Sarah duduk di kursinya dan tersenyum manis pada Allan yang juga menatapnya senang. Tanpa kata-kata, Sarah kembali menyantap makanannya yang belum habis. Melihat sang gadis kembali makan, Allan juga mengikuti.
“Dia anak yang manis." ucap Sarah membuka obrolan.
"Sudah kubilang, dia mirip denganku. sahut Allan membanggakan diri.
“Aku tidak bisa menyimpulkan, siapa tau dia mirip dengan istrimu?” Sarah menambahkan.
Allan mengiyakan dalam hati, Rianti memang manis dan juga menawan. Saat pikirannya terkecoh pada penggambaran sosok istrinya, dia segera membuyarkannya.
“Sarah, aku ingin dengar ceritamu! Apa saja yang kaulakukan selama tujuh tahun terakhir?" tanya Allan dengan nada serius.
"Tidak banyak, aku lulus dari sekolah lalu mendaftar di universitas, tak lama aku keluar dari kampusku lalu hidup mandiri. Aku menjadi pengantar koran, lalu pengantar susu dan pekerjaan lainnya, sampai akhirnya aku menjadi penyanyi cafe selama tiga tahun. Lalu, aku mendapat kabar ibuku meninggal. Akhirnya aku bertemu pamanku yang rela menampung yatim piatu ini di rumahnya.” ucap Sarah merangkum singkat perjalanan hidupnya.
“Aku turut berduka." ujar Allan yang baru mengetahui Ibu Sarah telah meninggal.
“Aku tidak begitu penasaran dengan apa yang kau kerjakan. Kau pasti segera menikah setelah menyelesaikan kuliahmu, pekerjaan, istri, anak, rumah, yah semua sudah lengkap. Tidak ada lagi yang bisa kaudoakan pada Tuhan, bukan?" ucap Sarah tertawa kecil.
"Tentu saja masih banyak yang aku doakan.” protes Allan ikut tertawa.
“Apa kau juga mendoakanku? Berharap bertemu denganku, begitu?" Sarah memancing.
"Tidak, aku pikir kausudah menikah dengan duda kaya dan pergi jauh entah di mana." jawab Allan.
“Mana mungkin, aku kan masih me...." Sarah tidak jadi merampungkan ucapannya, ia memilih mengambil gelas dan segera meminum air putihnya sampai habis.
"Kau ingat dengan Tuan Roky?" Allan merubah topik.
“Tunggu, dia pria botak yang punya tiga istri, bukan?" Sarah mengingat-ingat.
“Iya! Dia…
Terjebak Cinta Masa Lalu
Pesta Dansa
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 35 Episodes
Comments