Seminggu sudah berlalu, Sari merasa lega karena kakaknya terlihat seperti dulu. Kakak yang perhatian dan juga jahil. Dia bahkan sudah kembali ke kantor dan fokus pada pekerjaannya.
Sari benar benar bersyukur, segala masalah telah terlewati. Keluarganya pun tampak bahagia dengan keseharian mereka.
Malam itu mereka sedang bersama sama menonton pertandingan sepak bola di televisi. Sejujurnya Sari dan mamanya tidak tertarik menonton bola namun mereka tetap nimbrung sambil ikut bersorak ketika tim kesayangan Ilyas mencetak gol.
Meski suasana sedang ramai dan heboh, namun Sari hanya terduduk diam, terkadang dia melamun lalu ketika sadarkan diri dia melihat kakaknya menatap dirinya dengan ekspresi cemas.
Sari enggan membuat suasana memburuk akhirnya dia berpamitan untuk istirahat lebih dulu di kamarnya dengan alasan kelelahan.
Kedua orangtua Sari hanya mengiyakan sambil masih fokus melihat pertandingan sepak bola, namun Teguh yang sedari tadi melihat adiknya melamun menjadi khawatir dan menyusul adiknya itu ke kamar.
”Pah, mah.. Aku juga istirahat dulu di kamar ya?” pamit Teguh.
”Duh, gak asyik nih semuanya malah ke kamar bukannya nemenin papah nonton.” rengek Ilyas.
Rita mencubit pinggang suaminya sambil menyuruh suaminya itu untuk diam.
” Diam kamu pah. ” Rita melotot ke arah suaminya sehingga nyali suaminya langsung ciut dan memilih untuk diam dan fokus menonton televisinya lagi.
”Yaudah kamu istirahat aja sana kak, kamu kan juga capek sama kaya adek. Papah mah biar mama yang temenin. Kita berdua kan pengangguran jadi gak ada capeknya.” tambah Rita.
Teguh tersenyum tipis mendengar ucapan mamanya itu, namun dia juga mengingatkan orangtuanya agar tidak tidur terlalu larut.
Setelah berpamitan dengan orangtuanya, Teguh naik ke lantai dua dan menuju kamar adiknya. Dia mengetuk pintu beberapa kali hingga akhirnya adiknya itu membukakan pintu untuknya.
”Ada apa kak.”
”Kakak boleh masuk? ”
Sari mengangguk dan membiarkan kakaknya masuk ke kamarnya kemudian mereka be…
Pembalasan Cinta Sari
Melamar
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 131 Episodes
Comments