MOBIL mesin Arshaka kini sudah memanas, ia siap untuk berangkat kembali ke Jakarta.
“Kamu akan kembali kan, Ayu?” Tanya Arshaka menyentuh pelipis gadis itu dengan lembut.
Ayu tersenyum mengiyakan.
“Kabari aku saat kamu sudah sampai di Jakarta,” ucap Arshaka sembari kini mencium pangkal kepala Ayu.
Ia pergi terlebih dahulu meninggalkan Ayu di desa. Mulai hari ini, akan banyak hal yang akan mereka persiapkan. Hanya satu bulan. Setidaknya, mereka harus bekerja lebih keras lagi agar semua rencana mereka berjalan dengan lancar.
Seiring Arshaka pergi, Ayu masih melihat mobilnya hingga menghilang dari pangkal matanya. Gadis itu segera memasuki rumah, mencari sesuatu disana.
“Nyari apa, Yu?” Tanya Maya sibuk dengan tumpukan baju yang akan dia lipat.
“Roti sama buah yang kemarin baru beli sama Arshaka…”
“Udah mbak taruh di dapur, mau dipakai apa?”
“Aku mau ke tempat mas Bima…”
“Ngapain?” Tanya Maya was-was, ia takut kalau Ayu berbuat hal aneh lagi yang akan menyinggung keluarga Bima atau menimbulkan omongan-omongan tidak enak lainnya.
“Aku mau minta maaf…” ucap Ayu merasa bersalah.
Ia memang senang pernikahannya batal dengan Bima, namun ini dua kali dengan orang yang sama. Ayu merasa dirinya harus meminta maaf secara langsung.
Ayu segera menaruh beberapa potong buah dan roti pada keranjang rotan yang cantik. Ia sudah mempersiapkan diri dan melangkahkan kaki untuk pergi ke tempat Bima.
Lokasi kediaman keluarga Bima memang agak jauh dari sini, namun masih bisa dijangkau dengan jalan kaki, sepanjang jalan Ayu hanya memikirkan kalimat apa yang akan ia katakan. Namun selebihnya, ia sudah pasrah jika tidak dimaafkan.
Di tengah jalan, tak sengaja ia mendengar seseorang menyebut namanya.
“Ayu yang mau nikah sama Bima itu ya?” Ucap seorang Ibu-ibu berdaster dengan anak kecil berusia 5 tahun dalam dekapannya.
“Iya, malah dibawa kabur sama cowok lain! Merasa dirinya paling cantik aja…” jawab Ibu-ibu di depannya.
“Yah dia memang cantik sih, Jeng! Nggak kaget, lagipula saya denger-denger…
Wedding Disaster
Rahasia Kecil
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 32 Episodes
Comments