Ada perasaan awas saat Rinjani keluar dari ruang kerja Kaysan. Ia menatap sebentar ruangan itu sebelum melangkah lebih jauh.
Rinjani
Mengapa... mengapa hatiku berdebar-debar.
Rinjani
Seolah ada hal lain yang tidak wajib aku ketahui. Sedari dulu.
Rinjani menunduk terus sampai ia membentur dada bidang seseorang.
Nanang
Kalau jalan jangan sambil menunduk Mbak! Dibawah tidak ada uang jatuh...
ledek Nanang sambil menggeleng.
Rinjani
Aku sedang melihat kakiku. Masih menapak jejak tidak.
Nanang
Biar kain pel yang menghapus jejak mu, Mbak.
Rinjani
Aku sedang tidak minat bercanda.. Pergilah, buat jejak kakimu sendiri.
Nanang
Mbakyu ku... Jejak-jejak ini masih akan terus mengelilingi mu dalam putaran waktu yang lama.
Nanang
Seperti jejak sang leluhur yang menjaga mas Kaysan. Tidak ada yang bisa menghalangi beliau. Bahkan Ayahanda pun tunduk kepadanya. Mengertilah, jangan sedih.
Comments
irish gia
ada kah terjemahannya???gak mudeng
2022-01-22
0
Yasmine aja
suka dengan gaya bahasamu thor
2021-12-23
0
Handari Nauval Msi Parimo
gimana mau move on lawong tiap hari keliatan di depan mata😅
2021-09-09
0