Keyla tersenyum lucu melihat suaminya yang begitu terburu-buru keluar dari dalam kamar mandi.
"Santai saja tuan, aku akan tetap setia menunggu dengan manis di ranjangmu sampai kamu selesai." Ucap Keyla sambil tersenyum menggoda pada suaminya.
"Aku ngga sabar. Kamu sangat tahu untuk satu hal ini aku ngga bisa menunggu lama." Kesal Gerry karena Keyla menghentikan cumbuan mereka dan menyuruhnya untuk membersihkan tubuhnya lebih dulu. "Tadi itu nanggung banget Key." Rengeknya lagi.
Keyla hanya tersenyum sambil memandang lekat wajah suaminya.
"Sini" Ajak Keyla yang kini sudah bersandar di kepala ranjang.
Gerry merangkak naik tanpa melepaskan handuk putih yang melingkar di pinggangnya.
"Pelan-pelan Gerry." Ucap Keyla di antara nafas yang memburu dari keduanya. Cumbuan yang kembali berlangsung di atas ranjang membuat Gerry tidak lagi memperdulikan tubuhnya yang sebenarnya sedikit merasa lelah dan ingin beristirahat. Menikmati aktivitas panas di atas ranjang seakan bisa mengalahkan segalanya.
"Apa aku pernah kasar padamu ?" Tanya Gerry sambil menghentikan aksinya, dan kini sudah menatap lekat pada istrinya. Keyla menggeleng. "Tapi kali ini harus lebih lembut dari biasanya." Jawab Keyla. Dia belum mengutarakan tentang kehamilan pada Gerry, dan Dokter Robby sudah memperingati hubungan intim akan berbahaya jika tidak di lakukan dengan lembut pada usia awal kehamilan.
"Bukankah aku memang selalu melakukannya dengan lembut, dan kamu tidak pernah meminta ini padaku. Apa aku menyakitimu key ?" Tanya Gerry dengan nada khawatir. Sungguh dia sangat takut jika kenikmatan yang selalu dia teguk justru menyakiti istrinya.
Gerry sudah ingin beranjak dari atas tubuh istrinya, namun Keyla segera menahannya.
"Bukan, bukan itu. Kamu selalu melakukannya dengan lembut dan aku selalu menyukainya. Hanya saja kali ini harus lebih hati-hati lagi karena ada yang harus kamu lindungi lebih dari aku Gerry." Ucap Keyla masih menatap lekat pada suaminya. Tangan lentik sudah terulur menyentuh wajah sua…
Gadis Satu Malam
Duka dan Bahagia
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 84 Episodes
Comments