Seorang pria muda duduk di sofa, menonton saluran channel luar negeri yang menyiarkan langsung pertandingan sepok bola antara Juventus VS AC Milan. Terkadang dia berteriak menyerukan kata 'goal' saat salah satu pemain menendang bola ke arah gawang lawan. Terkadang mengumpat saat bola itu tak berhasil membobol pertahanan lawan.
"Shiit! Kenapa mereka bodoh sekali, padahal banyak peluang yang didapat untuk dapat mencetak goal. Namun, sepertinya otak mereka tak dapat berfungsi dengan baik sehingga peluang itu hilang begitu saja."
Bangkit berdiri menuju dapur guna menuang air ke dalam gelas. Tenggorokan terasa kering sehabis berteriak heboh seperti orang kehilangan akal.
Saat tengah menegak air mineral, ponsel miliknya berbunyi kemudian disusul notifikasi pesan bertubi-tubi. Mengernyitkan kedua alis petanda bingung.
"Siapa yang menghubungiku malam-malam begini? Aku yakin dia tidak pernah diajari sopan santun oleh orang tuanya sehingga tak punya tata krama begini." Dengan langkah gontai Amaar mengayunkan kaki menuju sofa ruang tamu.
Amaar melihat satu per satu foto yang dikirimkan anak buahnya. Banyak tangkapan gambar yang diambil dari berbagai sudut memperlihatkan dengan jelas siapa orang yang ada dalam foto tersebut. Meskipun foto itu diambil secara sembunyi-sembunyi, tapi angle-nya cukup bagus.
Orang suruhannya itu kebetulan mengabadikan momen di mana si pria dalam foto tersebut sedang menatap sang wanita. Sebagai seorang pemimpin, dia mempunya mata tajam seperti seekor elang. Dia bisa melihat jika pria itu menyukai si wanita.
"Cih, pantas saja kamu mati-matian membela wanita itu. Rupanya dia adalah kekasihmu. Jadi kalian berpacaran di belakang si Tua Bangka itu? Aku penasaran apa yang akan terjadi jika Damian sialan itu mengetahui bahwa anak bungsunya menjalin kasih dengan seorang sopir?"
"Aku yakin dia pasti marah besar dan akan membuat perhitungan karena kalian berdua ketahuan berbohong," sambung Amaar seraya menaikkan sudut bibirnya sebelah di atas, tersenyum smi…
My Secret Lover
Mungkinkah Itu Dia?
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 52 Episodes
Comments