** Happy reading semuanya **
Seperti hari-hari biasanya, Gama masih setia duduk di atas motor kesayangannya yang di parkir di sisi jalan depan gerbang sekolah menunggu Briana. Namun sudah hampir waktunya masuk kelas, gadis itu belum juga terlihat.
"Kenapa bengong disini, dari tadi aku tungguin kamu di dalam." Ucpa Randi sambil berjalan keluar dari pekarangan sekolah menuju sahabatnya berada.
"Aku masih nungguin Briana, tapi jam segini kok dia belum datang ya ?" Ujar Gama sambil melihat kembali jam tangan mahal yang melingkar di pergelangan tangannya.
"Bukannya kata Sasa kamu kerumahnya semalam ?" Tanya Randi bingung. Bagaimana bisa sahabatnya ini tidak tahu apa yang menjadi penyebab gadis incarannya tidak bisa masuk sekolah hari ini, padahal mereka bertemu semalam.
"Iya, tapi dia baik-baik saja kok semalam." Ucap Gama. Tatapannya masih menyusuri jalanan berharap gadis yang sedang di tunggunya akan segera berjalan sambil menundukkan kepalanya seperti biasa.
"Bego, pagi ini ibunya di temukan tewas tergantung di dalam kamar." Ujar Randi.
Gama terdiam, tubuhnya menegang. Otaknya masih mencerna berita yang baru saja di sampaikan sahabatnya ini.
"Ya elah di kasih tahu malah semakin bengong." Ujar Randi lagi.
Tanpa memperdulikan apapun, Gama segera melajukan motornya menuju rumah gadis itu. Sungguh dia sangat takut jika hal yang buruk ikut menimpa Briana.
"Hati-hati bego." Teriak Randi dari tempatnya berdiri saat moge sahabatnya itu berlalu dari sana dengan kecepatan tinggi.
"Ku mohon Briana, kamu harus baik-baik saja." Lirih Gama saat motornya terus melaju di jalanan kota Bali menuju pemukiman kumuh dimana rumah gadis yang membuatnya penasaran itu berada.
Benar saja, saat motornya memasuki pemukiman itu, pekarangan rumah Briana sudah di penuhi banyak orang juga beberapa petugas kepolisian.
Bebrapa petugas kesehatan sudah membawa tubuh yang terbungkus dengan kantung janazah masuk ke dalam ambulance yang terparkir di jalan sempit depan rumah yang menjadi tujuannya.
Gama me…
Gadis Satu Malam
Bonus 4. Awal Luka
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 84 Episodes
Comments