"IBU udah makan kan?" Tanya Ayu saat menelepon Andini.
“Iya, Ibu udah makan kok. Kamu gimana disana, baik-baik aja kan?”
“Iya! Aku ketemu banyak temen baru disini, nggak usah khawatir, Bu…”
Terdengar suara tawa kecil Andini yang bangga dengan putrinya, “bagus deh kalau begitu, kamu mau ngomong juga nggak sama mbak Maya?”
“Nggak, Bu. Paling juga nanti diomelin lagi…”
“HEI! Aku denger ya…!” Suara teriakan Maya dari seberang sana terdengar sangat jelas, Ibu Ayu pasti menelponnya memakai loud speaker.
“Sini, Bu, aku mau ngomong sama anak keras kepala ini…” Maya terdengar sedang berusaha merebut ponsel dari tangan Andini.
“Apa?!”
“Mbak Maya minggu depan ke tempatmu lagi ya?”
“Mau ngapain?”
“Mau nemenin kamu main sama mas Bima…”
“Nggak usah aneh-aneh mbak! Kalau mbak Maya minggu depan kesini aku bakal pindah kerja!” Seru Ayu kesal.
“Dasar anak kur—“ Ayu mematikan panggilannya segera, ia sudah tau apa yang akan Mata katakan.
Ia tidak mau menanggapi kakaknya itu, semakin diberi perhatian akan semakin besar kepala.
Ayu cepat-cepat merapikan bajunya lagi lalu berjalan kembali ke meja kasir untuk membantu Rina. Sudah 15 menit ia meminta waktu istirahat.
...\~oOo\~...
“Yaudah cepet panggil sekarang!” Seru seorang pengunjung pria disana dengan angkuh.
“Saya kan udah bilang Pak, tolong tunggu 5 menit lagi karna orangnya lagi istirahat…” balas Rina mencoba menjelaskan dengan nada yang masih sabar.
Pria itu lalu mengambil cangkir kopi yang dipajang di depan dan sengaja menjatuhkannya.
PRANGG!!
“Aku udah bilang jangan panggil Pak!” Teriak pria itu tidak masuk akal.
“Apa-apaan sih! Itu hanya formalitas saja, Anda pakai pakaian formal jadi saya menyesuaikan sebutan untuk pelanggan!”
“Siapa nama kamu? Rina?” Pria itu membaca name tag di pakaian Rina, “dengar ya Rina, pelanggan itu raja! Kalau raja bilang apa ya turutin!”
Rina tertawa sudah hilang kesabaran, “pelanggan memang raja, tapi raja yang satu ini memang brengsek!”
Pria itu seketika tertawa, “brengsek?”
“Tolong pergi dari sini P…
Wedding Disaster
Titik Temu
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 32 Episodes
Comments