Mereka akhirnya sampai di kota kelahiran mereka, tepatnya di pantai Cavanna. Tempat itu tidak banyak berubah ada sebuah tebing tinggi yang terlihat dari jalan masuk ke kota kecil itu. Walaupun cuaca panas, angin berempus cukup kencang. Mereka bertiga turun dari mobil yang di parkir di depan sebuah rumah makan kecil yang menawarkan aneka makanan dari hasil laut.
Saka masih mengucek-ngucek matanya dan memandang Sarah yang menuntunnya. Mata Sarah terlihat merah, namun senyumnya tetap cerah. Allan terlihat canggung mempersilakan Sarah untuk masuk ke dalam rumah makan dengan cat warna biru itu.
Tidak ada kata-kata antara Allan dan Sarah, hanya Saka yang mengambil alih kertas menu dari ayahnya dan berlagak memilih meniru orang dewasa. Mata Sarah tertuju pada wajah Allan, yang kemudian disadari lelaki itu dengan sedikit terkejut. Gadis itu memasang wajah yang tidak bisa ditebak oleh Allan. Sarah terlihat marah atau sedih, benar-benar khas wanita yang membingungkan pria.
“Sarah, di sini menjual masakan ikan tuna, bukankah kau suka itu?” tanya Allan yang secara canggung memulai bicara dengan memerhatikan buku menu yang dipegang anaknya.
“Lan,” Panggil Sarah pelan.
"Ya?" Jawab Allan kembali memfokuskan pandangan matanya pada Sarah.
"Aku takut." Jawabnya dengan bibir bergetar.
Allan diam sesaat karena bingung. "Maksudmu?" Tanyanya lagi.
"Entahlah, aku hanya takut." Sarah menutup wajahnya dengan kedua tangannya. “Aku pesan tuna bakar, dengan saus kecap yang pedas!" Ucapnya dengan raut wajah berubah drastis.
Sungguh Allan tidak mengerti apa yang terjadi dengan Sarah. Gadis itu bukan sedih bukan marah, tapi dia takut. Jadi, matanya yang tidak peka atau memang misteri
perasaan seorang wanita tidak semudah permainan ular tangga? Allan memesan mengikuti apa yang dipesan Sarah dan memesankan sop telur ikan untuk Saka.
Rumah makan ini punya jendela yang besar dan langsung menghadap ke arah laut. Dari tempat mereka makan, kumpulan rumah yang terletak di permukaan yang lebi…
Terjebak Cinta Masa Lalu
Kedatangan Istri
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 35 Episodes
Comments