Mentari pagi pun menampakan wajahnya.
Dirumah sudah nampak terlihat kesibukan Ibu, yang sedang menyiapkan barang-barang untuk dibawa pagi ini.
Rumah seperti kerusuhan, kala Ibu terlihat bolak balik dengan wajah khawatir karena dikejar waktu.
Pagi ini Ibu dan Papa bangun kesiangan, seharusnya sudah berangkat dari jam 6 pagi, namun sampai jam sudah menunjukkan pukul 7 pagi pun, mereka belum juga berangkat.
"Ayo, May. Kita sarapan dulu...!" seru Papa meminta Ibu cepat sarapan agar segera berangkat, karena takut ketinggalan pesawat.
Penerbangan mereka memang pukul 1 siang.
Namun mereka berangkat dari kampung Ibu menuju bandara, yang akan memakan waktu 3 jam perjalanan.
Itu pun jika tidak ada halangan selama perjalanan.
"Iya, sayang... Sebentar lagi..." jawab Ibu sambil bersiap.
Aku, Kakak, dan Adikku pun bingung melihat drama pagi ini.
Ibu memang seperti itu, jika dikejar waktu bukannya malah cepat, tapi semakin lambat karena bingung bercampur khawatir hingga tidak bisa berpikir jernih.
Akhirnya Ibu pun sudah siap, bahkan sarapan pun dengan terburu-buru.
"Pelan-pelan makannya, sayang."
"Kita masih sempat kok, belum terlalu telat."
Papa sudah memperhitungkan waktu perjalanan, yang diperlukan hingga sampai bandara.
"Iya, Mas. Maaf ya, aku lupa mengatur alarm pagi ini."
"Sampai harus kesiangan begini," tutur Ibu penuh sesal.
"Iya gak apa-apa sayang," Papa menenangkan Ibu yang kini merasa bersalah.
Ibu dan Papa pun akhirnya sudah selesai sarapan, dan siap berangkat.
Mereka pun berpamitan pada kami semua.
"Ibu pergi dulu ya."
"Nak... Titip Adik-adikmu ya," pesan Ibu pada Kakak.
"Iya Bu," jawab Kakak sambil memeluk Ibu.
"Tenang aja, Bu. Kami akan baik-baik aja kok."
"Ibu jangan khawatir," tuturku menenangkan Ibu sambil memeluk Ibu juga.
"Jaga diri kalian ya selama kami tinggal sebentar," ucap Papa menimpali.
"Jangan lama-lama ya Papa," tutur Roni yang kini sudah lengket dalam pelukan Papa.
Kami pun berpelukan tanda perpisahan, dan mobil Papa pun tak lama meninggalkan rumah,…
Selingkuhan Ayahku Ternyata Adik Kandung Ibu Ku
37. Pelupa
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 39 Episodes
Comments