"Kau mau pukul aku? Dasar gila."
"Kau sendiri yang gila, jika kau tak menoleh. Sudah pasti aku tusuk kau dengan gunting ini. Aku cabik mulutmu agar kau tak mengeluarkan kata kata kasar dan membuat aku down seperti tadi."
"Hey! aku berkata jujur, apa kau tidak sadar?"
"Setidaknya jangan katakan seperti tadi. Apa kau manusia sempurna?"
"Lalu maumu apa Hana?" teriak Alfi.
"Aku akan buktikan, jika aku bisa cantik seperti wanita yang kamu sukai. Setidaknya menunjukan siapa Hana wanita di depan mu saat ini?"
"Silahkan! kau hanya wanita yang akan terus kelainan genetik." tawa Alfi kembali meninggalkan Hana.
Sementara Hana menatap Alfi dengan kesal, ia terus mencoba mengatur nafas. Agar emosinya terus terkontrol. Hal yang tak bisa Hana terima adalah cacian akan fisiknya setiap saat ketika dekat dengan seseorang.
"Aku pasti akan buat kau menyesal. Alfi Edison. Aku benci kamu." teriak Hana.
***
Hingga beberapa waktu, Hana kembali dipertemukan oleh keluarga. Untuk kesebuah tempat yang kedua orangtua mereka telah rencanakan.
"Kau sedang apa melototiku?" ketus Alfi yang masih memegang benda pipih ketelinganya. Mau tidak mau, ia harus menutup ponselnya pada Eren.
"Jika bukan karena kedua orangtua kita, aku tidak akan menyusulmu ke sini!" balas Hana.
"Kau sudah berani membentakku?"
"Hah!" Hana hanya menyibirkan senyuman pahit, seolah ia bicara atau tidak tetap salah. Sehingga kini ia harus mengikuti kemauan pria itu.
Hana menunjukan sebuah kartu nama, mau tidak mau Alfi menatap tajam. Setelah itu ia meminta dirinya paling akhir masuk ke dalam butik.
"Hey! Jelek, jangan bicara kau calon pengantin ya! kau cukup memilih pakaian sesuai ukuranmu saja dan jauh jauh dariku. Mengerti!"
Hana hanya mendeheum kesakitan, memendam rasa sakit hatinya kala pria di depannya, berkali kali lipat membuat ia semakin kesal. Belum apa apa, sudah menyakitkan itulah batin Hana. Tapi ia tidak ada pilihan lain, setelah berjalan waktu mungkin ia bisa bebas dan bercerai agar dirinya yang ternoda oleh pria it…
Jodoh Yang Tertunda
Stop Bully
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 31 Episodes
Comments