Satu bulan kemudian...
Hendy kembali pulang kerumah Ana. Di saat inilah Ana bertanya tentang hasil dari usaha sampingan yang telah di lakukan olehnya.
"Ayah, bagaimana usaha sampingan
nya? apakah sudah mendapatkan hasil?" tanya Ana menyelidik.
"Cuma sekali doang, dan mendapatkan uang delapan ratus ribu. Ini belum berjalan lagi," ucapnya.
"Lantas dimana uang yang delapan ratus ribu itu?" tanya Ana lagi.
"Sudah habis, buat makan ayah sehari-hari."
Ana geram pada saat mendengar apa yang barusan di katakan oleh Hendy," apa, habis? ayah selalu mengatakan baju untuk irit dan tidak boros. Tetapi kenapa sendiri seperti ini?"
"Bun, kok kamu jadi marah-marah seperti ini sih? kamu kan sudah tahu, biaya hidup di Depok itu mahal. Masih saja nggak percaya ?" protes Hendy.
"Bukan aku nggak percaya, justru aku ini heran saja dengan dirimu. Untuk memberikan nafkah pada istri dan anak pelitnya minta ampun. Tetapi untuk diti sendiri, loyal. Apa kamu nggak mikir, kelak masa tuamu yang urus siapa? anak tahu! tapi kamu seperti ini!"
Ana sangat kesal pada sifat suaminya yang menurutnya tidak pernah menomorsatukan istri dan anak. Padahal dia sudah tidak punya orang tua. Punya dua saudara kakak dan adik. Itupun keduanya sudah berumah tangga dan hidup nya di kota Indramayu.
"Bun, bisa nggak ya.. Kamu itu nggak usah meributkan masalah uang. Aku selama ini sudah tangung jawab padamu. Tapi masih saja di salahkan. Selalu saja kamu itu tak bersyukur dengan apa yang telah aku berikan padamu. Selalu saja kurang dan kurang."
Mendengar kata-kata yang sangat menyakitkan tersebut membuat Ana semakin kesal, tetsli dia mencoba untuk tidak menanggapinya, karena percuma baginya.
"Huft... selalu saja seperti ini. Entah sampai kapan suamiku akan sadar dengan tindakannya yang salah itu. Padahal semakin hari anak semakin tumbuh besar. Dan bertambah pula kebutuhannya."
"Masa iya, selamanya aku harus berjuang seorabg diri seperti ini? sedangkan aku punya suami tetapi seperti tak punya suami sama sekali," batin A…
Aku Tulang Rusuk Bukan Tulang Punggung, Mas
Mencoba Untuk Masa Bodoh
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 26 Episodes
Comments
Anonim
ga jelas ceritanya…parah
2024-12-05
0
BintangLintang
tamatnya cuma gitu?lha sama aja bukan novel nih
kaya org nyritain ke org lain
2023-03-19
0
Sulfia Nuriawati
haaaaa tamat????? g ada solusi sm skali😱😱😱😱😇😇😇😇
2023-03-11
1