Malam itu Leon merasa bosan karena seharian hanya melihat kakaknya yang tiduran dan juga melamun, ia sudah menegor bahkan mengajaknya berantem namun tetap saja kakaknya tidak merespon.
Udah gak waras nih orang, mendingan gue pulang aja kerumah deh. Ni orang sebelum dapet telpon dari pacarnya pasti bakalan begini terus deh. Dasar Bucin.
Leon mengganti pakaiannya dan berpamitan pada kakaknya, walaupun ia tahu kakaknya tidak akan merespon.
”Gue pergi dulu, jangan mati sebelum gue pulang!” Cara berpamitan Leon memang ekstrem, tapi mereka memang sudah biasa mengatakan hal hal ekstrem namun tidak ada yang merasa tersakiti karena sudah mengetahui sifat masing masing.
Leon menyalakan mesin mobilnya dan melaju menuju rumah orangtuanya. Sebenarnya ia juga malas pulang ke rumah karena selama 2 tahun ini suasana rumah sudah tidak menyenangkan. Sudah tidak ada makan bersama, bahkan orangtuanya sudah pisah ranjang dan tidak pernah saling menyapa. Dia sendiri juga heran, keluarganya sudah hancur tapi sampai detik ini dia masih tidak tahu apa yang terjadi. Semua pelayan dirumah yang sudah bekerja dari sebelum ia lahir pun memilih tutup mulut.
Setelah 20 menit mengendarai mobilnya akhirnya ia sampai di rumahnya. Ia langsung masuk kedalam rumah dan bertanya pada salah satu pelayannya dimana orangtuanya.
”Dimana mami?”
”Nyonya pergi dari pagi, katanya mau ketemu teman teman sosialitanya.”
”Kalau papi belum pulang ngantor?”
”Tuan besar ada di kamarnya, beliau sudah pulang dari sore.”
”Yaudah lanjutin pekerjaanmu.”
”Baik Tuan.”
Pelayan itu langsung pergi untuk melanjutkan pekerjaannya sedangkan Leon pergi menuju kamar papinya.
Took took took
”Pih, ini Leon.”
”Masuk aja, pintunya gak dikunci.” Daniel menjawab dari dalam kamar sambil duduk bersandar di ranjangnya dengan memegang koran.
Leon masuk dan duduk di samping papinya.
”Mami belum pulang pi, kenapa papi malah santai disini.”
”Mami kamu pergi arisan lagipula dia ditemani supir jadi kamu gak usah khawatir.” ucap Daniel cue…
Pembalasan Cinta Sari
Masalalu Terbongkar
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 131 Episodes
Comments