Sore itu, Ibu pun segera mencari Bus jurusan kota tempat tinggal Kami dulu.
Ibu bergegas untuk pergi.
Dengan perasaan gelisah, yang terus menyelimuti sepanjang perjalanan yang panjang.
Membutuhkan waktu dua hari satu malam untuk tiba ditempat tujuan.
Diperjalanan Ibu hanya menangis meratapi kehidupan buruk yang kini menimpanya.
Seperti tiada habisnya, Ayah terus menerus menghancurkan perasaan Ibu.
"Kenapa Kamu berubah seperti ini Heri."
"Menjadi orang yang begitu jahat, terhadap Ku bahkan Anak-anak Mu."
"Mana Heri yang dulu Aku kenal."
"Heri yang begitu mencintaiKu, dan tak pernah membiarkanKu menderita seperti ini."
"Aku bahkan sekarang tidak mengenalMu lagi."
"Kau sungguh kejam..!" ucap Ibu sambil menangis pilu.
Tangis Ibu pun mengalir deras membasahi pipi.
"Sekarang Aku sudah hancur."
"Hancur bahkan tak tersisa lagi."
"Tuhan.. Tolong Aku melewati semua ini," ucap Ibu sambil menangis tersedu-sedu.
Benar. Kini Ibu begitu hancur dan rapuh.
Ayah yang sangat Ibu cintai, kini pergi meninggalkan luka yang begitu perihnya.
Seperti tersayat-sayat sembilu.
Perih dan tak kunjung mereda.
Bahkan Ibu tak tau harus menaruh harapannya kemana.
Saudara kandungnya yang lain pun juga begitu menyakiti perasaannya.
Seperti senang diatas penderitaan Ibu.
Kasian sekali Ibu.
Ibu Ku yang malang.
...****************...
Besok harinya.
Sampailah Ibu di kota tujuan.
Tepatnya dirumah Kami dahulu.
Disana sudah ada teman Ibu, yang menunggu dan membawakan surat-surat rumah.
Kalau boleh memilih, Ibu sejujurnya sangat tidak ingin menjual rumah itu.
Sehingga setiap ada yang memberi penawaran atas rumah itu, Ibu menolak jika tidak sesuai dengan harga yang Ibu tetapkan.
Selain memang sudah sesuai dengan harga pasaran, tapi juga karena berat hati ingin menjual.
Tapi, Ibu berusaha ingin rumah itu terjual hari ini juga.
Setelah sampai, Ibu langsung datang kerumah tetangga terdekat.
"Bu.." sapa Ibu pada tetangga didekat situ.
"Oh Bu Maya, kapan datangnya?" balas tetangga itu menyapa Ibu.
"Baru aja Bu."
"…
Selingkuhan Ayahku Ternyata Adik Kandung Ibu Ku
7. Perjuangan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 39 Episodes
Comments