Siang itu rumah begitu sepi, hanya ada Ibu dan Papa. Karena Aku dan Roni sedang tidak dirumah.
Ibu yang tengah asyik memasukkan pakaian kedalam koper siang itu, dikejutkan dengan kedatangan Kakak.
"Ibu mau kemana?" tanya Kakak seketika melihat Ibu, yang sedang sibuk merapikan pakaian.
"Jangan bilang mau pindah kerumah Papa, ya?"
Kakak yang tadinya berdiri, kini duduk disamping Ibu dengan penuh rasa penasaran.
"Ibu memang akan pergi, tapi..." ucapan Ibu terhenti karena Papa Candra pun menghampiri mereka.
"Tika udah datang," sapa Papa saat melihat kehadiran Kakak.
"Iya, Pa."
Kakak pun menatap Papa penuh tanya, takut jika Ibu benar akan dibawa tinggal kerumahnya.
"Ada apa, Nak?" tanya Papa bingung melihat ekspresi Kakak tidak seperti biasa padanya.
Kakak hanya menggeleng dan kembali menatap wajah Ibu, dengan maksud meminta penjelasan.
"Ibu..." ucap Kakak kini dengan mata berkaca-kaca.
Nampaknya apa yang Kakak pikirkan terlalu jauh, hingga membuat perasaannya kini tergores.
"Kenapa Kamu bersedih?" tanya Ibu heran.
"Ibu benar-benar ingin meninggalkanku sendiri disini?" ucap Kakak kini dengan pipi yang sudah basah.
Kakak sekarang benar-benar salah paham, dengan apa yang dilakukan Ibu saat ini.
"Tenang dulu, Nak. Ibu memang mau pergi dan akan meninggalkanmu."
"Tapi itu tidak akan lama. Karena Ibu dan Papamu akan pergi ke luar negeri sebentar."
"Papa mengajak Ibu untuk berbulan madu," tutur Ibu dengan wajah tersipu malu.
Ibu malu menjelaskan tentang berbulan madu pada Kakak, karena umur mereka yang tidak muda lagi.
Seketika raut wajah Kakak yang tadinya bersedih, kini berubah senang setelah mendengar ucapan Ibu.
"Bulan Madu? Keluar negeri?" tanya Kakak tak henti.
"Iya, Nak..." jawab Ibu sambil tersenyum bahagia.
"Wah... Selamat ya, Bu." Akhirnya mimpi Ibu terwujud," ucap Kakak yang sudah tau jika dari dulu, keluar negeri adalah keinginan Ibu yang terpendam.
"Iya, Nak."
"Ternyata Tuhan mendengarkan Doa-doa Ibu selama ini," ucap Ibu sambil tersenyum padanya.
"Besok Kami akan…
Selingkuhan Ayahku Ternyata Adik Kandung Ibu Ku
36. Merah Cabe
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 39 Episodes
Comments