Perasaan Was-Was juga Khawatir Pada sang mama Jukael rasakan, Dirinya takut terjadi apa-apa, Juga takut jika harus kehilangan mama nya. Entah akan bagaimana hidupnya, Apa yang menyebabkan beliau pingsan, Jukael belum tahu, Juga sang papa begitu enggan menjelaskan, Jika Jukael mempermasalahkannya, Jukael takut akan menjadi sedikit pertengkaran dengan papa nya.
" Mas, Ayo makan siang dulu." Ajak Imelda, dirinya khawatir pada sang suami yang sedari tadi enggan jauh dari tubuh Anggelina sambil memegangi tangan beliau.
" Kamu duluan saja, Bairkan mas diisini dulu menemani mama." Kata Jukel pelan.
" Tapi mas harus makan, Biar Imelda siapkan agar bisa di bawa ke sini ya mas."
Jukael mengangguk pelan tanda setuju, ia pun juga tersenyum agar istrinya tak terlalu mengkhawatirkan diirnya.
Imelda kembali beranjak dari sana.
Beberapa saat kemudian, Tangan Anggelina bergerak-gerak, Perlahan pun juga beliau membuka matanya sipitnya. ia melirik Jukael yang ada di sampingnya lalu tersenyum bahagia.
" Anakku." Lirihnya, Masih sangat terdengar lemas.
" Mama sudah sadar, Syukurlah ma." Jukael begitu merasa lega, Ia pun tak segan memeluk tubuh sang mama, Dan mencium pipinya.
" Mama jangan sakit-sakitan lagi ah, Kalau gak kuat olahraga jangan di paksain." Kata Jukael.
" Siap bos.." Jawab Anggelina. Ia memandangi Jukael sambil tersenyum kecil, Dalam Pikirannya ia selalu memikirkan bagaimana perasaan putranya selama ini, Sebagai mama dia tak tahu, Selama ini Anggelina hanya memikirikan perasaan dan kebahagiaannya sendiri, Ia mengabaikan bagaimana penderitaan Jukael.
" Ada apa ma, Melihat Jukael kok sampe seperti itu." Kata Jukael, Ia sadar di tatap aneh oleh Anggelina, Wanita itu juga meneteskan air matanya, Jukael menghapus air mata itu sambil bertanya-tanya dalam benaknya. Pasti terjadi sesuatu, Pikirnya.
"Tidak ada apa-apa nak, mama hanya bahagia mempunyai anak tampan sepertimu."
Jukael terkekeh pelan.
" Mana istrimu, sayang sekali ya gak bisa jalan-jalan dengannya." Sesal Anggelina.
"…
Want To Be With You
part81
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 90 Episodes
Comments
rohani habeahan
sedikit kali thor
2021-09-07
0