"Maaf, Bu! Aku tidak butuh uangmu, apakah kamu memiliki uang segunung pun, aku tidak akan pernah menjual harga diriku. Apalagi, rasa cinta dan kasih sayang milikku. Jika itu yang kau maksud.
"Jika Deffri yang tidak menginginkanku, aku tidak mengapa. Tapi, jika orang lain yang ingin memisahkan kami. Maaf, aku tidak bisa," balas Emilia dengan lantang.
"Kau! Apakah kau ingin aku menghancurkan tokomu ini?" ucap Maya sengit, "jangan terlalu menjunjung harga diri. Apa ada manusia yang tidak butuh uang zaman sekarang? Jangan munafik," hina Maya.
"Aku tidak munafik! Semua memang butuh uang, aku tidak menyangkal akan hal itu. Hanya saja, aku masih bisa mencari uang, selagi Allah masih memberiku kesehatan dan kedua kaki juga tanganku masih lengkap.
"Jika hanya untuk membesarkan putra dan mencukupi hidupku, aku masih bisa untuk memenuhi itu. Walaupun mungkin tidak berlebih," balas Emilia, "sial, dulu aku menikah pun aku tidak diberi uang suamiku aku masih bertahan hidup. Apalagi uangmu!" batin Emilia ketus.
"Kau akan lihat, aku akan menghancurkan apa yang kau miliki termasuk tokomu ini," balas Maya tak mau kalah.
"Jika tokoku hancur setelah kedatanganmu, aku akan memenjarakanmu." Emilia menatap Maya dengan tajam, "kau mengira, jika kamu memiliki harta kau bisa semena-mena kepadaku, begitu?" tanya Emilia.
"Hahaha, kau kira kau memiliki bukti untuk itu?" tanya Maya dengan angkuhnya, "kau terlalu polos," ujar Maya.
"Mungkin bagimu, aku hanyalah wanita udik dan bodoh juga miskin! Yang bisa kau gertak sesuka hatimu. Halo! Emang ini zaman batu apa? Ini zaman modern Bu. Semua perkataanmu sudah terekam di CCTV milikku. Lakukanlah, jika kau masih ingin harga dirimu yang tinggi itu masih melekat di tubuhmu, Nyonya!" ujar Emilia.
"Sialan, kau! Kau akan menyesali semua tindakanmu padaku, lihat saja! Aku sudah berbaik hati, tapi kau malah menolak. Beginikah caramu membalas tawaranku? Itukah caramu mengejar cinta Deffri?" tanya Maya.
"Aku tidak pernah mengejar cinta siapa pun, tapi merekal…
I Can Live Without You
Menjadi seorang janda bukanlah sebuah cita-cita
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 76 Episodes
Comments
Elisabeth Ratna Susanti
double like 👍👍
2022-03-28
0
Belina Bell
kaka thor kentang 😥😥😥 di tunggu up selanjutnya kak semangat 😘😘
2022-03-28
1