Allan pulang ke rumahnya dalam keadaan mabuk. Dia mendengar suara-suara teriakan dan sesuatu yang dilempar, pecah, jatuh dan runtuh. Pria itu tak bisa membuka matanya lebar-lebar, ia terlalu mabuk dan mengantuk. Ia memasukkan kunci dengan beberapa kali kegagalan. Allan akhirnya dapat masuk ke dalam rumahnya dengan langkah sempoyongan.
“Kau bajingan! Kau biadab!" teriakan itu terdengar begitu keras di ruang tengah.
Allan melihatnya. Rianti meronta-ronta melemparkan segala barang yang ada di dekatnya. Semantara Saka menangis dalam pelukan Bi Ima di ujung ruangan. Allan tak mampu membuka matanya lebih lebar, walau sudah ia lihat Rianti menatapnya dengan amarah yang meluap-luap.
“Kau tidak tahu betapa aku mencintaimu? Betapa aku menjaga hubungan kita? Betapa aku ingin bahagia bersamamu dan Saka? Kau tidak tahu!" teriak Rianti berjalan pelan dengan penampilan berantakan menuju ke arah Allan.
"Apa yang kau lakukan? Mencumbu wanita ****** yang kau anggap bidadari itu? Lalu memeluknya, kau tidur bersamanya juga, bukan? Aku melihatmu seperti aku melihat binatang! Kau benar-benar menjijikkan!" ucap Rianti kemudian meludah dengan jijik.
“Aku bisa menjelaskannya, Rianti!" Allan mencoba membela dengan memegang kedua lengan Rianti.
“Lepaskan tangan kotormu ini!" Rianti berontak melepaskan tangan Allan dari lengannya.
“Kau mabuk!” Rianti mendengus jijik.
"Aku bodoh! Bodoh! Bodoh! Aku menikahi bajingan!" teriak Rianti langsung beralih ke barang-barang yang ada di dekatnya.
Ia kembali melempar barang-barang, mencopoti pigura-pigura kaca besar di dinding dan menginjak-injaknya hingga kacanya pecah dan darah bercucuran di kakinya. Allan terdiam lemas, takut dan bingung. Sementara Saka terus menangis memanggil ibunya di pelukan Bi Ima.
“Lebih baik aku mati, dari pada harus mengakui suamiku tidur dengan wanita lain. Orang yang paling aku cintai sudah mengkhianatiku begitu sakitnya!” gumam Rianti tertawa getir menatap Allan.
Ia mengambil salah satu pecahan kaca di bawahnya dan…
Terjebak Cinta Masa Lalu
Mimpi Buruk
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 35 Episodes
Comments