Di Atas Vespa

Pras menepuk satu helm di belakang jok vespanya lalu melamun sebentar.

Ah, helm ini dulunya biasa dipakai Mayasa. Betapa indahnya kenangan saat mereka menghabiskan malam berdua keliling kota naik vespa dan pulangnya membawa roti bakar rasa cokelat keju kesukaan anak-anak Mayasa.

Kenangan hanya tinggal kenangan. Semenjak ketahuan dan kandas, kencan diam-diam yang seru dan romantis itu tentu tak pernah terjadi lagi.

"Cassandra mau nggak ya naik motor ini. Om Pramodo marah juga nggak ya kalau aku boncengin anaknya naik motor? Habis kecelakaan mobil itu kan dia posesif banget sama keselamatan Cassandra sampai bisa berkali-kali ganti sopir saking cemasnya," gumam Pras pelan.

Dilihatnya ke arah pagar tinggi sekolah yang tertutup tanaman merambat itu. Dan dari sela-selanya nampak di kejauhan sosok Cassandra duduk di halte menunggunya.

Pras tak mau membuang waktu dan membuat Cassandra kesal menunggu. Ia pun memakai helm-nya sendiri lalu menyalakan mesin motornya.

***

"Iya, Pa. Lagi nunggu Pras di halte dekat gerbang. Kan nggak mungkin aku naik dari parkiran. Banyak murid lain yang lagi latihan di lapangan sekolah. Nanti kalau mereka lihat malah curiga lagi. Papa juga sih njebak aku di situasi kayak gini," keluh Cassandra begitu papanya menelponnya lagi.

"San, kamu manggil Pras jangan nama doang gitu dong. Nggak sopan. Dia kan lebih tua dari kamu. Lagian dia juga calon suami kamu. Panggil 'Mas.' Ah, kamu ini." Suara Papa Cassandra dari panggilan telepon itu makin membuat Cassandra sebal.

Ia pindah handphone-nya yang tadinya menempel di telinga kirinya jadi ke telinga kanan. Lalu tangan kirinya sibuk menyelipkan anak rambut di belakang telinganya.

"Apa-apaan sih Pa pakai manggil 'Mas' segala. Aku mau manggil dia Pras aja. Udah di sekolah harus manggil dia Pak Tyo, sekarang harus pula panggil 'Mas?' Nggak!" Cassandra mulai merajuk.

Sudah kesal karena Pras membuatnya lama menunggu, ditambah haltenya panas, eh ini satu lagi papanya nelpon dan bikin ia jengkel. Uring-uri…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!