Esok harinya, Hendy sudah sampai di Depok di kontrakannya. Dan seperti biasa ia memberi kabar pada, Ana. Setelah itu ia tidur, karena kebetulan ia mendapatkan jatah kerja di sift malam.
Dia tidur dari sampai kontrakan hingga menjelang Maghrib, barulah ia terbangun karena merasa cacing di dalam perutnya sudah tak sabar ingin makan. Kebetulan di dekat kontrakan tepatnya di depan jalan raya ada warung makan, hingga ia tak usah repot-repot untuk melangkah jauh-jauh hanya untuk mencari makan.
"Hem, repot juga nggak ada Ana. Biasa Ana yang memasak dan aku nggak usah kemana-mana. Sepi juga nggak ada Fani, nggak ada yang bisa menghibur hati ini," batin Hendy menggerutu.
"Aku kangen sekali dengan masakan dari Ana. Kemarin pulang kampung, kebetulan yang masak selalu ibu mertuaku. Aku sebenarnya ingin mengatakan pada Ana, untuk memasakkan aku, tetapi sepertinya Ana terlihat sibuk dengan karya-karya novelnya," gerutunya kembali di dalam hati.
Hendy kerap kali merasa kesepian tinggal di kontrakan seorang diri tanpa ada istri dan anak. Tetapi ia enggan untuk mencari kontrakan yang lebih luas sesuai dengan permintaan dari Ana.
Ana bersedia ikut kembali ke rantau, asal dengan satu syarat. Hendy sudah pindah di kontrakan yang lebih luas. Karena selama ini merrla tinggal di kontrakan yang hanya satu petak saja, hal ini terasa sempit.
"Aku sudah nyaman tinggal dikontrakkan ini walaupun sempit. Karena bila mencari kontrakan yang luas, juga butuh uang yang banyak. Dan juga di sini tak jauh dari tempat kerjaku."
"Jika aku pindah dari sini, akan memakan uang yang banyak. Dan juga jaraknya nlr tempat kerjaku lumayan jauh. Jadi mendingan aku di sini saja, biar saja Ana dan Fani tinggal di kampung."
Begitulah sifat Hendy yang semaunya sendiri dan tak ingin mengeluarkan uang banyak jika pindah kontrakan. Entah dia seperti itu, lebih memilih tinggal terpisah dengan istri dan anak.
Sampai detik ini, Ana tidak tahu berapa gaji yang sebenarnya di terima oleh Hendy. Karena jika di tanya jawabnya…
Aku Tulang Rusuk Bukan Tulang Punggung, Mas
Seperti Biasanya
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 26 Episodes
Comments