31. Mereka Penjahatnya

Tangis Eva pun semakin kencang hingga membuatnya kelelahan dan akhirnya pingsan.

Ayah merasakan tubuh Eva begitu lemas dalam pelukannya, hingga tersadar jika Eva sudah tidak sadarkan diri.

"Eva...! Va..." panggil Ayah sambil mengerakkan badannya.

Namun Eva hanya terkulai lemas tanpa perlawanan.

"Dokter!... Suster...!" Ayah pun berteriak meminta pertolongan pada mereka yang sedang berjaga.

Mendengar panggilan Ayah, mereka pun segera datang dan melakukan pemeriksaan menyeluruh pada Eva.

"Apa dia baik-baik saja, Dok?" tanya Ayah pada Dokter.

"Tadi setelah dia siuman, apa yang dia lakukan Pak?" kembali Dokter juga bertanya pada Ayah.

"Dia menangis histeris setelah mengetahui keadaan kakinya sekarang, Dok."

"Saya sudah mencoba menenangkan, tapi tetap saja dia menangis semakin kencang."

Ayah mencoba memberi penjelasan pada Dokter.

"Bapak tenang saja, dia hanya syok dengan keadaannya."

"Saya sudah memberi dia obat penenang, nanti setelah sadar dia akan membaik," jelas Dokter.

"Baik terima kasih, Dok."

Lalu Dokter memberikan secarik kertas pada Ayah, bertuliskan beberapa obat yang harus ditebus.

"Sama-sama Pak. Ini resep Obat, nanti silakan ditebus di Apotek ya."

Ayah menerimanya sambil mengangguk pelan.

Dokter pun meninggalkan ruangan, setelah selesai melakukan pemeriksaan.

Keadaan menjadi hening, Ayah hanya terdiam memandangi resep yang diberikan tadi.

Bukan karena bingung dengan tulisannya, namun Ayah sedang berpikir keras.

Ternyata Ayah sedang mengalami kesulitan keuangan, hingga tidak mampu menebus obat yang diminta oleh Dokter.

Semenjak Eva dirawat, Ayah sudah lumayan banyak mengeluarkan dana untuk pengobatannya.

Hingga...

"Tuutttt... Tuuuttttt..." Ayah mencoba menelpon untuk meminta pertolongan.

"Hallo..." terdengar seseorang dari seberang sana menerima telpon Ayah.

Sungguh tidak disangka, ternyata Ayah menelpon Ibu.

*

*

*

Kenapa Mas Heri menelpon? Ibu berbicara dalam hati.

"Hallo..." ucap Ibu setelah mengangkat telpon Ayah.

"Ada apa?"

"May..." ucapan Ayah terhenti.

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
Terpopuler

Comments

Dilla Fadilla

Dilla Fadilla

ngga punya otak nih tua bangke apa otaknya tertinggal diselangkangan si eva pantes waktu zinah ngga ingat istri ama anak enak benar mau minta tolong kemana aja bangke waktu senang baru segitu aja azab udah kocar kacir nikmatilah masa tua yg bahagia bersama jalangmu🤣😁

2022-11-03

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!