Lilah sudah maksa. Tapi Lilah masih tunggu janji Ayahanda.
Kaysan tersenyum setelah beberapa jam yang lalu Rinjani mengusirnya dari kamar dan meminta anak-anaknya untuk mendengarkan ocehannya.
Suryawijaya
Mas tidak marah. Mas hanya menagih janji!
Kaysan
"Sepertiku."
Kaysan
Om Nanang akan pulang besok pagi. Jadi Ayahanda harap kalian tidak marah lagi dengan Ayahanda.
Pandu
Ndu gak malah. Ndu cuma cebel.
Dalilah
Iya! Yang Ayahanda ingat cuma Ibunda! Ibunda! Ibunda! Ibunda juga bosan kalau cuma dikasih rindu. Bunda maunya uang karena uang bunda sudah habis buat beli sembako tadi!
Rinjani memalingkan wajahnya dengan wajah yang merona malu.
Rinjani
"Sepertiku."
Kaysan
Benar yang dikatakan Dalilah, Bun?
Rinjani
Ada benarnya.
Kaysan
Jawab yang pasti! Suamimu baru pulang dari Cirebon cuma disambut dengan kopi pahit.
Rinjani
Karena mas sudah manis, kalau dikasih gula jadi hitam manis. Repot saya jaganya.
Pandu
Ndu lapal. Ndu mau makan.
Kaysan dan Rinjani sama-sama menghela nafas.
Rinjani langsung menyiapkan makan malam ke dalam piring anak-anak dan suaminya.
Rinjani
Mas Uya pimpin doa.
Suryawijaya
Bismillahirra…
SANG PERMAISURI
"sepertiku."
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Comments
Elisabeth Ratna Susanti
boomlike😍
2021-09-05
0
Umine LulubagirAwi
mas pandu jg pinter ini.
pinter dg sft ortunya... 😅🤭
2021-08-22
0
"ariani's eomoni"
kalo mas uya seperti mas kay......
mbak lilah seperti mbak jani.....
trs....pandu seperti sopo,.....mungkin perpaduan mas kay sama rinjani
2021-08-21
0