"Alfi, apa maksudmu. Kamu ajak aku ke sini! tapi kamu di kamar itu bersama wanita yang kamu bilang kekasihmu. Kamu anggap aku apa?"
"Hana. Kau sudah gendut masih lola kamu pikir ya! ya jelas aku ajak kamu kesini, jika tidak apa kata kedua orangtua kita? Aku ingatkan lagi ya, kamu hanya istri ktp. Tercantum istri, tapi kita tidak layak sebagai suami istri. Cukup kau simpan wajah sok polos mu, pergilah aku lelah!" menyibak tangan.
Hana kembali terdiam, ada raut wajah tak menyenangkan. Ia mau tidak mau mengangkat koper pink, menata setiap sudut. Begitu syok kamar sempit yang ia harus bersihkan.
'Ini gudang, apa pantas untuk aku tidur. Bahkan ukurannya saja mungkin hanya cukup untuk aku berbaring, tapi tidak bisa menoleh kiri dan kanan. Apa sikap Alfi harus seperti ini. Ini baru hari pertama menikah, lalu aku harus bertahan lebih lama lagi kah?'
Hana melihat satu persatu pakaian yang ada di dalam kopernya dan memaki pelan. Itu semua bukanlah pakaian yang biasa Hana gunakan! Entah dari mana orang yang mengisi tasnya memasukkan pakaian pakaian itu.
Mau menangis rasanya Hana melihat isi tasnya. Dia tidak mungkin memakai pakaian pengantin yang super sesak. Tapi ide dari mana mengisi tasnya dengan semua lingerie? Mana pakaian yang lebih manusiawi? Itulah yang dipikirkan oleh Hana.
"Nggak mungkin kan, aku pakai ini."
Hana bicara sambil melihat sebuah lingerie dan mengembangkan bibirnya.
"Ah ... benar benar, ini semua membuatku gila!" Hana melempar tasnya dan semakin gila memikirkan bagaimana nasib nanti.
"Mereka semua mengerjai aku bukan? Maunya apa sih?"
"Apa ada sesuatu di dalam lemari itu yang bisa aku gunakan?"
Itulah yang ada dipikiran Hana sehingga dia segera mungkin berlari menuju lemari.
'Awas aja kalau kalian mengerjaiku lagi! Aku tidak akan pernah terima ini, aku akan segera menelpon kalian!' pekik Hana lalu segera membuka lemari itu. Ia yakin jika dalam kopernya telah di tukar oleh kelakuan Kanya.
Dan.. ,"Syukurlah di dalam sini ada pakaian yang lebih manusiawi!"
B…
Jodoh Yang Tertunda
Kena Karma
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 31 Episodes
Comments