Mencoba Bertahan

Rasa sedih terus saja menghimpit diri Ana, tetapi ia terus saja bertahan hanya demi anaknya saja. Untuk dirinya pribadi ia sudah tidak sanggup lagi.

Sejak saat itu Hendy jarang mengaktifkan kembali nomor ponselnya. Ia kembali lagi menanyakan kabar Ana dan Fani lewat inbox di laman akun sosial medianya.

[Bun, aku minta maaf ya. Karena nggak bisa video call atau kirim chat lewat WhatsApp. Karena aku sudah nggak punya kuota, ini saja pake gratisan.]

Satu pesan inbox tersebut hanya di baca saja oleh Ana. Ia sama sekali tak membalasnya, karena menurutnya itu tidaklah penting bagi dirinya. Tetapi kembali lagi Hendy mengirimkan chat lewat inbox.

[Bun, bagaimana kabarmu dan Fani? semoga kalian berdua selalu di berikan kesehatan ya. Sekarang Fani sedang apa, Bun? ayah sebenarnya kangen ingin video call, tapi nggak punya kuota.]

Kembali lagi Ana hanya membaca inbox dari Hendy, ia tak membalasnya sama sekali. Dan Hendy pun kembali mengirimkan inbox ke laman akun sosial media Ana.

[Bun, kamu Facebook sedang aktif, tapi kenapa nggak balas satu inboxku? apa kamu masih marah tentang kemarin?]

Inbox ketiga dari Hendy juga nggak di balas sama sekali oleh, Ana. Bagi Ana, Hendy sudah tidak penting lagi. Karena setiap ia berkomunikasi dengan suaminya, yang ada hanyalah amarah saja.

"Biar saja, Hendy terus inbox. Aku nggak akan balas, malas amat. Yang ada hanyalah akan memancing emosiku saja. Jika aku sudah marah, secara tidak langsung aku yang akan rugi. Karena jika aku marah, aku sama sekali nggak bisa konsentrasi untuk menulis novel."

Saat itu juga, Ana mematikan Facebooknya. Dan ia kembali menulis novel. Karena kebetulan Fani sedang tidur pulas, hingga Ana bisa dengan bebas menulis Novel.

"Kapan ya? novel aku booming seperti punya author pemes. Kadang aku ingin sekali seperti mereka, dimana novel selalu di rekomendasikan di beranda."

"Novel mereka di buat sebuah film, mini series, bahkan ada yang di terbitkan. Tapi apalah daya, aku hanya author remahan rengginang."

"Tapi aku masih…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!