Pras menatap dalam-dalam pria kuyu berambut botak itu. Ia seolah bisa menyelami tatapan seorang ayah yang sedang ketakutan itu.
"Separah apa, Om?" Pras memberanikan diri untuk bertanya pertanyaan yang sebenarnya tak pantas ini.
Prambodo menunduk lalu mendesah pelan.
"Sel-sel kanker ini makin ganas. Obat yang biasa dokter resepkan untuk mengurangi rasa sakit dan menekan laju pertumbuhan kanker jahat itu seolah tidak ada gunanya lagi.
Dokter pikir dia akan bicara pada orang terdekat Om mengenai rentang usia terbanyak yang bisa Om capai, makannya Om memanggil Cassandra sama kamu kemarin. Tapi ternyata angkanya begitu mengerikan. Om simpan sendiri. Kamu nggak perlu tahu.
Usia mungkin memang bukan di tangan dokter. Tapi dokter punya kemampuan untuk meraba, kira-kira sekuat apa organ tubuh pria tua ini mampu bertahan."
Suara sedih itu diiringi suara gemericik air mancur taman yang indah ini. Lampu taman berpendar memantul samar ke arah tempat mereka duduk.
Pras menunduk. Ia berusaha paham. Ya, dan ia memang paham.
Ia pikir kalau ia jadi Prambodo, ia juga akan melakukan hal yang sama. Yaitu mencari orang yang bisa ia percaya untuk menjaga putrinya yang akan hidup sebatang kara setelah ia meninggal.
Pras menatap papa Cassandra diam-diam. Pria itu tampak merenung. Ia merasa ikut berduka padahal ia tahu ini belum apa-apa.
Bukannya lebih menyedihkan ketika kamu tahu kamu akan mati tapi tidak bisa berbuat apa-apa untuk memperpanjang umurmu barang sedetik saja.
"Terima kasih Om sudah mempercayai saya untuk menjaga Cassandra. Saya berjanji kalau dia menolak pernikahan atau melakukan segala cara untuk menggagalkannya, saya akan tetap memenuhi janji saya untuk menjaga dia.
Entah sebagai seorang kakak, teman, atau mungkin jika dia menganggap saya musuh pun saya akan tetap menjaga dia. Cassandra menjadi bagian dari hidup saya sejak waktu itu Om memegang tangan saya dan meminta saya dengan tulus."
Hening.
Hanya mata Prambodo saja yang bicara lewat tetesan air bening yang…
Loving Cassandra
Mempercepat Pernikahan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 45 Episodes
Comments