"Sheyla masih hidup gue sudah berjanji sama dia untuk menunggunya sampai membuka hati lagi ke gue dan cita-citanya tercapai dan akan melanjutkan kuliahnya di Jepang." Justin mengatakan semua yang sudah lama dibicarakannya bersama dengan Sheyla.
Justin langsung berlari ke ruangan dan melihat tubuh seseorang yang sudah ditutupi dengan sebuah kain warna putih.
Hikss...hikss ...hikss ...
"Gue masih ingat awal kita bertemu karena perkelahian dan sejak saat itu gue sangat membenci loh, hingga akhirnya gue sadar gue suka sama loh. Justin langsung menyapu air matanya yang sulit ditahannya.
"Gue juga masih ingat kalau loh adalah cewek yang paling cuek yang gue kenal tapi sekaligus paling bucin yang pernah ada." Justin semakin mendekat tidak sanggup jika Sheyla memang sudah pergi.
Perlahan dirinya membuka kain yang menutupi tubuh Sheyla meskipun dengan tangan yang gemetar tetapi harus dia kuatkan.
"Nggak, tidakkkkkkk...."
"Shel, gue mohon sadar tidak lucu jika loh selalu terdiam."
"Asal loh tahu gue gengsi banget buat bilang kalau loh senyum sangat manis apalagi saat loh marah imutnya bertambah."
"Tapi loh sangat jelek jika harus seperti ini lihat bibir loh pucat, biasanya loh pake lipstik kalau nggak modal bilang aja sama gue."
"Please, jangan diam mulu bicara dikit kenapa sih? gue nggak suka lihat loh diam mulu. Kenapa matanya harus ditutup ayolah buka bukan saatnya untuk tidur."
Justin memandangi wajah Sheyla sambil menciumnya beberapa kali dan menangisi Sheyla yang tidak menjawabnya lagi.
"Kenapa sih nggak jawab gue? kapan kita balikan? kapan kita balikan lagi?"
Mamanya Justin yang melihat anaknya sangat rapuh langsung memeluknya lagi dan tidak berbicara apapun.
"Tubuh Sheyla sudah memucat karena darah yang keluar sudah menguras tubuhnya.
"Mah, lihatlah! Sheyla tidak menjawabku padahal daritadi semua sudah ku jelaskan kalau tidur terlalu lama tidak baik."
"Saat kutanya kapan balikan dia tidak menjawab pertanyaan dariku."
"Shel, kita minggu depan balikan yah?…
Heaven Is Just An Illusion
Takdir Yang Pahit
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 67 Episodes
Comments