Leonore dan Lina menuju ke pasar sore untuk membeli bahan makanan untuk mereka bertiga. Tidak ada yang aneh di tempat itu namun banyak pengunjung yang memperhatikan mereka berdua dengan tatapan yang datar.
Lina risih apalgi Leonore tidak nyaman lalu mereka meninggalkan tempat tersebut hanya beberapa bahan makanan yang merasa beli.
"Kau tidak apa-apa kan?" tanya Lina.
"Tidak Mbak," balas Leonore pelan.
"Mereka menatap kita berdua seperti itu memangnya ada yang aneh ya dengan diriku?" ujar Lina.
"Tidak ada Mbak. Lebih baik cinta kembali saja Mbak daripada pusing di sini!" seru Leonore.
"Ayo, Danur pasti sudah menunggu kita." Leonore mengangguk mengerti lalu mereka menuju ke tempat yang sudah dijanjikan mereka bertiga.
Danur terkejut melihat Leonore dan Lina di pinggiran jalan raya hendak menyeberang ke arah dia. Panik bercampur takut menyelimuti perasaannya namun tidak bisa berteriak untuk menghentikan mereka berdua.
"Mbak, itu mas Danur," tunjuk Leonore.
"Ayo, dia sepertinya kepanasan menunggu kita berdua," tawa Lina.
"Kalian jangan menyebrang, aku mohon," pinta Danur dalam hati.
Leonore dan Lina memastikan tidak ada kendaraan yang lewat lalu mereka berdua langsung menyebrang.
"Leonore?!" panggil seseorang hingga tatapan mereka berdua saling beradu.
Belanjaan yang dipegang Leonore jatuh tepat samping kakinya. Lina langsung ditarik Danur agar menjauh dari tempat tersebut.
"Ka-kau?!" pekik Leonore terbata-bata.
Tidak ada jawaban apapun yang ada sebuah tangisan hingga mereka berdua menjadi pusat perhatian oleh orang-orang di sana.
"Akhirnya aku menemukanmu," ucap pria itu tidak lain adalah William.
"Bagaimana bisa kau menemukan aku di sini?" tanyanya masih terkejut.
"Apapun bisa kulakukan, termaksud dirimu kutemukan di sini," balas William lalu kembali memeluk Leonore.
"Lepaskan! Kita sama sekali tidak memiliki hubungan karena anda yang membuat kesepakatan." William terkejut hingga mimpi itu menjadi hilang karena mami membangunkannya.
"William bangun?!" teriak mami samb…
Mengejar Surga
Sebuah Petunjuk
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 33 Episodes
Comments