarah dari Masa Lalu
10
10: Tarian Darah di Hutan Hitam
11
BAB 11: Kemurkaan di Depan Nisan
12
BAB 12: Emas Darah dan Beruang Besi
13
BAB 13: Lorong Niat Pedang dan Boneka Perunggu
14
BAB 14: Tiga Langkah Kilat Membelah Ular
15
BAB 15: Api Roh Penempa Pedang
16
BAB 16: Racun Ular Hijau dan Ujung Pedang Hantu
17
BAB 17: Kota Tanpa Hukum dan Nyonya Merah
18
BAB 18: Perang Harga di Lantai Lima
19
BAB 19: Hutan Kematian dan Hujan Darah
20
BAB 20: Runtuhnya Emas, Bangkitnya Asura
21
BAB 21: Setahun Kemudian di Lautan Pasir
22
BAB 22: Lautan Semut dan Api Biru
23
BAB 23: Kota Abu dan Jenderal Tanpa Kepala
24
BAB 24: Cambuk Gagak dan Tarian Abu
25
BAB 25: Penyatuan Kembali: Naga Hitam Bangkit
26
BAB 26: Gema Gurun dan Cincin Gagak Api
27
BAB 27: Elang Besi Patah Sayap
28
BAB 28: Gerbang Dua Warna dan Kota Tanpa Tuan
29
BAB 29: Reuni di Bawah Bayangan Pedang
30
BAB 30: Kekacauan di Aula Emas
31
BAB 31: Teratai Putih di Selokan Hitam
32
BAB 32: Sungai Tulang dan Bayangan Putih
33
BAB 33: Labirin Cermin dan Iblis Hati
34
BAB 34: Leluhur yang Terlupakan dan Anjing yang Menggigit Tuan
35
BAB 35: Raungan Naga dan Runtuhnya Aula
36
BAB 36: Cincin Leluhur dan Lautan Tanpa Ujung
37
BAB 37: Hujan Ikan Gergaji dan Pesona Racun
38
BAB 38: Dermaga Awan Putih dan Token Teratai Es
39
BAB 39: Paviliun Besi Gila dan Palu Dewa Petir
40
BAB 40: Koloseum Berdarah dan Satu Hantaman Besi
41
BAB 41: Kilat Hitam Melawan Gunung Besi
42
BAB 42: Matahari Terbenam dan Jarum Kematian
43
BAB 43: Pegunungan Pedang Patah dan Kota Tanpa Hukum
44
BAB 44: Gerbang Kabut Darah dan Kunci Kembar
45
BAB 45: Roh Pedang Tanpa Wajah dan Ladang Besi
46
BAB 46: Formasi Mata Panah dan Tiga Raja Roh
47
BAB 47: Perebutan Takhta dan Gagang Naga Hitam
48
BAB 48: Kota Kristal dan Token yang Dipertanyakan
49
BAB 49: Api Neraka Turun dan Kekalahan Sang Tuan Muda
50
BAB 50: Satu Pedang Melawan Neraka
51
BAB 51: Kabut Hijau dan Pengorbanan Darah
52
BAB 52: Altar Tengkorak dan Tamu dari Benua Tengah
53
BAB 53: Pedang Suci Melawan Pedang Terlarang
54
BAB 54: Luka Cahaya dan Kota Tanpa Bayangan
55
BAB 55: Danau Hijau dan Bayangan Pedang Tak Terlihat
56
BAB 56: Zirah Naga Hitam dan Sumpah Setia
57
BAB 57: Kota Suci di Atas Awan dan Penyamaran Sang Iblis
58
BAB 58: Tangan Kiri yang Memegang Angin
59
BAB 59: Puncak Pencuci Pedang dan Mata Roh yang Hilang
60
BAB 60: Runtuhnya Puncak Suci dan Mata Kehancuran
61
BAB 61: Penyeberangan Laut Hitam dan Topeng Iblis
62
BAB 62: Kota Tulang Hitam dan Tantangan Banteng Gila
63
BAB 63: Pilar Langit dan Tatapan Sang Putri
64
BAB 64: Pelukan Maut dan Pencurian di Gudang Tulang
65
BAB 65: Sayap Kelelawar di Bawah Bulan Merah
66
BAB 66: Pulau Cahaya Terlarang dan Sayap Putih
67
BAB 67: Tanah Es Abadi dan Detak Jantung Dunia
68
BAB 68: Gerbang Langit Runtuh dan Ultimatum Sang Raja
69
BAB 69: Formasi Tujuh Bintang dan Langkah Kematian
70
BAB 70: Sapu Tua dan Daun Musim Gugur
71
BAB 71: Istana Emas dan Ritual Pemanggilan Dewa
72
BAB 72: Lembah Tanpa Matahari dan Sungai Arwah
73
BAB 73: Sabit Pencabut Nyawa dan Tulang yang Tak Bisa Patah
74
BAB 74: Menara Babel dan Boneka Darah
75
BAB 75: Puncak Menara dan Dewa yang Terluka
76
BAB 76: Kelahiran Kembali Raja Pedang dan Runtuhnya Sayap Perak
77
BAB 77: Langit yang Retak dan Armada Emas
78
BAB 78: Jenderal Emas dan Hujan Darah di Langit
79
BAB 79: Perpisahan di Ujung Salju dan Mata Badai
80
BAB 80: Jatuh ke Neraka Bintang dan Rantai Budak
81
BAB 81: Arena Bintang dan Darah Pertama
82
BAB 82: Pesta Darah dan Chimera Bermata Tiga
83
BAB 83: Jenderal Besi dan Runtuhnya Panggung
84
BAB 84: Penjara Kegelapan Abadi dan Rantai Jiwa
85
BAB 85: Sipir Besi dan Jantung Mekanis
86
BAB 86: 12 Rasul Darah dan Jantung yang Berhenti Berdetak
87
BAB 87: Runtuhnya Kota Bintang dan Jantung Besi
88
BAB 88: Padang Hantu dan Pedang Tanpa Suara
89
BAB 89: Tembok Cahaya dan Mata Dewa yang Buta
90
BAB 90: Akademi Bintang Putih dan Kakak yang Hilang
91
BAB 91: Gerbang Bintang dan Nafas Sang Penelan
92
BAB 92: Menelan Langit dan Penyatuan Takdir
93
BAB 93: Lautan Bintang Pecah dan Pemulung Angkasa
94
BAB 94: Naga Void yang Tunduk dan Tombak Gadis Kecil
95
BAB 95: Pasir Bintang dan Pangeran Titan
96
BAB 96: Bayangan Darah dan Pemburu dari Langit
97
BAB 97: Sabit Darah dan Eksekusi Sang Inkuisitor
98
BAB 98: Hujan Meteor Emas dan Penebas Bintang
99
BAB 99: Planet Dewa dan Peluru Emas Raksasa
100
BAB 100: Kaisar Bintang dan Takhta Kehancuran
101
BAB 101: Bentrokan Dua Dewa dan Runtuhnya Langit
102
BAB 102: Tangan Langit Ke-9 dan Jurang Asal Mula
103
BAB 103: Hujan Darah Hangat dan Lahirnya Jiwa Chaos
104
BAB 104: Gerbang Nirvana dan Pendekar Satu Lengan
105
BAB 105: Kota Nirvana dan Darah di Cawan Giok
106
BAB 106: Istana Nirvana dan Tetesan Darah Sang Penguasa
107
BAB 107: Lautan Awan Tembaga dan Pendaratan Keras
108
BAB 108: Tungku Bintang Sekarat dan Sembilan Ribu Pukulan Palu Dewa
109
BAB 109: Tiga Algojo Langit dan Tebasan Tanpa Suara
110
BAB 110: Kota Takhta Langit dan Garis Kematian
111
BAB 111: Rantai Primordial dan Benturan Dua Konsep
112
BAB 112: Runtuhnya Langit Ke-9 dan Tarian Dewa Sejati
113
BAB 113: Lengan Kehampaan dan Takhta yang Kosong
114
BAB 114 : Matinya Para Pencipta dan Asura Penelan Kosmos
115
BAB 115: Takhta yang Kosong dan Legenda Sang Asura Bertangan Satu
115
BAB 115: Takhta yang Kosong dan Legenda Sang Asura Bertangan Satu
114
BAB 114 : Matinya Para Pencipta dan Asura Penelan Kosmos
113
BAB 113: Lengan Kehampaan dan Takhta yang Kosong
112
BAB 112: Runtuhnya Langit Ke-9 dan Tarian Dewa Sejati
111
BAB 111: Rantai Primordial dan Benturan Dua Konsep
110
BAB 110: Kota Takhta Langit dan Garis Kematian
109
BAB 109: Tiga Algojo Langit dan Tebasan Tanpa Suara
108
BAB 108: Tungku Bintang Sekarat dan Sembilan Ribu Pukulan Palu Dewa
107
BAB 107: Lautan Awan Tembaga dan Pendaratan Keras
106
BAB 106: Istana Nirvana dan Tetesan Darah Sang Penguasa
105
BAB 105: Kota Nirvana dan Darah di Cawan Giok
104
BAB 104: Gerbang Nirvana dan Pendekar Satu Lengan
103
BAB 103: Hujan Darah Hangat dan Lahirnya Jiwa Chaos
102
BAB 102: Tangan Langit Ke-9 dan Jurang Asal Mula
101
BAB 101: Bentrokan Dua Dewa dan Runtuhnya Langit
100
BAB 100: Kaisar Bintang dan Takhta Kehancuran
99
BAB 99: Planet Dewa dan Peluru Emas Raksasa
98
BAB 98: Hujan Meteor Emas dan Penebas Bintang
97
BAB 97: Sabit Darah dan Eksekusi Sang Inkuisitor
96
BAB 96: Bayangan Darah dan Pemburu dari Langit
95
BAB 95: Pasir Bintang dan Pangeran Titan
94
BAB 94: Naga Void yang Tunduk dan Tombak Gadis Kecil
93
BAB 93: Lautan Bintang Pecah dan Pemulung Angkasa
92
BAB 92: Menelan Langit dan Penyatuan Takdir
91
BAB 91: Gerbang Bintang dan Nafas Sang Penelan
90
BAB 90: Akademi Bintang Putih dan Kakak yang Hilang
89
BAB 89: Tembok Cahaya dan Mata Dewa yang Buta
88
BAB 88: Padang Hantu dan Pedang Tanpa Suara
87
BAB 87: Runtuhnya Kota Bintang dan Jantung Besi
86
BAB 86: 12 Rasul Darah dan Jantung yang Berhenti Berdetak
85
BAB 85: Sipir Besi dan Jantung Mekanis
84
BAB 84: Penjara Kegelapan Abadi dan Rantai Jiwa
83
BAB 83: Jenderal Besi dan Runtuhnya Panggung
82
BAB 82: Pesta Darah dan Chimera Bermata Tiga
81
BAB 81: Arena Bintang dan Darah Pertama
80
BAB 80: Jatuh ke Neraka Bintang dan Rantai Budak
79
BAB 79: Perpisahan di Ujung Salju dan Mata Badai
78
BAB 78: Jenderal Emas dan Hujan Darah di Langit
77
BAB 77: Langit yang Retak dan Armada Emas
76
BAB 76: Kelahiran Kembali Raja Pedang dan Runtuhnya Sayap Perak
75
BAB 75: Puncak Menara dan Dewa yang Terluka
74
BAB 74: Menara Babel dan Boneka Darah
73
BAB 73: Sabit Pencabut Nyawa dan Tulang yang Tak Bisa Patah
72
BAB 72: Lembah Tanpa Matahari dan Sungai Arwah
71
BAB 71: Istana Emas dan Ritual Pemanggilan Dewa
70
BAB 70: Sapu Tua dan Daun Musim Gugur
69
BAB 69: Formasi Tujuh Bintang dan Langkah Kematian
68
BAB 68: Gerbang Langit Runtuh dan Ultimatum Sang Raja
67
BAB 67: Tanah Es Abadi dan Detak Jantung Dunia
66
BAB 66: Pulau Cahaya Terlarang dan Sayap Putih
65
BAB 65: Sayap Kelelawar di Bawah Bulan Merah
64
BAB 64: Pelukan Maut dan Pencurian di Gudang Tulang
63
BAB 63: Pilar Langit dan Tatapan Sang Putri
62
BAB 62: Kota Tulang Hitam dan Tantangan Banteng Gila
61
BAB 61: Penyeberangan Laut Hitam dan Topeng Iblis
60
BAB 60: Runtuhnya Puncak Suci dan Mata Kehancuran
59
BAB 59: Puncak Pencuci Pedang dan Mata Roh yang Hilang
58
BAB 58: Tangan Kiri yang Memegang Angin
57
BAB 57: Kota Suci di Atas Awan dan Penyamaran Sang Iblis
56
BAB 56: Zirah Naga Hitam dan Sumpah Setia
55
BAB 55: Danau Hijau dan Bayangan Pedang Tak Terlihat
54
BAB 54: Luka Cahaya dan Kota Tanpa Bayangan
53
BAB 53: Pedang Suci Melawan Pedang Terlarang
52
BAB 52: Altar Tengkorak dan Tamu dari Benua Tengah
51
BAB 51: Kabut Hijau dan Pengorbanan Darah
50
BAB 50: Satu Pedang Melawan Neraka
49
BAB 49: Api Neraka Turun dan Kekalahan Sang Tuan Muda
48
BAB 48: Kota Kristal dan Token yang Dipertanyakan
47
BAB 47: Perebutan Takhta dan Gagang Naga Hitam
46
BAB 46: Formasi Mata Panah dan Tiga Raja Roh
45
BAB 45: Roh Pedang Tanpa Wajah dan Ladang Besi
44
BAB 44: Gerbang Kabut Darah dan Kunci Kembar
43
BAB 43: Pegunungan Pedang Patah dan Kota Tanpa Hukum
42
BAB 42: Matahari Terbenam dan Jarum Kematian
41
BAB 41: Kilat Hitam Melawan Gunung Besi
40
BAB 40: Koloseum Berdarah dan Satu Hantaman Besi
39
BAB 39: Paviliun Besi Gila dan Palu Dewa Petir
38
BAB 38: Dermaga Awan Putih dan Token Teratai Es
37
BAB 37: Hujan Ikan Gergaji dan Pesona Racun
36
BAB 36: Cincin Leluhur dan Lautan Tanpa Ujung
35
BAB 35: Raungan Naga dan Runtuhnya Aula
34
BAB 34: Leluhur yang Terlupakan dan Anjing yang Menggigit Tuan
33
BAB 33: Labirin Cermin dan Iblis Hati
32
BAB 32: Sungai Tulang dan Bayangan Putih
31
BAB 31: Teratai Putih di Selokan Hitam
30
BAB 30: Kekacauan di Aula Emas
29
BAB 29: Reuni di Bawah Bayangan Pedang
28
BAB 28: Gerbang Dua Warna dan Kota Tanpa Tuan
27
BAB 27: Elang Besi Patah Sayap
26
BAB 26: Gema Gurun dan Cincin Gagak Api
25
BAB 25: Penyatuan Kembali: Naga Hitam Bangkit
24
BAB 24: Cambuk Gagak dan Tarian Abu
23
BAB 23: Kota Abu dan Jenderal Tanpa Kepala
22
BAB 22: Lautan Semut dan Api Biru
21
BAB 21: Setahun Kemudian di Lautan Pasir
20
BAB 20: Runtuhnya Emas, Bangkitnya Asura
19
BAB 19: Hutan Kematian dan Hujan Darah
18
BAB 18: Perang Harga di Lantai Lima
17
BAB 17: Kota Tanpa Hukum dan Nyonya Merah
16
BAB 16: Racun Ular Hijau dan Ujung Pedang Hantu
15
BAB 15: Api Roh Penempa Pedang
14
BAB 14: Tiga Langkah Kilat Membelah Ular
13
BAB 13: Lorong Niat Pedang dan Boneka Perunggu
12
BAB 12: Emas Darah dan Beruang Besi
11
BAB 11: Kemurkaan di Depan Nisan
10
10: Tarian Darah di Hutan Hitam
9
BAB 9: Pesan Berdarah dari Masa Lalu
8
BAB 8: Tamu Tak Diundang di Puncak Para Dewi
7
BAB 7: Darah Iblis Melawan Raja Asura
6
BAB 6: Pedang yang Menolak Tunduk
5
BAB 5: Bayangan Ular dan Mata Para Tetua
4
BAB 4: Asura yang Kelaparan
3
BAB 3: Panen Pertama dan Amarah di Puncak Awan
2
BAB 2: Kilatan Hitam di Bawah Cahaya Bulan
1
BAB 1: Sampah di Lembah Berkabut
Lihat Semua
Descarga Pedang Penakluk Langit PDF
Lapor karya ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!