Farel mengenang segala hal kebahagiaan dan kesedihan yang telah terlewati, "Emilia terlalu bodoh! Hanya dialah Ratu di hatiku, mengapa dia begitu bodohnya ingin berpisah dariku? Kurang apa coba aku?" batinnya marah ia mengepalkan tangan di saku celananya.
Dinginnya hujan tak mampu meredakan batin yang kacau, bayangan kehangatan dan kelucuan yang telah diberikan Emilia kepadanya benar-benar mengoyak kelelakiannya ia begitu merindukan Emilia, senyumnya, tawa, cemberut, bahkan omelannya yang cempreng bila ia merasa tidak sesuai.
"Aku rindu suaranya … sialan! Aku kira dengan bersama Hana, aku bisa melupakan Emilia. Sial, sejak kapan, sih? Emilia bertahta di hatiku?" batin Farel kesal.
Ia kembali menatap hujan deras, bayangan segala hal mengenai Emilia kembali menari mengajaknya berdansa menikmati malam, "Emilia menyukai hujan ia akan menangis di bawah hujan," batin Farel, "Ya, Tuhan … jangan-jangan selama ini ia selalu ke luar setiap hujan dan bermain di bawah hujan karena dirinya menangis?
"Bodohnya aku, yang tak peduli dengan apa yang dilakukannya. Aku selalu mengira dia kekanak-kanakan saja, masa kecil yang kurang bahagia," batinnya.
Farel melangkah ke tengah guyuran hujan berputar di sana merentangkan kedua belah tangan membayangkan, setiap waktu yang sering dilakukan Emilia di bawah hujan. Farel benar-benar menikmati guyuran hujan berusaha mencari makna dari segala rasa yang dirasakan oleh Emilia.
"Sial, Emilia benar-benar menangis. Jika dia tidak menangis tidak mungkin matanya memerah," lirih Farel di bawah guyuran hujan. Ia terjatuh dengan berlutut, selama ini dirinya hanya menyangka istrinya sedikit aneh di dalam menikmati kehidupan.
"Emilia yang selalu memendam perasaan dan terlihat selalu tersenyum dan baik-baik, saja. Ternyata memiliki banyak rahasia yang disembunyikannya," batin Farel.
Farel tidak menyangka jika Hana memperhatikan dari balik jendela kamar mereka, "Apa yang dilakukan oleh Farel? Kegilaan apalagi yang dibuatnya? Apakah ia mulai mengingat Em…
I Can Live Without You
Sedingin kutub tak lagi sehangat mentari
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 76 Episodes
Comments
Tyara Lantobelo Simal
Semangat
Lanjut Thirt
2022-03-15
0
R.F
2 like hadir. salam dari novelku Air mata Lisa
2022-03-14
1
Elwi Chloe
lanjut ya kaa
2022-03-14
1