Di depan toko terdapat tempat duduk besar yang terbuat dari kayu, Misako dengan santai duduk sembari menikmati hembusan angin malam. Tanaka yang melihat Misako yang baginya tidak tahu malu hanya berdecih kesal.
"Kenapa tidak duduk?" Tanya Misako sembari menatap langit-langit.
"Katakan apa tujuanmu?"
"Ah~ kakak tidak bisa diajak bicara baik-baik ya? Kak, sebenarnya tadi aku sempat terpana melihat kakak yang baik kepada adik perempuan kakak tapi aku kecewa karena kakak membuat ibu kakak menangis." Ungkap Misako dengan tenang.
"Apa kaitannya kau dengan itu? Aku tahu kau pasti punya maksud lain."
"Kak. Terserah kakak mau bicara apa, aku tulus membantu kakak tadi. Kalau kakak tidak terima bantuan dariku, aku akan katakan dengan jujur kalau aku hanya ingin membantu ibu kakak."
"APA MAKSUDNYA ITU? SUDAH KUDUGA KAMU PUNYA MAKSUD TERTENTU! KAMU PASTI SAMA DENGAN PARA BRENGSEK ITU KAN?! KAMU AKAN MENGHANCURKAN AKU BAHKAN SEKARANG KAMU PASTI BENCI AKU!"
Misako tampak pasrah, ia tersenyum pahit layaknya seseorang yang kecewa akan sesuatu. Ia melangkahkan kakinya kearah Tanaka dan menatapnya dengan tatapan penuh ketulusan.
"Kakak lihat mataku ini? Aku tidak benci kakak, kalau tidak suka maka mulai detik ini jangan hiraukan bantuanku. Anggap aku melakukan semuanya hanya untuk ibu dan adik kakak. Aku pulang ya, kuharap kita tidak bertemu kalau kakak masih kesal." Ucap Misako.
"Apa maksudnya itu?"
"Hahahaha, kudengar kakak pintar jadi kakak pasti akan mengerti. Aku tidak melakukannya untuk kakak kok dan aku bersumpah untuk tidak mengungkit apapun! Ampuni aku yang merupakan bocah brengse* ini.."
Misako meninggalkan Tanaka yang terdiam seribu bahasa, melihat tingkah Misako membuatkannya merasa beban yang dipikul oleh Misako lebih berat darinya. Bahkan mungkin pengalaman hidup miliknya tidak sebanding dengan kehidupan Misako yang masih bisa tersenyum saat dicaci-maki olehnya, tatapan yang lembut layaknya seorang ibu.
'Kenapa seperti orang dewasa sih.' Pikir Tanaka kesal lalu masuk.
Mi…
Bukan Ustadz I (Unrevised)
10¹ Aku Adalah Aku
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 41 Episodes
Comments