Jalanan yang ramai dengan orang padahal waktu sudah menunjukkan waktu malam, tangannya yang hangat menggandengku seakan-akan tidak ingin kehilanganku. Kupikir orang ini seharusnya tahu jika aku adalah orang asing, mengapa dia bersikap lembut padaku yang bahkan tidak ingin dia seperti ini. Tatapan matanya yang tajam melembut setiap kali bertatapan denganku, tanpa kusadari dibalik itu ia menyimpan begitu banyak paku.
Padahal kalau aku menghitung umurku dengannya aku akan lebih tua darinya, terhitung dari kehidupanku dulu. Tetapi aku tetap merasa kecil saat berada di sampingnya, bahkan sentuhannya yang tulus membuatku merasakan kehangatan. Hatiku pada akhirnya pasrah dan mengatakan jika hanya dia yang aku punya, anggota keluargaku satu-satunya.
"Misako, kamu lagi mikir apa? Kenapa dari tadi melamun, setidaknya fokus." Ucap Liam mengeratkan genggaman tangannya.
"Iya kak." Aku menundukkan kepalaku.
Terkadang aku merasa dia menyembunyikan banyak hal dariku mulai dari kesedihan hingga kesenangannya, ia selalu fokus melindungi, bekerja, dan menggunakan tubuhnya layaknya robot. Melihat tatapan yang hanya melihatku membuat hatiku sakit, terkadang aku mengharapkan kebahagiaan untuknya juga. Dibalik bentakan kasar dan omongan tajam ku terdapat harapan agar dia muak dan pergi meskipun aku tidak rela, aku hanya ingin dia menikmati hidupnya sendiri.
Aku menghela nafas panjang ditengah perjalanan kami. 'Aku bodoh jika disuruh memikirkan hal seperti ini...'
"Apa yang kamu pikirkan? Jangan terlalu terbebani, nanti kamu gila." Ungkap Liam memandang mataku lembut.
"Aku hanya memikirkan banyak hal sampai-sampai mau meledak." Mendengar jawabanku, Liam semakin mengeratkan genggamannya lalu mengangkatnya di depan dadanya.
"Mau bagaimanapun juga kau yang sekarang adalah adikku, jadi lakukan saja apa yang ingin kau lakukan lalu keluarkan keluhanmu padaku. Aku akan berusaha yang terbaik untukmu."
Ucapan tulusnya itu semakin membuat perasaanku campur aduk, aku merasa Liam akhir-akhir ini…
Bukan Ustadz I (Unrevised)
13² Perasaan Yang Tersembunyi
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 41 Episodes
Comments