MATA Arshaka masih setengah terpejam, ia segera menyalakan ponsel untuk melihat pukul berapa sekarang. Rupanya sudah pukul 9 pagi, sudah terlambat untuk ke kantor.
Tanpa permisi pintu kamar Arshaka terbuka lebar, Rudi datang dengan terburu-buru nyaris mendobrak pintu kamar. "Bangun!" Teriaknya pada Arshaka masih berusaha untuk menahan diri.
Arshaka mencoba berdiri dengan terhuyung, masih ada sisa efek mabuk semalam. Ia menegakkan badannya, berdiri setegap mungkin dan menundukkan kepala di depan Rudi.
PLAAAKK!!!
Rudi menampar pipi Arshaka dengan sangat keras, belum sempat Arshaka menatap Papa-nya itu, tamparan Rudi kembali mendarat di pipi yang sama. "Apa yang kamu pikirkan, hah?! Mabuk?"
"Maaf." Hanya kata itu yang mampu Arshaka ucapkan saat ini.
"Apa yang membuatmu teledor seperti ini?! Papa sudah bilang berkali-kali padamu untuk menjaga sikap! Menjaga sikap! Apa kamu tidak mengerti?"
Arshaka kembali menundukkan kepalanya.
"Papa tidak akan mengijinkanmu untuk pergi sendirian jika masih melakukan hal bodoh seperti ini!"
"Baik, Pa..."
Rudi melihat putranya sekali lagi, ia menyadari wajahnya memerah, bukan, bukan karena tamparannya barusan. Namun matanya juga sedikit membengkak seperti habis menangis semalaman, "apa yang kamu lakukan kemarin?" Tanya Rudi penasaran, ia memegangi dagu Arshaka.
"Aku hanya bosan, jadi mabuk sejak sore..." jawab Arshaka bohong, ia mabuk semalam setelah bertengkar dengan Ayu. Tentu saja ia tidak akan mengatakan hal sebenarnya, bahwa ia telah menangisi seorang wanita semalaman dan alasan itu pula yang membuatnya mampir ke bar dan mabuk disana.
Rudi ragu, namun ia harus berusaha untuk percaya kepada Arshaka. Bahwa putranya akan menuruti perkataannya dan tidak akan melakukan hal yang dilarangnya. "Kamu tau kan hari ini akan ada rapat penting?"
Arshaka mengangguk.
"Ini kesalahan pertama kamu, akan Papa maafkan untuk saat ini. Jangan pernah mengulanginya lagi..." Peringat Rudi lalu segera pergi setelah menyuruh Arshaka bersiap ke kantor.
Setelah…
Wedding Disaster
Barang Bukti
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 32 Episodes
Comments