Selagi Ana melamun memikirkan tentang masa di mana dirinya hamil, dan harus alami hal yang mengesalkan hatinya. Tiba-tiba Hendy menepuk bahunya," kamu kenapa diam Bun?"
"Nggak apa-apa, cuma baru saja aku ingat masa lalu dimana kamu dulu dibohongi oleh temanmu Si Iko," ucap Ana.
"Ya ampun, kenapa kamu masih ingat saja sih Bun? itu kan sudah berlalu begitu lama, Bun? nggak usah di ingat lagi."
Mendengar apa yang di katakan oleh Hendy, membuat Ana tersenyum sinis," Akan selalu aku ingat, ayah. Karena akibat ulah temanmu itu, aku yang menderita. Kamu mekbust bahagia teman, tetapi istrimu sendiri menderita."
Hendy hanya diam saja pada saat mendengar wos yang barusan di katakan oleh Ana. Ia sadar, apa yang ia lakukan memang salah, tapi mau bagaimana lagi? toh semua sudah terjadi.
"Bun, aku minta maaf ya. Tolong jangan di ungkit lagi karena aku jadi merasa tets bersalah padamu," ucapnya tertunduk lesu.
"Mamahmu itu hanya sesaat saja, buktinya kamu sampai sekarang juga masih berteman dengan Madi. Padahal ia itu pria yang suka sekali memanfaatkan teman. Jika aku rasakan, kamu itu lebih mementingkan teman dari pada istri dan anak. Kamu selalu untuk membelikan teman Kopi, rokok, mie instan, dan lainya. Tetapi jika istri habis uang, ada saja alasan kamu," sindir Ana.
Ana kadang tak habis pikir dengan sifat suaminya yang selalu mementingkan teman dari pada istri dan anak. Selali saja beralasan macam-macam.
"Bun, Madi itu kan teman satu-satunya. Teman semasa SLTP, dia itu teman baik," bela Hendy.
"Hem, teman baik yang selalu saja memperalatmu ya? heran, kenapa kamu nggak sadar juga sih, ayah. Mau sampai kapan, kamu mau di peralat oleh teman-temanmu?" ucap Ana kesal.
"Bun, sudahlah. Aku nggak ingin bertengkar denganmu..Aku pulang karena rindu kalian dan aku berharap bisa melepas rasa rindu dan juga penat karena lelah bekerja," ucap Hendy.
Ama pun diam, percuma saja jika ia terus saja berksta tetapi tidak pernah di dengar oleh suaminya. Hendy selalu saja melakukan apa pun semuanya…
Aku Tulang Rusuk Bukan Tulang Punggung, Mas
Tak Bisa Di Nasehati
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 26 Episodes
Comments