Sementara di sisi lain, seorang wanita tengah duduk di sofa sambil menonton televisi, di sampingnya ada beberapa camilan. Ia dengan bangganya melihat berita yang tengah menayangkan dirinya dan Amaar. Ya, wanita itu adalah Amora, ia merasa bangga karena bisa mengalahkan Sheeva. Sekarang dunia tahu kalau Amaar itu miliknya dan Sheeva tidak bisa mendapatkan kekasihnya.
Ia mengelus perutnya yang mulai membesar. “Lihatlah Nak, mamamu ini sudah memberitahukan pada dunia kalau kamu adalah anak dari CEO ternama di tanah air. Kamu pasti bangga juga, 'kan? Setelah ini ayahmu pasti akan menikahiku dan kita akan hidup bahagia. Keluarga kecil yang harmonis,” kata Amora dengan tawa.
Amora seolah kehilangan akal sehat dan tidak memikirkan jika apa yang ia umumkan harusnya menjadi konsumsi pribadi bukan untuk dinikmatin khayalak umum. Dia juga tidak peduli dengan kariernya sebab di pikiran wanita itu setelah Amaar menikahinya maka hidupnya akan enak dan tidak perlu memikirkan soal uang karena sang kekasih memiliki segalanya.
Bel apartemen berbunyi menandakan seseorang bertanda ke apartemennya. Amora mengerutkan keningnya heran. "Siapa lagi yang datang? Apa itu wartawan?" gumam wanita itu. Bergegas menghampiri pintu apartemen dan melihat di lubang intip ternyata itu adalah Amaar.
Ada apa Amaar tiba-tiba datang? Apa laki-laki itu merindukannya? Atau justru Amaar sudah melihat beritanya dan mengajak Amora untuk bersiap-siap menikah? Ah, sungguh Amora tidak sabar mendengarnya. Ia segera merapikan rambut serta bajunya, lalu membukakan pintu.
Tersenyum lebar dan berkata, “Halo Say–“
Baru saja hendak menyapa dan memeluk Amaar, laki-laki itu justru menarik Amora dan menyeretnya masuk ke apartemen. Menutup pintu dan mendorong Amora duduk di sofa.
Amora tersenyum, karena dia berpikir kalau Amaar sedang merindukannya. Namun, dia tidak melihat tatapan penuh kerinduan di mata Amaar melainkan kilatan amarah yang menggebu.
'Apa dia marah karena semalam aku mengumunkan ke semua orang tentang b…
My Secret Lover
Putus
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 52 Episodes
Comments
Kemal Chandra
sampah emang cocoknya sm tempatnya
2023-05-23
0