Suasana di sebuah kediaman mewah milik Erick terlihat sangat panas dan menegangkan. Video syur Amar dan Amora begitu meledak dan viral di khalayak, keluarga Erick merasa sangat malu dan marah. Semenjak kejadian tersebarnya video tersebut nama besar keluarga mereka benar-benar tercoreng.
“Sungguh memalukan! Kenapa kamu berbuat seperti ini Amar? Kamu putraku satu-satunya, tetapi kamu benar-benar membuatku sangat malu! Tidak bisa dibanggakan!” bentak Erick. Kepalanya terasa pening memikirkan apa yang harus dilakukan selanjutnya.
Nama keluarga yang sudah ia besarkan bersih tanpa ada celaan, tiba-tiba dirusak oleh anaknya sendiri. Anak semata wayangnya yang Erick banyak menaruh harapan besar dapat membanggakan keluarga justru melempar kotoran ke wajahnya.
Amar hanya terduduk diam tanpa menyahut apa pun, Erick mengacak-acak rambutnya frustrasi. “Apa kurangnya Sheeva sehingga kamu berselingkuh dengan Amora? Amora hanya sekretarismu, dia bahkan ....” Erick menghela napas tak mau melanjutkan perkataannya. Lantas dia berbalik dan menunjuk wajah Amar dengan tegas. “Pergi kamu dari rumah ini, aku tidak ingin melihat wajahmu!” titah Erick tegas.
“Pa, apa Papa tega mengusir aku hanya karena hal itu? Ini bukan salahku, aku tidak tahu kalau saat aku melakukannya ternyata ada seseorang yang merekamnya dan tersebar sampai ke dunia maya, sungguh aku tidak berniat mencoreng nama keluarga kita,” jawab Amar akhirnya.
“Diam! Aku tidak memintamu untuk menjawab!” tegas Erick. “Kamu tahu Amar? Karena kelakuanmu ini nama besar keluarga kita tercoreng! Media membuat heboh semuanya, kamu mau mengelak? Video itu jelas menampilkan kamu dan Amora! Bagaimana aku akan menghadapi orang-orang? Mau ditaruh di mana wajahku?” tanya Erick dengan penuh emosi.
“Oh ayolah, Pa, ak–“
“Diam Amar! Kamu lebih memilih Amora datipada Sheeva. Kamu tahu 'kan siapa Sheeva? Artis terkenal di tanah air! Papanya Sheeva sangat berpengaruh di negara ini. Kamu selingkuh di belakang Sheeva, itu saja sudah cukup mencoreng nam…
My Secret Lover
Negosiasi
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 52 Episodes
Comments