Thalia menganggukkan kepalanya. "Tak apa. Aku akan menunggumu di sini." sahut Thalia.
Setelah mengatakan hal itu, Angga melangkah pergi meninggalkan Thalia sendirian. Sudah hampir lima menit berlalu, tapi Angga belum nampak kembali, merasa bosan ia akhirnya membuka ponselnya dan berniat untuk menghubungi Angga agar ia bisa menyusulnya.
Baru saja ia ingin menekan tombol telepon pada nomor Angga, tapi tiba - tiba dia mendengar seseorang tengah membicarakannya. Dari sudut matanya, ia mencoba melirik ke arah sumber suara itu.
Terlihat saat ini, Delisa tengah duduk berdampingan dengan kedua teman wanitanya. Salah satu temannya saat ini, tengah melirik ke arah Thalia yang nampak tengah duduk seorang diri.
"Dia siapa?" tanya seorang teman wanita Delisa yang duduk berada di sebelah kanan Delisa, menunjuk ke arah Thalia yang tengah duduk seorang diri.
Terlihat Delisa yang menengok ke arah Thalia sebentar. "Ah, maksudmu wanita itu, dia kekasih barunya Angga." jawabnya Delisa, sambil tangannya menunjuk ke arah Thalia juga.
"Apa? Bukannya Angga itu sama Lia ya? Bukankah mereka dulu serasi banget, kemana - mana selalu berdua." ujar teman wanita Delisa yang duduk berada di sebelah kiri Delisa.
Delisa menghela nafasnya sejenak. "Ya, mau gimana lagi? Angga itu lebih memilih kelereng dari pada berlian.Kita bisa apa?" ujar Delisa sambil tertawa kecil.
Perasaan Thalia cukup terluka saat mendengar ucapan dari Delisa. Ia merasa harga dirinya tengah di rendahkan oleh wanita itu. Tapi mau bagaimana lagi, Thalia juga tidak berani menegurnya. Bagaimana pun ia harus menjaga sikap agar tidak mempermalukan Angga dalam acara reuni ini.
"Aku setuju dengan ucapanmu. Bagaimana mungkin bisa seorang Lia yang sempurna, bisa di kalahkan oleh upik abu seperti dia. Ah, apa mungkin dia menawarkan tubuhnya kepada Angga ya. Lihat saja, perutnya yang sudah buncit seperti itu." terlihat teman wanita sebelah kanan Delisa tampak melirik kembali ke arah Thalia terkhusus pada perut Thalia.
"Itu jauh lebih masuk…
Brother'S Obsession
Merasa Menyesal
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 286 Episodes
Comments
Erni Handayani
Laki-laki klo udh ngobrol lupa sama pasangan
2023-10-16
0