Hana telah mendarat dari awak pesawat, ia mengekor langkah Alfi. Hingga dimana, ia merasa terkejut akan sikap pria yang lebih dulu turun. Ramah pada seluruh pramugari, tapi tidak dengannya. Hal yang membuat jengkel Hana adalah menahan lapar. Bagaimana tidak, ia sudah bersusah payah untuk tidak makan adalah hal tersulit bagi Hana.
'Jika saja wajahku tidak berbintik, aku pasti tidak akan mati di bully.'
Itu adalah perasaan batin Hana dan Alfi berbicara. Tidak ada yang mendengar mereka berbicara dengan pas. Tapi dengan tautan mata yang tajam, sudah cukup bagi Hana, jika Alfi selalu jijik pada wajah dan kulitnya yang berbeda dari wanita normal.
"Kau taruh saja kopermu di bagian belakang!" ungkap Alfi saat lebih dulu masuk kedalam mobil.
Sementara Hana, ia masih melirik beberapa kota luar yang tak pernah ia injak.
Sebenarnya Alfi ingin sekali Hana menolaknya kemarin saat menikah, tapi wanita itu tidak melakukan perlawanan hanya diam saja. Ini membuat hati Alfi kesal sangat ketika dia kembali ke dalam kamar hotelnya.
"Eh, aku tidak punya kekuatan untuk bertanya seperti ini kemarin. Aku heran kenapa kau melakukan itu? Kau tidak menyukaiku! Tapi kenapa kau malah mau menikah denganku?" ucap Hana jujur yang tak bisa dipercaya oleh Alfi, sehingga dia mengepal tangannya erat erat, menahan rasa kesalnya.
"Geser duduk mu! aku tidak suka kau di sampingku!"
"Lah, kita kan penumpang jadi memang seharusnya bersama di belakang kan?"
Alfi diam, ia malas lagi lagi menjawab pertanyaan Hana saat ini. Namun berkali kali Hana sangat cerewet dengan banyak pertanyaan yang membuat mata Alfi lelah.
"Kau mau tau jawabannya?"
Akhirnya Alfi mengutarakan kata kata itu dan tentu saja Hana mengangguk.
"Dari seluruh wanita di dunia ini, kau adalah wanita yang paling tidak aku sukai! Sudah jelek berbintik, berisik pula! Kau pikir dirimu menarik gitu sampai aku harus menikah denganmu?"
Gleuuk!
Hingga membuat terdiam kembali Hana, tapi ia berusaha untuk tegar tak sakit hati di depan pria ini.
"Justru k…
Jodoh Yang Tertunda
Siapanya
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 31 Episodes
Comments